Menjadi Local Enumerator (LE) Dana BOS (Bag. 1)

Posted in sekedar curhat on November 15, 2009 by didijunaedihz

bos2Sudah seminggu ini saya menjalani aktivitas sebagai Local Enumerator (LE) Dana BOS di sejumlah Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Brebes. Sebuah aktivitas yang cukup menyita waktu tetapi cukup menyenangkan, sebagai sarana refreshing di tengah kesibukan utama sebagai seorang dosen.

Sebelum bercerita lebih lanjut tentang ‘tugas baru’ ini, mungkin ada di antara teman-teman blogger yang masih belum familiar dengan istilah Enumerator ataupun Local Enumerator. Bagi yang sudah paham, anggap saja ini sebagai sharing atau berbagi informasi saja. Secara sederhana Enumerator bisa diartikan sebagai ‘pencari data’, dalam istilah lain sering disebut surveyor. Adapun Local Enumerator adalah petugas lokal (suatu wilayah atau daerah) tertentu yang bertugas mencari data tentang ‘sesuatu’.

Okey, biar lebih jelas, saya ingin sedikit flash back tentang ihwal tugas baru saya ini. Mulanya, suatu malam saya didatangi seseorang, yang kebetulan teman tetangga saya. Ia mengatakan maksud kedatangannya adalah meminta kesediaan saya untuk menjadi salah satu anggota tim pemantau dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Brebes. Saya, yang ketika itu masih belum ‘ngeh’ tentang tugas dan cara kerja pemantau tersebut, langsung mengajukan beberapa pertanyaan. Mengapa saya yang dipilih?Trus apa tugasnya nanti? Pertanyaan pertama dijawab dengan mengatakan bahwa yang dicari adalah beberapa orang guru atau dosen yang tidak mengajar di SD/MI atau SMP/MTs. Okey, sampai di sini saya paham. Saya memang murni hanya mengajar di perguruan tinggi dan tidak mengajar di sekolah dasar ataupun menengah. Pertanyaan kedua dijawab dengan singkat, ‘belum tahu’. Baca selebihnya »

Syukuri Apa yang Ada…

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , on Oktober 31, 2009 by didijunaedihz

syukurSebait syair lagu d’Massive yang saya jadikan judul tulisan ini merupakan sebuah cara untuk menyadarkan diri yang mungkin telah lena dan lalai terhadap segala nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt kepada kita semua. Ya, sadar atau tidak, sebagian besar kita lebih sering mengeluh ketimbang bersyukur atas apa yang telah kita peroleh dan dapatkan selama ini.

Memang, sudah menjadi tabiat manusia, selalu ingin mendapat lebih dari apa yang telah diperolehnya saat ini. Sampai-sampai, kalau bisa agar semua keinginannya terpenuhi. Itulah manusia. Sosok makhluk dengan kemampuan yang sangat terbatas, tetapi memiliki keinginan yang tak terbatas, bahkan tidak jarang keinginannya jauh melampaui batas kemampuannya. Kalau demikian kenyataannya, maka terasa jauh sekali rasa syukur itu dari sosok manusia. Padahal, hanya dengan rasa syukur, menerima kenyataan yang ada, seseorang akan menjalani hidup ini dengan tenang.

Lebih jauh, syukur atas karunia yang telah dianugerahkan oleh-Nya kepada kita, akan membuat kita percaya diri alias pede. Dengan menerima dan mensyukuri apa yang ada, kita akan menjadi sosok manusia yang selalu tampil pede, di mana pun kita berada. Karena kita yakin, apa yang diberikan oleh Allah adalah yang terbaik buat hamba-Nya.  Setiap manusia diberi kelebihan dan kekurangan. Kelebihan merupakan potensi yang menunjukkan siapa kita sebenarnya. Sedangkan kelemahan adalah suatu kondisi dimana seseorang harus mengakui batas kemampuannya. Kelebihan tidak untuk disombongkan, sedang kekurangan tidak untuk ditangisi.

Menerima kelebihan dengan rendah hati dan kekurangan dengan lapang dada adalah kunci hidup bahagia.  So…syukuri apa yang ada…hidup adalah anugerah….

Kangen Ngeblog…

Posted in sekedar curhat on Oktober 12, 2009 by didijunaedihz

ngeblogHallo…pa kabar smuanya…blogger mania…?

Udah lama juga nih aku ga update blogku ini…meskipun hampir setiap hari aku ada di garis (on line, he..he..), tapi rasanya koq jari-jari ini terasa berat yah untuk sekedar menuliskan sepatah dua patah kata untuk menyapa para blogger mania seantero jagat raya ini…paling banter cuma nengok doang, apakah ada komen yang masuk atau ngga…selebihnya blogwalking atau sekedar berselancar ke lamat situs-situs lain yang menyajikan berita dan informasi menarik….

Yah..alasan klise sih kalo mau diungkapin, seperti: sibuk lah, ga sempet lah, males lah ato apapun…Padahal imbasnya ya ke aku juga sih..Banyak sekali peristiwa penting yang terlewatkan dan ngga sempat dituangkan dalam rangkaian kata, yang tentunya akan menjadi catatan perjalanan hidupku dan akan terus abadi serta menjadi sebuah kisah yang tak ternilai…

Beberapa peristiwa penting yang terlewatkan antara lain adalah kebersamaan dengan anggota keluarga melewati hari-hari yang penuh dengan keceriaan, canda-tawa dan suka ria. Apalagi ketika kami berlibur ke pantai, semua terasa begitu lepas, seolah semua beban dalam hidup ini sirna…sebuah kebersamaan yang terlalu indah untuk dilewatkan…

Peristiwa penting lainnya adalah tentang statusku yang kini resmi 100% menjadi kuli negara sebagai PNS (Dosen) di STAIN Cirebon. Setelah menjalani masa-masa penantian selama 1 tahun, akhirnya pada 1 Oktober 2009 kemarin, statusku yang awalnya sebagai CPNS Dosen dengan gaji 80% dari gaji pokok, sekarang resmi menjadi PNS Dosen dan berhak mendapatkan gaji penuh 100%, Alhamdulillah….

Sebetulnya masih banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dan belum sempat dituangkan dalam catatan blogku ini, mungkin lain kali akan aku tulis dalam satu bagian tersendiri, sehingga semua yang terserak dari serpihan-serpihan pengalaman hidupku tak kan terlewatkan lagi…Semoga..

Hakekat Idul Fitri

Posted in hikmah dengan kaitan (tags) on Oktober 6, 2009 by didijunaedihz

Pada hakekatnya, dalam diri manusia ada fitrah untuk senantiasa berbuat baik dan menjauhkan diri dari perbuatan jahat. Demikian juga halnya, pada diri manusia selalu ada kerinduan untuk terus menerus mengikuti jalan agama yang benar. Maka ketika manusia tergelincir berbuat kejahatan yang menghinakan dirinya serta menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan agamanya, Allah mengingatkan mereka melalui firmannya. Dalam Q., s. al-Rum: 30 ditegaskan: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Rasulullah saw. melalui salah satu hadisnya juga menyebutkan bahwa pada dasarnya setiap anak manusia dilahirkan dalam keadaan suci, tak bernoda. “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Maka tergantung pada kedua orang tuanya lah yang menjadikan anak seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi” (HR. Bukhari).

Dari dua landasan teologis di atas, jelaslah bahwa dalam diri manusia ada potensi bersih dan suci. Prinsip kebaikan ini diakui oleh seluruh umat manusia, sedangkan nafsu akan senantiasa mengantarkan manusia menuju kehinaan dan kesengsaraan.

Hari raya Idul fitri yang baru saja berlalu, selain mengingatkan kita akan perlunya kita kembali ke fitrah insaniyah kita, juga mengingatkan kita akan pentingnya persaudaraan yang dalam bahasa agama disebut “ukhuwah”. Ikatan ukhuwah ini yang pada gilirannya akan melahirkan sikap tasammuh (toleransi), al-musaawah (persamaan), dan yang tak kalah pentingnya adalah at-takaful al-ijtima’i (solidaritas sosial).

Marilah kita sejenak melihat kondisi bangsa Indonesia yang sedang terpuruk ini. Bermula dari krisis moneter kemudian menjadi krisis ekonomi, krisis kepercayaan kepada pemerintah dan akhirnya menjadi krisis global, seluruh sendi kehidupan terkena imbas krisis.

Indonesia yang dulu dikenal sebagai negeri yang damai, tenang, gemah ripah lohjinawi. Namun sekarang semua tinggal isapan jempol belaka. Keutuhan sebagai bangsa tercabik-cabik, terkoyak-koyak, oleh ketidaksepahaman dan perbedaan. Perbedaan suku, agama, ras dan golongan, telah memicu pertikaian, permusuhan yang seringkali mengakibatkan pertumpahan darah dan korban jiwa. Ini semua akibat dari ukhuwah yang lemah, rapuh dan mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Sesungguhnya, kalau seluruh penduduk negeri ini mau menanamkan sikap ukhuwah, baik ukhuwah wathoniyah (semangat nasionalisme), ataupun ukhuwah basyariyah (ikatan kemanusiaan), niscaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi. Kalaulah kita bangsa Indonesia mau kembali kepada ajaran agama, tentulah Indonesia ini akan senantiasa damai, tenang, tentram, adil dan makmur.

Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1430 H

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , on September 21, 2009 by didijunaedihz

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

018725132

Kepada seluruh pengunjung setia Blog “Secercah Harap”, di hari yang fitri ini saya ingin mengucapkan:

تقبّل الله منّا ومنكم من العائدين والفائزين والمقبولين كلّ عام ونحن بخير

“Taqabbalallahu Minna wa Minkum Minal ‘Aidin wal Faizin wal Maqbulin, Kullu ‘Amin wa Nahnu bi Khairin”

” Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1430 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

Ttd,

Pengelola Blog “Secercah Harap”

(Didi Junaedi, M.A.)


Islamic Calendar

Posted in Uncategorized on September 4, 2009 by didijunaedihz

Refleksi 2 Tahun Usia Pernikahan Kami…

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , , , , on September 2, 2009 by didijunaedihz

28Tak terasa, kemarin, tepatnya Selasa, 1 September 2009, genap dua tahun sudah usia pernikahan kami. Sebuah rentang waktu yang masih seumur jagung, memang, tetapi sudah banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan dalam hal membina rumah tangga.

Sejak masih sama-sama melajang, sebelum akhirnya kami memutuskan menikah, kami sudah sepakat untuk berusaha menerima kondisi satu sama lain. Baik-buruk, manis-pahit, suka-duka yang kelak kami lalui dalam menjalani hidup bersama akan kami jalani dengan ikhlas. Komitmen untuk saling mengerti dan memahami, disertai saling keterbukaan dalam komunikasi menjadi kesepakatan kami berdua. Inilah, yang menurut kami kunci keharmonisan dalam membina rumah tangga.

4406_1140873236425_1065256124_30428690_1834637_n

Dua tahun sudah berlalu, kehidupan kami berdua semakin lengkap dengan hadirnya buah hati tercinta. Livia Maulida Rahmadina (Simbol/lambang Perdamaian yang lahir di bulan Maulud sebagai Rahmat bagi Didi dan Nana (kedua orang tuanya) , dialah permata hati kami, belahan jiwa kami. Lahir pada Ahad pagi, Pukul 03.00 WiB, 8 Maret 2009. Kehadirannya betul-betul membawa nuansa kebahagiaan tersendiri bagi kehidupan rumah tangga kami. Hari-hari kami terasa lebih indah. Kehidupan kami pun lebih bergairah. Aku, yang kini selain menjadi seorang suami, telah berperan sebagai ayah bagi anak kami seakan mendapat semangat baru dalam bekerja, untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarga. Istriku, yang ketika sebelum hadirnya si kecil Via sering merasa jenuh sepulangnya dari kantor, kini semua perasaan cape, lelah, jenuh segera terobati begitu ia sampai di rumah. Karena, menurutnya, melihat wajah si kecil ‘Dede Via’, sudah cukup menghilangkan segala penatnya.

Saya pun merasakan hal yang sama. Ketika bertumpuk pekerjaan kantor membuatku stres, maka satu-satunya obat penawar tersebut adalah putri kecilku. Ya, si cantik Via dapat menjadi penawar paling mujarab atas segala lelah dan letihku. Allah telah memberikan anugerah terindah dalam hidupku. Syukur kehadirat-Mu senantiasa kami panjatkan Ya Allah…

Kini, setelah dua tahun usia pernikahan kami, kami hanya bisa berharap dan memohon kepada Allah SWT, semoga bahtera rumah tangga kami, biduk rumah tangga kami yang masih terus berlayur mengarungi samudera cinta-Nya menuju dermaga Ridlo-Nya, senantiasa mendapatkan rahmat dan keberkahan-Nya. Semoga cita-cita membentuk sebuah keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah di bawah naungan ridlo-Nya benar-benar terwujud. Amiiin…

IMG0204A

Buat Istriku Tercinta : Musyrifatun Nabawiyah (Nana), Terimakasih atas kebersamaan dalam membina rumah tangga selama ini, semoga cinta suci dan kasih murni kita, yang terjalin di dalam ikatan suci pernikahan dapat kita jaga sampai ajal memishkan kita…Amiin…Ya Rabbal ‘Alamin…

Marhaban Ya Ramadhan…

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , on Agustus 22, 2009 by didijunaedihz

ramzan-kareem-wallpapers-2

Tak terasa, saat ini kita sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan. Hari ini, merupakan hari pertama bagi kita umat Islam menjalankan ibadah puasa pada tahun 1430 H ini.

Ibadah puasa, sebagaimana disebut dalam beberapa literatur keagamaan (Islam), merupakan sebuah ibadah yang memiliki nilai (prestige) tersendiri dibanding ibadah-ibadah lainnya. Seperti disebut dalam salah satu hadis qudsi yang menyatakan, “Puasa itu untuk-Ku (Allah), dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya”.

Hadis qudsi di atas menegaskan tentang keistimewaan ibadah puasa dibanding ibadah-ibadah lainnya. Karena, pahala (nilai) ibadah puasa tidak dijelaskan secara gamblang, berbeda dengan ibadah lainnya, seperti shalat, zakat ataupun haji. Nilai ibadah puasa hanya Allah saja yang tahu.

Ibadah puasa juga merupakan satu-satunya ibadah yang membutuhkan tingkat kejujuran yang tinggi. Karena hanya dia (si pelaku) yang menjalani ibadah puasa, dan Allah saja yang tahu tentang ibadah puasa yang dijalankannya. Tanpa ketaqwaan dan kejujuran yang tinggi, seseorang akan dapat dengan mudah mengelabui orang lain atas ibadah yang dilakukannya.

Ibadah puasa mengajarkan tentang hubungan vertikal (hablun minallah), berupa kepatuhan menjauhi segala larangan yang dapat membatalkan puasa, atau menghilangkan nilai ibadah puasa, serta hubungan horisontal (hablun minannas), berupa sikap empati terhadap sesama manusia, yang hidup dalam kekurangan. Kesediaan seseorang untuk ikut merasakan lapar dan dahaga, mengajarkan sebuah kesadaran akan pentingnya solidaritas sosial terhadap sesama.

Dengan demikian, ibadah puasa merupakan sarana vertikal-horisontal seseorang dalam mencapai derajat taqwa guna merengkuh ridlo-Nya.

Semoga awal ramadhan ini, menjadi awal yang baik bagi kita semua. Sehingga di penghujung bulan ini, memasuki bulan syawwal nanti, kita kembali menjadi jiwa-jiwa yang suci laksana bayi yang baru lahir. Amin…

Memaknai Semangat Kemerdekaan

Posted in artikel (opini) dengan kaitan (tags) , , , , on Agustus 17, 2009 by didijunaedihz

imagesHari ini, Senin, 17 Agustus 2009, tepat 64 tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, 64 tahun yang lalu Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, setelah sebelumnya berada di bawah cengkeraman kuku-kuku tajam penjajah.

Peristiwa bersejarah ini merupakan momen terpenting dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Kemerdekaan adalah dambaan setiap manusia, masyarakat ataupun bangsa. Kemerdekaan berarti lepasnya segala bentuk belenggu, tekanan, kekangan, serta penjajahan dalam bentuk apapun. Kemerdekaan berarti independensi yang diakui, eksistensi yang dimaklumi, serta kebebasan yang diindahkan. Sedangkan penjajahan berarti kemerdekaan yang dirampas, eksistensi yang diabaikan, serta kebebasan yang dibelenggu.

Inilah nikmat yang sesungguhnya. Nikmat kemerdekaan merupakan hak asasi setiap manusia, masyarakat ataupun bangsa. Merdeka, menjadikan manusia lebih dinamis, kreatif, progresif dan produktif. Kemerdekaan menjadikan suatu bangsa mampu menunjukkan eksistensinya di mata dunia. Kemerdekaan, dengan demikian merupakan kunci kemajuan suatu individu, masyarakat ataupun bangsa. Baca selebihnya »

Sahabat Baruku, Laptop Acer Aspire 4736Z

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , on Agustus 15, 2009 by didijunaedihz

images1Alhamdulillah…Itulah ucapan yang tak henti-hentinya keluar dari bibirku. Rasa syukur tak terhingga aku panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena dengan kemurahan-Nya, serta atas rizki-Nya, aku bisa mewujudkan impianku untuk mempunyai sebuah Notebook (Laptop).

Keinginan yang telah lama terpendam dalam benakku, yang senantiasa memunculkan sebuah tanya, Kapan yah aku bisa memiliki sebuah laptop?

Sekali lagi, alhamdulillah…sekarang aku sudah menemukan jawaban atas pertanyaan di atas. Tepatnya, Sabtu sore, 15 Agustus 2009, aku bersama istriku mendatangi sebuah toko komputer di daerah Tegal, Vista Computer namanya. Sebetulnya, itu kunjunganku kedua kalinya ke toko tersebut, karena beberapa hari sebelumnya aku sudah melakukan transaksi dengan pemilik toko. Setelah MELIHAT, MENIMBANG, MEMUTUSKAN, akhirnya akupun  MENETAPKAN pilihan. Dan…pilihan itu jatuh pada LAPTOP ACER ASPIRE 4736Z dengan harga 6 Juta rupiah pas, tidak kurang tidak lebih. Karena pada saat itu kebetulan barang tinggal satu dan sudah dibeli oleh seseorang, maka akupun diminta untuk memesannya, jika memang tertarik dengan laptop tersebut. Sebagai tanda jadi, aku harus membayar DP sebesar 300 rb rupiah. Pemilik toko menjanjikan kalau barang akan datang hari sabtu. Nah, kunjungan kedua kalinya ke toko tersebut, dengan ditemani istri pada hari Sabtu itu merupakan perjanjian dengan pemilik toko untuk pengambilan barang.images2

Setelah melunasi kekurangan pembayaran akupun langsung membawa pulang Laptop baruku itu. Kini, hidupku terasa lebih berwarna setelah kehadiran sahabat baruku, yang akan selalu setia menemani kemanapun aku pergi. Ya, dialah LAPTOP ACER ASPIRE 4736Z.