Menulis Untuk Keabadian

Dikirim nulis yuk dengan kaitan (tags) , , pada Juni 29, 2009 oleh didijunaedihz

imagesPerkenankan saya mengawali tulisan ini dengan sebuah pertanyaan: Untuk apa kita menulis?

Jawaban yang muncul atas pertanyaan tersebut tentu beragam. Ada seseorang yang menulis sekedar untuk ‘curhat’, yakni mencurahkan isi hatinya. Ada pula yang menulis untuk menjajakan ide serta gagasannya. Pun ada yang menulis untuk ‘rehat’ sejenak dari segala rutinitas kesehariannya. Di sisi lain, belakangan banyak orang menulis, entah artikel, buku, novel atau apapun jenisnya untuk mencari popularitas.

Hemat saya, apapun motivasi seseorang dalam menulis, satu hal yang pasti bahwa menulis akan membawa kita pada keabadian. Menulis, pada hakekatnya menunjukkan eksistensi seseorang. Menulis juga menegaskan kualitas seseorang. Menulis membuka mata orang lain (pembaca) untuk menyelami alam pikiran kita. Menulis menata serpihan-serpihan pengalaman hidup untuk kita susun menjadi sebuah bangunan pemikiran yang utuh. Menulis menghimpun yang terserak, menyatukan yang terpisah dan mengingat yang terlupakan dari kepingan-kepingan pengetahuan yang tersimpan rapih dalam alam bawah sadar kita.

Dalam sebuah ungkapan bijak dinyatakan, Verba volant Scripta manent, ucapan akan hilang, tulisan akan abadi. Sebaik apapun ucapan akan begitu mudah hilang ditelan waktu. Seburuk apapun tulisan akan abadi sepanjang masa. Secemerlang apapun ide kita, jika hanya diungkapkan dalam bahasa lisan, tidak akan bertahan lama. Tetapi gagasan sederhana yang tertuang apik dalam sebuah tulisan akan menjadi catatan sejarah yang abadi.

Usia seseorang boleh seumur jagung. Tetapi karya seseorang akan berumur panjang. Seorang penulis akan terus disebut namanya melalui karya-karyanya, meskipun jasadnya sudah berkalang tanah. Karyanya akan mengabadikan namanya.

Untuk itu, menulislah untuk keabadian!

Ketika Prabowo ke Kampungku

Dikirim sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , pada Juni 22, 2009 oleh didijunaedihz

Minggu, 21 Juni 2009, merupakan hari yang istimewa bagi sebagian besar warga Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, khususnya kaum nelayan. Tanah kelahiranku tersebut, kemarin kedatangan salah seorang cawapres yang akan bertarung dalam Pilpres 8 Juli 2009 mendatang. Ya, dialah Prabowo Subianto. Cawapres pasangan Megawati Soekarnoputri itu kemarin siang, sekitar pukul 10.00 WIB mengunjungi kampung nelayan di sekitar wilayah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Kluwut. Kedatangannya tidak dalam rangkaian Kampanye Pilpres, tetapi bersilaturahmi dengan warga nelayan di wilayah Pantura.

pra1

Kedatangan Prabowo disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat Desa Kluwut dan sekitarnya. Karena berbarengan dengan diadakannya pesta laut (sedekah laut—ritual tahunan yang diadakan kaum nelayan), maka Prabowopun  didaulat untuk memimpin prosesi pelarungan kepala kerbau ke tengah laut, sebagai sesaji untuk dewa laut, menurut kepercayaan kaum nelayan setempat. Saat itu juga, Prabowo ditahbiskan sebagai Bapak Nelayan Pantura, yang meliputi wilayah Brebes, Tegal dan Pemalang.

Setelah kurang lebih satu jam di lokasi acara, dengan agenda prosesi pelarungan kepala kerbau ke laut, memberikan kata sambutan, dan sedikit wawancara dengan kaum nelayan dan tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat, Prabowo dan rombongan pun meninggalkan Desa Kluwut.

Aku sendiri tidak berada di tempat tersebut ketika acara berlangsung. Aku sedang menghadiri acara Bedah Buku bertajuk “Memilih Alat Kontrasepsi yang Alami dan Halal”, yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, salah satu ortom Muhammadiyah bagi remaja putri Muhammadiyah. Acara tersebut bertempat di Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Mujahidin Kluwut, tidak jauh dari acara pesta laut berlangsung.

Ada ataupun tidak ada acara yang berbarengan dengan acara pesta laut, aku enggan menghadiri acara pesta laut atau dikenal dengan sebutan sedekah laut itu. Alasanku jelas, ritual yang sarat dan kental dengan nuansa kemusyrikan tersebut merupakan salah satu agenda yang selama ini aku coba untuk menghilangkannya. Aku selalu menyosialisasikan dalam berbagai forum majelis taklim, pengajian ataupun acara-acara keagamaan lainnya, bahwa ritual yang selama ini dilakukan kaum nelayan setiap tahun itu akan mengikis akidah serta keyakinan kita sebagai seorang muslim dan mukmin. Apalagi masyarakat desa Kluwut dikenal sangat agamis. Tetapi, entah kenapa untuk masalah yang satu itu, baik pemerintah setempat ataupun para juru dakwah belum sanggup untuk menghilangkannya.

Menginstall Semangat

Dikirim sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , , , , pada Juni 15, 2009 oleh didijunaedihz

Setelah beberapa hari absen dari dunia blogging, rasa kangen menjalar ke seluruh tubuh untuk kembali menjumpai para blogger, bolg walker serta para pengunjung setia di blogku ini.

Sekedar berbagi cerita. Beberapa hari belakangan ini aku disibukkan dengan tugas baruku sebagai anggota Tim Penyusun Panduan Penulisan Skripsi di Sekolah Tinggi Agma Islam Negeri (STAIN) Cirebon, tepatnya di Jurusan Syariah. Selama seminggu ini, kami anggota Tim yang berjumlah 6 orang diberi tugas untuk menyusun draft Panduan Penulisan Skripsi untuk jurusan syariah. Alhamdulillah, setelah melakukan diskusi maraton selama beberapa hari, akhirnya draft tersebut selesai juga. Saat ini sudah memasuki tahap editing dan lay out, untuk kemudian dicetak menjadi sebuah buku panduan penulisan skripsi untuk mahasiswa jurusan syariah di STAIN Cirebon.

Menurut schedule time yang telah kami sepakati, sosialisasi buku Panduan Penulisan Skripsi akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juni 2009 yang akan datang melalui program Workshop.

Sembari mempersiapkan acara workshop tersebut, untuk menginstall semangat agar hari H pelaksanaan workshop betul-betul bisa tampil maksimal, tadi siang, sekitar pukul 11.30 WIC (waktu Indonesia Cirebon) aku menuju ke Grage Mall Cirebon. Apa lagi yang dituju kalau bukan Toko Buku Gramedia. Ya, salah satu caraku untuk menginstall semangat adalah dengan menyambangi toko buku. Dari situ aku selalu merasa diinstall lagi semangat hidupku. Dengan demikian, aku bisa lebih merasa enjoy menjalani hari-hariku ke depan.

Aku tiba di Grage Mall sekitar pukul 11.40 WIC. Aku merasa ada sesuatu yang aneh di perutku. Oh, ternyata cacing-cacing di perutku sudah mulai konser dengan iringan musik orchestranya. Aku pun harus memahami kondisi ini. Akhirnya aku menuju warung Nasi Jamblang (makanan khas Cirebon), yakni nasi yang dibungkus dengan daun jati lengkap dengan sambal dan lauk-pauknya.

Selesai menyantap makan siang, aku segera menuju musholla di area parkir Grage Mall, karena waktu menunjukkan pukul 12.00 WIC. Usai shalat, aku segera melangkahkan kakiku ke Gramedia Book Store.

Seperti  biasa, aku selalu melihat tumpukan buku New Arrival dan Best Seller terlebih dahulu sebelum menuju ke rak-rak buku lainnya. Beberapa saat kemudian aku berhenti di salah satu rak buku yang tengah memajang sebuah buku baru berjudul The Power of Kepepet, karya Jaya Setiabudi. Awalnya, aku tertarik dengan covernya yang bergambar seorang laki-laki muda sedang berlari membawa sebuah buku karena hendak diterkam seekor harimau.kepepet

Untuk mengobati rasa penasaranku, langsung aja aku ambil sebuah buku yang sudah tidak bersegel. Setelah aku baca-baca sekilas, ternyata bagus juga isinya. Langsung aja aku ambil.

super leaderBeberapa langkah dari rak yang memajang buku tersebut, aku menjumpai sebuah buku yang sudah sejak beberapa waktu lalu ingin aku beli. Buku tersebut berjudul “Super Leader Super Manager”, karya Syafii Antonio. Buku tersebut menyingkap kisah sukses kehidupan seorang teladan sepanjang zaman, yakni Muhammad SAW. Akupun langsung mengambil buku tersebut tanpa ba-bi-bu.

Dua buah buku telah aku dapatkan. Waktu menunjukkan pukul 13.15 WIC. Aku segera menuju kasir untuk membayar dua buah buku tersebut.

Sejurus kemudian aku sudah berada di lantai bawah Grage Mall. Aku yang sedang terkena flu, dan sedari tadi berada diruang ber-AC, ingin segera menghangatkan badan. Akupun segera menuju ke Dunkin’ Donuts untuk memesan kopi susu dan dua buah donat. Sambil ditemani kopi susu dan donat, aku segera mengeluarkan sebatang rokok Dji Sam Soe dari dalam tas, serta dua buah buku yang baru kubeli tadi. Diiringi hisapan rokok yang mantap dan sruputan kopi yang maknyus, aku mulai membuka segel dua buah buku tersebut dan membaca beberapa bagian.kopidunkin

Setengah jam aku berada di ruang Dunkin’ Donuts yang nyaman tersebut. Tepat pukul 14.00 WIC aku meninggalkan tempat itu untuk segera menuju rumahku alias pulang. Sepanjang perjalanan aku merasa sudah ada semangat baru yang installed ke dalam diriku. Semoga semangat yang telah terinstall ini akan lebih memudahkanku untuk menjalani hari-hariku selanjutnya…Amiin…

Satu Tahap Terlewati

Dikirim sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , pada Juni 6, 2009 oleh didijunaedihz

imagesAlhamdulillah….setelah beberapa hari ini ngga beredar di dunia maya lewat blog, akhirnya aku bisa posting lagi tulisanku untuk menjumpai para fans yang udah lama ga sabar nunggu berita-berita terbaru dariku (ciyeee…sok terkenal, he…he..). Tak terhitung banyaknya sms serta email yang masuk ke inboxku, begitu juga dering telepon yang ga berhenti-berhenti menyakan perihal keadaanku, kenapa sudah beberapa hari ini ngga riwa-riwi di jagat maya…(he..he..maunya….)

Dengan segala kerendahan hati, pada apostingan perdana di bulan Juni ini aku hanya ingin sedikit bercerita tentang aktivitasku selama beberapa hari terakhir ini, sehingga ngga sempet mengupdate postingan di blog.

Aku baru saja menyelesaikan sebuah naskah buku dengan tema seputar “Orientasi Tekstual dan Kontekstual dalam Penafsiran Al-Qur’an”. Buku tersebut merupakan hasil penelitian serta kajianku untuk Tesis di Program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tempatku menimba ilmu dulu.

Keinginan untuk menyusunnya menjadi sebuah buku, sebetulnya sudah sejak lama tersirat dibenakku. Namun, baru saat ini bisa aku wujudkan. Saat ini naskah buku tersebut, dengan pelbagai revisi di sana-sini telah selesai aku kerjakan. Naskah tersebut sudah rapih dengan bentuk jilid soft cover untuk kemudian akan aku kirimkan ke salah satu penerbit yang sudah aku hubungi sebelumnya.

Aku hanya berharap, semoga naskah buku tersebut bisa diterima pihak penerbit untuk kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku. Saat ini, paling tidak satu tahap telah terlewati. Mudah-mudahan tahap-tahap berikutnya dapat berjalan mulus sesuai rencana. Amiin…

Who am I? (Sebuah Renungan)

Dikirim sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , pada Mei 30, 2009 oleh didijunaedihz

whoPernahkah kita bertanya pada diri sendiri tentang eksistensi kita? Siapa sebenarnya kita? Untuk apa kita dilahirkan? Hendak ke mana kita selanjutnya?

Kita terkadang lupa hakekat diri kita sendiri. Kita sudah terlalu lama melihat ke luar, tanpa pernah melihat ke dalam (diri). Kita telah dibuai oleh mata (lahiriyah) kita, sementara mata (batin) kita telah lama tertutup.

Memang, semua kenikmatan hidup yang bersifat bendawi, ragawi, dan materi itu menyenangkan, menyilaukan, sekaligus melalaikan. Bahkan, kesenangan sesaat tersebut bisa menjerumuskan, menghancurkan dan menghinakan.

Coba kita lihat diri kita. Mana yang lebih banyak  dipenuhi kebutuhannya, jasmani atau ruhani, jiwa atau raga?

Coba kita lihat sekali lagi diri kita. Sudahkah kita menjadi sosok manusia yang berguna bagi sesama? Disaat kita senang, apakah orang lain juga ikut merasakan kesenangan kita? Disaat orang lain sedih, apakah kita juga ikut berempati atas kesedihannya?

Coba sekali lagi kita lihat diri kita. Apakah orang lain merasa senang dengan kehadiran kita, karena selalu berarti bagi mereka? Ataukah justru orang lain merasa terganggu dengan kehadiran kita, karena selalu merugikan mereka?

Mari kita renungkan bersama. Sudahkah kita menyadari eksistensi kemanusiaan kita?

Siapa Jawara Liga Champion Tahun Ini?

Dikirim sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , , pada Mei 26, 2009 oleh didijunaedihz

Rabu dini hari nanti, akan menjadi penentuan, siapa jawara liga Champion tahun ini. Apakah “The Red Devils” Manchester United, ataukah The “Azulgrana” Barcelona?

Sebagai Fans Berat MU, aku berharap MU bisa memupus ambisi Barca dengan sekor kemenangan ga usah muluk-muluk 2-0 saja cukup. Gmn Menurut sampeyan? Ada komentar?

Qick Writing

Dikirim sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , , pada Mei 20, 2009 oleh didijunaedihz

Sesuai judulnya, tulisan ini dibuat secara cepat, mendadak, tanpa persiapan, dan tidak terikat dengan tema tertentu. Kenapa hal ini saya lakukan? Jujur sejujur-jujurnya, saya lagi ga tahu mau nulis apa?

Para pakar penulisan mengatkan bahwa semakin banyak membaca, maka semakin banyak pula ide yang bisa dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Saya tidak menyangkal tesis tersebut. Tetapi, kenyataannya semakin banyak membaca, saya justru semakin bingung mau nulis apa dan mulai dari mana?

Ya udahlah, dari pada bingung mau nulis apa, mending saya cerita tentang aktivitas saya selama hampir 2 minggu ini bergaul dengan buku.

Alhamdulillah selama hampir dua minggu ini bergaul dengan buku, saya sudah menyelesaikan beberapa buah judul buku:

1. Setengah Isi Setengah Kosong, karya Parlindungan Marpaung. Buku ini  bagus banget, menginspirasiku untuk menjalani hidup lebih enjoy. Berusaha lebih empati kepada orang lain.

2. Mengapa Terkadang Saya Merasa Allah Tidak Adil?, karya Muhammad Muhyidin.  Sebuah karya yang menggugah kesadaran saya untuk lebih bisa menilai diri sendiri.

3. The Road to Allah, karya Jalaluddin Rahmat. Dalam buku ini diuraikan secara apik tahapan-tahapan menuju perjumpaan dengan Allah.

4. Pelatihan Shalat Khusyu, karya Abu Sangkan. Sebuah jawaban atas pertanyaan sebagian besar di antara kita yang menjalankan sholat hanya sebatas menunaikan kewajiban, tanpa mengindahkan substansi terdalam dari ibadah tersebut. Penulis menuntun kita untuk mencapai tahapan khusyu dalam shalat.

5. From Zero to Hero, karya Sholihin Abu Izzuddin. Buku berisi motivasi dan inspirasi yang dikemas dengan nuansa Islami, diperkaya dengan sitiran ayat-ayat al-Quran dan periwayatan yang bersumber dari hadis Nabi.

Itulah sekilas cerita pergaulan saya dengan sejumlah buku 2 minggu terakhir ini. Masih ada beberapa buku lain yang menunggu untuk dijamah.

Bacaan-bacaan tersebut menginspirasi saya untuk menulis sejumlah artikel atau semacam refleksi agar pemahaman bisa lebih dalam. Tentunya, tidak sekarang saya mewujudkan keinginan tersebut. Butu waktu untuk memetakannya menjadi sebuah tulisan yang menarik untuk dibaca dan dikaji.

Saya jadi semakin yakin dengan tesis para pakar penulisan tasi, yakni “Semakin banyak membaca,  semakin membuat kita kaya ide dan gagasan untuk dituangkan menjadi sebuah tulisan, atau bahkan buku”.

MU Jawara Liga Primer 2009

Dikirim sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , pada Mei 16, 2009 oleh didijunaedihz

Piala-dennis-isiManchester United (MU) memastikan gelar Juara Liga Primer setelah pada pertandingan versus Arsenal di stadion Old Trafford tadi malam berkesudahan 0-0. Hasil imbang ini cukup mengantarkan MU menjadi kampiun Liga Inggris tahun ini.

Dengan perolehan 87 poin, selisih 7 poin dari rival terdekatnya, Liverpool yang masih menyisakan dua pertandingan, capaian MU ini musthail terkejar oleh Liverpool. Dengan demikian, keinginan fans MU untuk mengadakan pesta di kandang sendiri tercapai. MU berpesta di The Theater of Dream Old Trafford.

Ini merupakan gelar juara Liga Primer yang ke-18 bagi MU. Torehan ini menyamai perolehan Liverpool dalam merengkuh Trophy liga domestik di dataran Inggris ini.

Sebagai catatan, dengan menjadi juara liga primer tahun ini, berarti MU mencetak hat-trick (2007-2009) yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada 1999-2001 juga MU mencapai hal yang sama.

Sebagai fans berat MU, saya ucapkan selamat kepada Cristiano Ronaldo dkk. Congratulation!!!

PKS…oh… PKS….

Dikirim sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , pada Mei 16, 2009 oleh didijunaedihz

imagesSandiwara macam apa yang tengah dipertontonkan jagat perpolitikan di negeri bernama Indonesia akhir-akhir ini? ‘Isuk dele sore tempe’ (pagi masih kedelai, sore udah jadi tempe), demikian istilah jawa yang paling tepat untuk menggambarkan karakter serta sikap para politisi di negeri ini. Sikap inkonsisten dan mencla mencle ternyata sudah menjadi bagian tradisi dari proses demokrasi di negeri ini.

Salah satu yang paling menjadi sorotan publik adalah sepak terjang para politisi dari PKS, salah satu partai Islam yang katanya memiliki kader-kader ‘bersih’ dan tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu kekuasaan.

Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain. Setelah sebelumnya mengkritik habis-habisan, karena merasa dikecewakan oleh SBY, yang akhirnya memilih Boediono sebagai  pendampingnya dalam pilpres mendatang, padahal jauh hari sebelumnya PKS menawarkan Hidayat Nur Wahid sebagai cawapres pasangan SBY, akhirnya PKS kembali merapat ke kubu SBY, yakni menjadi mitra koalisi Partai Demokrat.

Hal ini ditegaskan dengan kehadiran Presiden PKS, Tifatul Sembiring, pada acara deklarasi SBY-Berbudi kemarin malam di Aula Sabuga, ITB Bandung. PKS, tampaknya tidak ingin lepas begitu saja dari ranah kekuasaan. Padahal, sebagaimana dilansir sejumlah media, kritikan-kritikan pedas karena kekecewaan dan rasa sakit hati kader-kader PKS atas sikap SBY yang seolah ingin jalan sendiri menyiratkan bahwa PKS sudah tidak sejalan dengan Partai Demokrat.

Bahkan, penulis menyaksikan sendiri ketika tayangan Suara Anda di Metro TV beberapa hari lalu menghadirkan wakil sekjen PKS, Fahri Hamzah, yang disandingkan dengan Saiful Mujani, Direktur LSI, tampak jelas kekecewaan PKS atas sikap SBY. Bahkan beberapa kali Fahri Hamzah terlihat begitu emosional menanggapi pernyataan Saiful Mujani, yang menyebutkan bahwa Boediono adalah alternatif yang tepat sebagai cawapres pendanmping SBY. Dialog yang semula biasa saja berubah menjadi panas, bahkan akhirnya tidak dilanjutkan, karena perdebatan antara Fahri Hamzah dan Saeful Mujani sudah mengarah pada sentimen kelompok.

Dari kenyataan di atas, jelas bahwa PKS yang awalnya begitu kecewa, bahkan mengancam untuk menarik dukungan kepada SBY, ternyata dalam hitungan hari sudah kembali bermesraan dengan SBY dan Partai Demokratnya.

PKS..oh PKS…sebenarnya apa yang kau cari???

Obsesi: Nulis Buku

Dikirim sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , , pada Mei 12, 2009 oleh didijunaedihz

buku1Sampai saat ini, ada satu obsesi saya yang belum tercapai: Nulis Buku! Padahal hasrat untuk menuangkan gagasan dalam sebuah buku utuh, bukan serpihan-serpihan pemikiran atau kumpulan artikel, telah lama menggelayut dalam benak saya. Keinginan itu semakin memuncak setiap kali saya jalan-jalan ke toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, Kharisma, Salemba atau toko-toko buku lainnya.

Ketika saya menyusuri rak demi rak buku di sejumlah toko tersebut, hasrat saya untuk menulis buku semakin menggelora. Apalagi ketika saya melihat judul-judul buku yang begitu variatif, dari yang sangat sederhana (maksudnya tidak begitu menarik) sampai yang eye catching (memesona). Seolah saya disadarkan bahwa begitu banyak tema yang bisa ditulis, begitu luas pokok bahasan yang bisa dikaji untuk kemudian dijadikan sebuah buku. Tetapi, lagi-lagi sebuah alasan klasik menjadi tembok penghalang untuk memenuhi obsesi tersebut: Sulit mencari waktu luang! Dan, ditambah lagi satu alasan yang selalu muncul dalam diri: Malas untuk memulai! Baca selebihnya »