Archive for Januari 21, 2008


Oleh: Didi Junaedi HZ

Tantangan terbesar dari modernitas dalam kehidupan beragama adalah keragaman, bukan sekularisasi. Modernitas membuat kelompok agama menolak perbedaan dan menghendaki penyeragaman, termasuk dalam berkeyakinan.

Fenomena penolakan terhadap keyakinan yang berbeda dengan mainstream keyakinan yang ada, tampaknya begitu jelas hadir di negeri ini. Beberapa waktu lalu, umat bergama dihebohkan dengan mencuatnya kelompok yang menamakan dirinya al-Qiyadah Islamiyah. Resistensi kelompok agama terhadap kehadiran kelompok ‘agama baru’ tersebut begitu luar biasa. Label sesat dan kafir pun disematkan kepada ‘agama baru’ tersebut. Belakangan, yang masih hangat diperbincangkan, yakni Jamaah Ahmadiyah. Para penganut ajaran ini pun mengalami nasib yang sama, yakni penolakan akan kehadirannya di bumi pertiwi ini. View full article »

Oleh : Didi Junaedi HZ

Beberapa hari belakangan ini, sejumlah insan film yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia (MFI) menggugat keberadaan Lembaga Sensor Film (LSF). Mereka menganggap tidak perlu ada sensor dalam industri perfilman nasional. Alasannya, sensor membendung kreativitas.

Melalui tulisan ini, penulis ingin urun rembug dalam menyikapi polemik yang tengah berlangsung seputar masih relevan atau tidak keberadaan LSF saat ini. View full article »

Baru-baru ini, wacana seputar pembubaran Lembaga Sensor Film (LSF) mencuat. Adalah sekelompok insan film yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia (MFI) yang menggelindingkan wacana tersebut. Alasan mereka, LSF memasung kreativitas dan membatasi ruang gerak kebebasan berekspresi. Atas dasar itu, mereka mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi untuk melakukan uji materiil (judicial review) terhadap Undang-Undang (UU) sensor film, yakni pasal 8 tahun 1992. UU itu mereka anggap bertentangan dengan UUD 1945. View full article »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.