Puasa Arofah

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) on November 26, 2009 by didijunaedihz

Hari ini aku bangun pagi-pagi buta, tepatnya pukul 03.30 WIB dinihari. Ada apa gerangan, sehingga mau-maunya aku bangun sepagi itu? Adakah hal yang sangat penting sehingga mampu mengalahkan rasa kantukku?

Coba kita lihat, tangal dan bulan berapa sekarang? 26 Nopember 2009! Ya, benar. Coba lihat sekali lagi, dan telusuri kalender Hijriyah, tanggal dan bulan berapa sekarang? Ya, tepat sekali. 9 Dzulhijjah 1430 H.

Terus, apa kaitannya antara bangun pagi dengan tanggal 9 Dzulhijjah ini?

Di sinilah titik terangnya. Bagi saudara-saudara kita yang tengah menunaikan Ibadah Haji, hari ini adalah puncak ritual dari seluruh rangkaian ibadah yang merupakan napak tilas perjalanan Ibrahim as, yakni wukuf di Arafah. Tanpa melaksanakan ritual haji yang satu ini, maka bisa dikatakan haji seseorang tidaklah sah atau batal.

Kaitannya dengan bangun pagi yang aku lakukan adalah, bersandar pada sabda Nabi Muhammad Saw yang menyebutkan bahwa “Puasa sunnah di Hari Arafah (yakni pada 9 Dzulhijjah), bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadaha haji, atau wukuf di Arafah, dapat menghapus dosa dua tahun, yakni 1 tahun kemarin, dan 1 tahun yang akan datang.” Dan, kita tentu mafhum, bahwa salah satu sunnah dalam berpuasa adalah makan ‘sahur’. Sebuah ritual menyantap makanan sebagai bekal kita berpuasa, yang dilaksanakan sebelum terbit fajar.

Itulah alasan kenapa aku bela-belain bangun pagi-pagi buta di tengah rasa kantuk yang masih menggelayuti kelopak mataku. Ada secuil harapan yang ingin aku raih dalam ibadah puasa sunnah yang satu ini. Semoga Puasa Sunnah Arafah yang aku lakukan ini mampu menggugah kesadaranku untuk lebih dekat lagi dengan-Nya. Dan semoga ibadah ini dapat sedikit mengurangi dosa-dosaku yang menggunung.

Aku hanya bisa berharap kasih sayang serta rahmat Allah masih setia menemaniku, membimbing langkahku menapaki jalan kehidupan yang entah sampai kapan akan aku tempuh…Semoga!

Maafkan Papamu, Anakku…

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , on November 25, 2009 by didijunaedihz

Malam ini aku benar-benar merasa lelah. Mungkin ini efek dari perjalanan lebih dari 5 jam pulang-pergi, demi memenuhi undangan seorang kawan yang melepas masa lajang untuk yang kedua kalinya. Ya, ini memang pernikahan ke-2 bagi kawan sekantorku itu. Ya sudahlah, lebih baik aku tinggalkan kawanku itu bersama istri barunya. Mungkin malam ini mereka tengah memadu kasih layaknya pengantin baru, aku tak peduli. Toh, aku juga dulu pernah mengalami masa-masa seperti itu.

Yang jelas,  tak seperti biasanya, malam ini aku terserang kantuk yang luar biasa. Akupun tertidur dengan sukses, tepat setelah menunaikan shalat maghrib. Aku baru setengah terjaga ketika kurasakan ada jari-jari lentik nan mungil merayapi tubuhku. Ketika kucoba membuka katup mata yang masih menyisakan rasa kantuk itu, secara perlahan tampak sosok yang begitu aku kenal. Ya, ‘Dede’ Via, putri kecilku yang baru berusia 8 bulan itu membangunkanku. Akupun tersenyum setengah terpaksa, akibat rasa kantuk yang masih menderaku. Dia, dengan bahasa yang tidak aku pahami berusaha berbicara kepadaku yang masih berjuang melawan kantuk. Usahanya tak sia-sia. Aku dipaksa menyerah. Dengan berat hati akupun terbangun.

Tak terasa, sekawanan cacing di perutku mulai mengadakan  konser. Aku baru sadar, sedari tadi sore, sejak pulang dari acara resepsi pernikahan kawanku, aku belum mengisi perutku lagi. Pantas saja, mereka mulai melancarkan aksi demonya menuntut hak mereka untuk segera dipenuhi. Setelah selesai dengan urusan pemenuhan hak cacing-cacing tersebut. Akupun kembali menemui putri kecilku itu. Ya Tuhan, malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Maksud hati ingin menebus kesalahanku, yang sejak pulang tadi sore belum sempat menyapa peri kecilku itu, tapi apadaya dia sudah terlelap dalam tidurnya.

Sejurus kemudian, perasaan bersalah menjalar dalam tubuhku. Betapa egoisnya aku. Orang tua macam apa aku ini. Hanya karena rasa lelah, bahkan untuk sekedar menyunggingkan seutas senyum untuk buah hati saja aku tak mau. Satu-satunya senyum yang aku berikan kepada buah hatiku hari ini, adalah senyum antara tidur dan jaga, itupun hanya sebuah senyum keterpaksaan…

Maafkan papamu, anakku….Moga esok ada sejuta senyum tulus yang papa berikan untukmu…Selamat Tidur, moga mimpi indah….Doa papa selalu menyertaimu….

Inspiring Novel “Negeri 5 Menara”

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , on November 21, 2009 by didijunaedihz

Inspiring! Two Thumbs Up! Itulah kalimat yang secara refleks keluar dari bibirku begitu halaman terakhir dari novel berjudul “Negeri 5 Menara” karya A. Fuadi, seorang santri alumni Pondok Modern Gontor ini selesai aku baca.

Jujur, baru kali ini aku membaca novel, yang seolah-olah aku sendiri terlibat di dalamnya. Mungkin, karena yang dijadikan setting utama novel tersebut adalah dunia pondok pesantren (modern), dimana aku juga pernah merasakan hal yang sama dirasakan oleh penulis novel. Faktor kedekatan psikologis, berupa rasa senasib dengan segala lika-liku kehidupan pondok inilah, yang membuatku terasa hanyut dan seolah flash back ke era 90an, ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di ‘kawah candradimuka’ bernama pesantren tersebut.

Deskripsi Fuadi tentang kehidupan di dunia pondok pesantren benar-benar terasa begitu nyata. Tata aturan kehidupan para santri di pondok, sejak mereka bangun tidur hingga tidur kembali dituturkan dengan sangat apik. Sehingga para pembaca yang belum pernah merasakan kehidupan di pondok pun akan merasa seolah-olah mereka berada di sana.
Novel besutan Fuadi ini lain dari yang lain. Kisah hidupnya selama di pondok bersama beberapa orang sahabat karibnya, yang kemudian dideklarasikan sebagai “Shohibul Menara”, sarat hikmah dan pesan moral tentang nilai-nilai kehidupan. Dari mulai makna persahabatan, kejujuran, tanggung jawab, hingga prinsip-prinsip hidup meraih kesuksesan.

Jargon “Man Jadda Wajada”, siapa yang sungguh-sungguh akan sukses, telah menjelma menjadi mantra ajaib para Shahibul Menara dalam menjalani kehidupan mereka di pondok, dan kehidupan mereka setelah lulus dari pondok kelak.

Membaca lembar demi lembar kisah hidup penulis yang terangkum apik dalam novel tersebut, ibarat mengonsumsi vitamin kehidupan hari demi hari. Selipan kata-kata bijak di sebagain besar halaman novel tersebut, akan menggugah kesadaran kita tentang makna hidup dan kehidupan yang sesungguhnya.

Satu hal yang menjadi misi penulis, bermimpilah setinggi langit, raihlah mimpi tersebut dengan ikhtiar, doa dan tawakkal. “Man Jadda Wajada”, siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses!

Penasaran dengan kisah lengkapnya?Buruan beli novelnya! Dan, Selamat Membaca!

Menjadi Local Enumerator (LE) Dana BOS (Bag. 2-habis)

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , on November 17, 2009 by didijunaedihz

Menurut catatan dari Bank Dunia, selaku penyandang dana BOS, sekaligus penyelenggara monitoring pelaksanaan dana BOS di sekolah-sekolah se-Jawa tengah, ada 5 Kabupaten yang akan ditinjau, yaitu: Kabupaten Brebes, Pemalang, Sragen, Temanggung, ditambah 1 Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Kabupaten Gunung Kidul.

Di Kabupaten Brebes sendiri, ada 66 Sekolah Dasar Negeri yang akan dikunjungi. Karena anggota Tim Local Enumerator (LE) hanya berjumlah 6 orang, maka setiap orang mendapat tugas mengunjungi 11 sekolah. Di setiap sekolah akan diambil 3 sample untuk mengisi kuisioner. Dengan demikian, maka setiap anggota LE bertugas mendatangi 33 rumah orang tua siswa.

Saya sendiri mendapat tugas untuk mengunjungi 11 sekolah di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bulakamba, meliputi:

1. SD N Rancawuluh 02

2. SD N Cipelem 01

3. SD N Pakijangan 01

4. SD N Pulogading 02

5. SD N Kluwut 01, dan

6. SD N Cimohong 02

Di Kecamatan Tanjung, meliputi:

1. SD N Kemurang Kulon 02

2. SD N Tegongan 02, dan

3. SD N Luwung Bata 02

Di Kecamatan Losari, meliputi:

1. SD N Losari Kidul 03, dan

2. SD N Kalibuntu 01

***

Pagi itu, Jumat, 6 Nopember 2009, pukul 08.00 WIB saya bersama seorang anggota Tim Enumerator Pusat, Pak Fitrawardi, mendatangi tiga buah sekolah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Ketiga sekolah tersebut adalah: SD N Rancawuluh 02, SD N Cipelem 01, dan SD N Pakijangan 01. Kami berdua berbagi tugas sesuai dengan jobdesk yang telah ditentukan. Tim Enumerator dari Pusat mengadakan wawancara dengan Ketua Komite Sekolah, sementara saya meminta data siswa dari kelas II s/d kelas V, untuk kemudian saya acak, dan diambil tiga orang siswa sebagai sample. Tugas saya tidak berhenti sampai disitu. Selanjutnya adalah mengunjungi rumah ketiga orang siswa tersebut untuk melakukan interview dengan sejumlah pertanyaan yang sudah disusun rapi dalam sebuah kuisioner.

Tepat pukul 11.00 WIB, saya bersama anggota Tim Enumerator Pusat pun pulang ke rumah, untuk bersiap melaksanakan sholat Jumat. Selesai sholat Jumat, kami menikmati makan siang bersama dengan sejumlah menu yang telah disiapkan oleh istri saya.

***

Keesokan harinya, Sabtu, 7 Nopember 2009, pukul 08.30 WIB, kembali kami berdua, saya dan Pak Fitrawardi mengunjungi beberapa sekolah di Kecamatan Bulakamba, yakni SD N Pulogading 02, SD N Kluwut 01 dan SD N Cimohong 02 untuk berbincang dengan Ketua Komite Sekolah dan pencarian data siswa kelas II s/d Kelas V sebagai sample dalam monitoring dana BOS. Baca selebihnya »

Menjadi Local Enumerator (LE) Dana BOS (Bag. 1)

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , on November 15, 2009 by didijunaedihz

bos2Sudah seminggu ini saya menjalani aktivitas sebagai Local Enumerator (LE) Dana BOS di sejumlah Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Brebes. Sebuah aktivitas yang cukup menyita waktu tetapi cukup menyenangkan, sebagai sarana refreshing di tengah kesibukan utama sebagai seorang dosen.

Sebelum bercerita lebih lanjut tentang ‘tugas baru’ ini, mungkin ada di antara teman-teman blogger yang masih belum familiar dengan istilah Enumerator ataupun Local Enumerator. Bagi yang sudah paham, anggap saja ini sebagai sharing atau berbagi informasi saja. Secara sederhana Enumerator bisa diartikan sebagai ‘pencari data’, dalam istilah lain sering disebut surveyor. Adapun Local Enumerator adalah petugas lokal (suatu wilayah atau daerah) tertentu yang bertugas mencari data tentang ‘sesuatu’.

Okey, biar lebih jelas, saya ingin sedikit flash back tentang ihwal tugas baru saya ini. Mulanya, suatu malam saya didatangi seseorang, yang kebetulan teman tetangga saya. Ia mengatakan maksud kedatangannya adalah meminta kesediaan saya untuk menjadi salah satu anggota tim pemantau dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Brebes. Saya, yang ketika itu masih belum ‘ngeh’ tentang tugas dan cara kerja pemantau tersebut, langsung mengajukan beberapa pertanyaan. Mengapa saya yang dipilih?Trus apa tugasnya nanti? Pertanyaan pertama dijawab dengan mengatakan bahwa yang dicari adalah beberapa orang guru atau dosen yang tidak mengajar di SD/MI atau SMP/MTs. Okey, sampai di sini saya paham. Saya memang murni hanya mengajar di perguruan tinggi dan tidak mengajar di sekolah dasar ataupun menengah. Pertanyaan kedua dijawab dengan singkat, ‘belum tahu’. Baca selebihnya »

Syukuri Apa yang Ada…

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , on Oktober 31, 2009 by didijunaedihz

syukurSebait syair lagu d’Massive yang saya jadikan judul tulisan ini merupakan sebuah cara untuk menyadarkan diri yang mungkin telah lena dan lalai terhadap segala nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt kepada kita semua. Ya, sadar atau tidak, sebagian besar kita lebih sering mengeluh ketimbang bersyukur atas apa yang telah kita peroleh dan dapatkan selama ini.

Memang, sudah menjadi tabiat manusia, selalu ingin mendapat lebih dari apa yang telah diperolehnya saat ini. Sampai-sampai, kalau bisa agar semua keinginannya terpenuhi. Itulah manusia. Sosok makhluk dengan kemampuan yang sangat terbatas, tetapi memiliki keinginan yang tak terbatas, bahkan tidak jarang keinginannya jauh melampaui batas kemampuannya. Kalau demikian kenyataannya, maka terasa jauh sekali rasa syukur itu dari sosok manusia. Padahal, hanya dengan rasa syukur, menerima kenyataan yang ada, seseorang akan menjalani hidup ini dengan tenang.

Lebih jauh, syukur atas karunia yang telah dianugerahkan oleh-Nya kepada kita, akan membuat kita percaya diri alias pede. Dengan menerima dan mensyukuri apa yang ada, kita akan menjadi sosok manusia yang selalu tampil pede, di mana pun kita berada. Karena kita yakin, apa yang diberikan oleh Allah adalah yang terbaik buat hamba-Nya.  Setiap manusia diberi kelebihan dan kekurangan. Kelebihan merupakan potensi yang menunjukkan siapa kita sebenarnya. Sedangkan kelemahan adalah suatu kondisi dimana seseorang harus mengakui batas kemampuannya. Kelebihan tidak untuk disombongkan, sedang kekurangan tidak untuk ditangisi.

Menerima kelebihan dengan rendah hati dan kekurangan dengan lapang dada adalah kunci hidup bahagia.  So…syukuri apa yang ada…hidup adalah anugerah….

Kangen Ngeblog…

Posted in sekedar curhat on Oktober 12, 2009 by didijunaedihz

ngeblogHallo…pa kabar smuanya…blogger mania…?

Udah lama juga nih aku ga update blogku ini…meskipun hampir setiap hari aku ada di garis (on line, he..he..), tapi rasanya koq jari-jari ini terasa berat yah untuk sekedar menuliskan sepatah dua patah kata untuk menyapa para blogger mania seantero jagat raya ini…paling banter cuma nengok doang, apakah ada komen yang masuk atau ngga…selebihnya blogwalking atau sekedar berselancar ke lamat situs-situs lain yang menyajikan berita dan informasi menarik….

Yah..alasan klise sih kalo mau diungkapin, seperti: sibuk lah, ga sempet lah, males lah ato apapun…Padahal imbasnya ya ke aku juga sih..Banyak sekali peristiwa penting yang terlewatkan dan ngga sempat dituangkan dalam rangkaian kata, yang tentunya akan menjadi catatan perjalanan hidupku dan akan terus abadi serta menjadi sebuah kisah yang tak ternilai…

Beberapa peristiwa penting yang terlewatkan antara lain adalah kebersamaan dengan anggota keluarga melewati hari-hari yang penuh dengan keceriaan, canda-tawa dan suka ria. Apalagi ketika kami berlibur ke pantai, semua terasa begitu lepas, seolah semua beban dalam hidup ini sirna…sebuah kebersamaan yang terlalu indah untuk dilewatkan…

Peristiwa penting lainnya adalah tentang statusku yang kini resmi 100% menjadi kuli negara sebagai PNS (Dosen) di STAIN Cirebon. Setelah menjalani masa-masa penantian selama 1 tahun, akhirnya pada 1 Oktober 2009 kemarin, statusku yang awalnya sebagai CPNS Dosen dengan gaji 80% dari gaji pokok, sekarang resmi menjadi PNS Dosen dan berhak mendapatkan gaji penuh 100%, Alhamdulillah….

Sebetulnya masih banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dan belum sempat dituangkan dalam catatan blogku ini, mungkin lain kali akan aku tulis dalam satu bagian tersendiri, sehingga semua yang terserak dari serpihan-serpihan pengalaman hidupku tak kan terlewatkan lagi…Semoga..

Hakekat Idul Fitri

Posted in hikmah dengan kaitan (tags) on Oktober 6, 2009 by didijunaedihz

Pada hakekatnya, dalam diri manusia ada fitrah untuk senantiasa berbuat baik dan menjauhkan diri dari perbuatan jahat. Demikian juga halnya, pada diri manusia selalu ada kerinduan untuk terus menerus mengikuti jalan agama yang benar. Maka ketika manusia tergelincir berbuat kejahatan yang menghinakan dirinya serta menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan agamanya, Allah mengingatkan mereka melalui firmannya. Dalam Q., s. al-Rum: 30 ditegaskan: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Rasulullah saw. melalui salah satu hadisnya juga menyebutkan bahwa pada dasarnya setiap anak manusia dilahirkan dalam keadaan suci, tak bernoda. “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Maka tergantung pada kedua orang tuanya lah yang menjadikan anak seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi” (HR. Bukhari).

Dari dua landasan teologis di atas, jelaslah bahwa dalam diri manusia ada potensi bersih dan suci. Prinsip kebaikan ini diakui oleh seluruh umat manusia, sedangkan nafsu akan senantiasa mengantarkan manusia menuju kehinaan dan kesengsaraan.

Hari raya Idul fitri yang baru saja berlalu, selain mengingatkan kita akan perlunya kita kembali ke fitrah insaniyah kita, juga mengingatkan kita akan pentingnya persaudaraan yang dalam bahasa agama disebut “ukhuwah”. Ikatan ukhuwah ini yang pada gilirannya akan melahirkan sikap tasammuh (toleransi), al-musaawah (persamaan), dan yang tak kalah pentingnya adalah at-takaful al-ijtima’i (solidaritas sosial).

Marilah kita sejenak melihat kondisi bangsa Indonesia yang sedang terpuruk ini. Bermula dari krisis moneter kemudian menjadi krisis ekonomi, krisis kepercayaan kepada pemerintah dan akhirnya menjadi krisis global, seluruh sendi kehidupan terkena imbas krisis.

Indonesia yang dulu dikenal sebagai negeri yang damai, tenang, gemah ripah lohjinawi. Namun sekarang semua tinggal isapan jempol belaka. Keutuhan sebagai bangsa tercabik-cabik, terkoyak-koyak, oleh ketidaksepahaman dan perbedaan. Perbedaan suku, agama, ras dan golongan, telah memicu pertikaian, permusuhan yang seringkali mengakibatkan pertumpahan darah dan korban jiwa. Ini semua akibat dari ukhuwah yang lemah, rapuh dan mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Sesungguhnya, kalau seluruh penduduk negeri ini mau menanamkan sikap ukhuwah, baik ukhuwah wathoniyah (semangat nasionalisme), ataupun ukhuwah basyariyah (ikatan kemanusiaan), niscaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi. Kalaulah kita bangsa Indonesia mau kembali kepada ajaran agama, tentulah Indonesia ini akan senantiasa damai, tenang, tentram, adil dan makmur.

Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1430 H

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , on September 21, 2009 by didijunaedihz

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

018725132

Kepada seluruh pengunjung setia Blog “Secercah Harap”, di hari yang fitri ini saya ingin mengucapkan:

تقبّل الله منّا ومنكم من العائدين والفائزين والمقبولين كلّ عام ونحن بخير

“Taqabbalallahu Minna wa Minkum Minal ‘Aidin wal Faizin wal Maqbulin, Kullu ‘Amin wa Nahnu bi Khairin”

” Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1430 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

Ttd,

Pengelola Blog “Secercah Harap”

(Didi Junaedi, M.A.)


Islamic Calendar

Posted in Uncategorized on September 4, 2009 by didijunaedihz