Sudah tiga hari ini aku jadi Pengawas Satuan Pendidikan UN 2009 di SMA N 1 Paguyangan Brebes. Sudah tiga hari pula aku meninggalkan keluarga tercinta, istri serta putri kecilku yang baru berusia 45 hari.
Berat memang, jauh dari orang-orang terkasih, apalagi aku baru punya momongan. Tetapi, demi menjalankan amanat, tugas negara yang sangat penting, demi masa depan bangsa ini, aku rela kehilangan kebersamaanku dengan keluarga selama lima hari ini.
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) kali ini sedikit berbeda. Dari standar kelulusan siswa hingga pelaksanaan di lapangan. Saat ini, siswa yang ingin lulus UN harus memenuhi standar kelulusan, yakni meraih nilai minimal 5,5 untuk setiap pelajaran. Sementara pelaksanaan di tempat ujian, khususnya pengawasan pun mulai ditingkatkan.
Ketika UN 2008 lalu, aku juga menjadi salah satu anggota Tim Pemantau Independen (TPI). Kewenangan TPI ketika itu tidak seluas kewenangan yang dimilikan Pengawas Satuan Pendidikan kali ini. Kalau dulu, anggota TPI tidak diperkenakan menegur atau masuk ruangan ujian, sekarang Pengawas Satuan Pendidikan berhak menindak langsung pelaku kecurangan dan juga diperkenankan masuk ruang ujian jika dipandang perlu.
Setelah menjalani tugas sebagai pengawas selama beberapa hari ini, aku ingin berbagi cerita suka dukaku menjalani tugas ini.
Sukanya, aku bisa bertemu dengan orang-orang baru, berbagi pengalaman, sharing informasi serta masih banyak lagi nilai positif yang aku dapatkan selama menjalani tugas ngawas beberapa hari ini.
Belum lagi, suasana di daerah Paguyangan, yang berada di kawasan selatan dari Kabupaten Brebes dan berbatasan dengan Kabupaten Banyumas ini cukup sejuk. Maklum, daerah pegunungan. Hawa sejuk dan udara yang begitu sepoi-sepoi ini menambah semangatku untuk menjalankan tugas negara ini. Hawa dingin dan udara sejuk ini merupakan hal yang mustahil aku jumpai di daerah tempat tinggalku, yang nota bene di kawasan Pantura.
Dukanya, ya jauh dari orang -rang tercinta dan terkasih, yakni istri, anak dan orang tua.
Namun, betapapun ada duka dalam tugas ini, sukanya jauh melebihi dukanya. Aku yakin, suatu saat nanti, kenyataan yang aku alami sekarang ini akan menjadi cerita nostalgia yang indah kelak di kemudian hari…Semoga…