Oleh: Didi Junaedi HZ
Tantangan terbesar dari modernitas dalam kehidupan beragama adalah keragaman, bukan sekularisasi. Modernitas membuat kelompok agama menolak perbedaan dan menghendaki penyeragaman, termasuk dalam berkeyakinan.
Fenomena penolakan terhadap keyakinan yang berbeda dengan mainstream keyakinan yang ada, tampaknya begitu jelas hadir di negeri ini. Beberapa waktu lalu, umat bergama dihebohkan dengan mencuatnya kelompok yang menamakan dirinya al-Qiyadah Islamiyah. Resistensi kelompok agama terhadap kehadiran kelompok ‘agama baru’ tersebut begitu luar biasa. Label sesat dan kafir pun disematkan kepada ‘agama baru’ tersebut. Belakangan, yang masih hangat diperbincangkan, yakni Jamaah Ahmadiyah. Para penganut ajaran ini pun mengalami nasib yang sama, yakni penolakan akan kehadirannya di bumi pertiwi ini. View full article »

