Sudah seminggu ini saya menjalani aktivitas sebagai Local Enumerator (LE) Dana BOS di sejumlah Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Brebes. Sebuah aktivitas yang cukup menyita waktu tetapi cukup menyenangkan, sebagai sarana refreshing di tengah kesibukan utama sebagai seorang dosen.
Sebelum bercerita lebih lanjut tentang ‘tugas baru’ ini, mungkin ada di antara teman-teman blogger yang masih belum familiar dengan istilah Enumerator ataupun Local Enumerator. Bagi yang sudah paham, anggap saja ini sebagai sharing atau berbagi informasi saja. Secara sederhana Enumerator bisa diartikan sebagai ‘pencari data’, dalam istilah lain sering disebut surveyor. Adapun Local Enumerator adalah petugas lokal (suatu wilayah atau daerah) tertentu yang bertugas mencari data tentang ‘sesuatu’.
Okey, biar lebih jelas, saya ingin sedikit flash back tentang ihwal tugas baru saya ini. Mulanya, suatu malam saya didatangi seseorang, yang kebetulan teman tetangga saya. Ia mengatakan maksud kedatangannya adalah meminta kesediaan saya untuk menjadi salah satu anggota tim pemantau dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Brebes. Saya, yang ketika itu masih belum ‘ngeh’ tentang tugas dan cara kerja pemantau tersebut, langsung mengajukan beberapa pertanyaan. Mengapa saya yang dipilih?Trus apa tugasnya nanti? Pertanyaan pertama dijawab dengan mengatakan bahwa yang dicari adalah beberapa orang guru atau dosen yang tidak mengajar di SD/MI atau SMP/MTs. Okey, sampai di sini saya paham. Saya memang murni hanya mengajar di perguruan tinggi dan tidak mengajar di sekolah dasar ataupun menengah. Pertanyaan kedua dijawab dengan singkat, ‘belum tahu’. Baca selebihnya »
Sebait syair lagu d’Massive yang saya jadikan judul tulisan ini merupakan sebuah cara untuk menyadarkan diri yang mungkin telah lena dan lalai terhadap segala nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt kepada kita semua. Ya, sadar atau tidak, sebagian besar kita lebih sering mengeluh ketimbang bersyukur atas apa yang telah kita peroleh dan dapatkan selama ini.
Hallo…pa kabar smuanya…blogger mania…?
Tak terasa, kemarin, tepatnya Selasa, 1 September 2009, genap dua tahun sudah usia pernikahan kami. Sebuah rentang waktu yang masih seumur jagung, memang, tetapi sudah banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan dalam hal membina rumah tangga.


Hari ini, Senin, 17 Agustus 2009, tepat 64 tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, 64 tahun yang lalu Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, setelah sebelumnya berada di bawah cengkeraman kuku-kuku tajam penjajah.
Alhamdulillah…Itulah ucapan yang tak henti-hentinya keluar dari bibirku. Rasa syukur tak terhingga aku panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena dengan kemurahan-Nya, serta atas rizki-Nya, aku bisa mewujudkan impianku untuk mempunyai sebuah Notebook (Laptop).












