Musyrifatunnabawiyyah (Nana)
Anugerah Terindah dalam Hidupku
Oleh: Yang Mencintai dan Menyayangimu
Didi Junaedi (Mas Didi)
Hamparan bumi di bawah naungan langit dengan hiasan gugusan bintang-bintang dan planet-planet beserta tata suryanya yang begitu menakjubkan, seakan tak mampu melukiskan perasaanku saat ini.
Andaikan lautan seisinya ditumpahkan ke muka bumi pun tak akan mampu mencurahkan segala rasa yang ada di hatiku saat ini. Hanya kebesaran Allah Swt yang mampu menjawab semua ini.
Mungkin, saat ini akulah orang yang paling bahagia di dunia ini. Betapa tidak, setelah melalui perjalanan panjang nan terjal, berliku, dan melelahkan, melewati sejumlah rintangan dan cobaan, yang sesekali menggoyahkan keimananku, mengoyak asa dan cita yang kudamba, bahkan menggoreskan luka di hati yang begitu dalam, akhirnya dengan kemahamurahan dan kemahabesaran Allah Swt aku dipertemukan dengan ‘belahan jiwa’ku. Seseorang yang selama ini aku cari dalam setiap langkahku, yang selalu aku panjatkan doa kepada-Nya untuk dipertemukan denganku, yang akan mengisi hari-hariku dan menemaniku sepanjang hidupku.
Aku tak kuasa menyembunyikan rasa haruku, bahagia bercampur untaian rasa syukur yang tak terperikan atas karunia nikmat yang begitu besar dari Allah Swt. Hampir-hampir, kalau aku mengikuti perasaanku, aku tak mampu membendung derasnya deraian air mata yang mengalir membasahi pipiku. Aku tak bisa menahan rasa bahagia yang begitu membuncah mengisi setiap relung jiwaku, mendesir seiring aliran darahku dan mengikuti setiap desah nafasku.
Allah telah mempertemukanku dengan seseorang yang begitu baik, cantik, pengertian, penuh perhatian, tulus dan mau menerimaku apa adanya. Dialah Musyrifatunnabawiyyah (Nana). Dialah Anugerah Terindah dalam Hidupku.
Aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu menjaganya, menjadikannya ‘Ratu’ dalam hidupku yang tak akan mampu tergantikan oleh wanita manapun di dunia ini. Dia telah mampu menghapus jejak langkah masa laluku. Dia telah mengobati sejumlah goresan luka yang pernah tertoreh di lubuk hatiku.
Alangkah bodohnya aku, jika aku melukai hatinya. Aku tak akan pernah tega untuk melakukannya. Demi menjaga amanat Allah yang mulia ini, jangankan raga, nyawapun akan aku pertaruhkan untuk menjaga dan melindunginya. Aku tidak sedang membual atau merangkai rayuan gombal untuk mengelabuinya, tetapi aku sedang berjanji pada diriku sendiri, disaksikan oleh Allah Swt. yang telah mempertemukanku dengannya.
Ya Allah, semoga Anugerah Terindah yang telah Engkau berikan padaku ini mampu aku jaga sampai akhir hayatku. Hanya kekuatan dari-Mu lah yang mampu mewujudkan harapanku ini. Ya Allah, perkenankanlah doa hamba-Mu ini. Amiiin…
17 Juli 2007