unmplSuatu ketika, diakhir perkuliahan penulis mengajukan sebuah pertanyaan kepada para mahasiswa tingkat akhir. Pertanyaannya singkat saja: Setelah lulus kuliah nanti, kalian mau ke mana? Dan jawaban spontan yang mereka lontarkan adalah: Mencari pekerjaan.

Menyimak jawaban spontan yang dilontarkan para calon sarjana tersebut, seusai perkuliahan penulis merenung. Kalau jawaban serempak yang mereka lontarkan adalah mencari pekerjaan, artinya terbuka peluang besar bagi mereka untuk menjadi pengangguran. Apa pasal? Kita semua mafhum bahwa di tengah kondisi ekonomi bangsa yang tidak menentu ini, peluang untuk mendapatkan pekerjaan sangatlah kecil. Sejumlah perusahaan bahkan melakukan perampingan karyawan. Tidak sedikit pula yang gulung tikar alias bangkrut.images4

Di sisi lain, untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pun tidak mudah. Rasio kebutuhan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang ada. Kalau sudah demikian kenyataannya, lantas mau ke mana mereka semua?

Apakah mereka hanya mengandalkan selembar ijazah yang dibawa ke sana-kemari dari satu instansi ke instansi lainnya, atau dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, yang ujung-ujungnya berakhir dengan kalimat yang tidak enak di dengar: Tidak ada lowongan!?Ataukah mereka justru mau menggali potensi dirinya, sehingga bisa menemukan jawaban atas persoalan yang tengah dihadapinya?

Ironis, memang, seorang sarjana yang notabene sudah dibekali seperangkat intelektualitas dan pengetahuan selama bertahun-tahun, ternyata begitu lulus kuliah images31terbentur oleh suatu kenyataan, menganggur.

Semangat Wirausaha

Menyikapi kondisi memprihatinkan yang dialami oleh ribuan bahkan mungkin jutaaan sarjana nganggur di atas, maka sudah saatnya para sarjana merubah mindset (pola pikir) mereka, bahkan untuk para calon sarjana yang masih duduk di bangku kuliah, perlu menyadari bahwa kondisi riil di lapangan, tidak seindah yang dibayangkan. Mereka harus mulai memikirkan solusi atas persoalan yang akan dihadapinya kelak ketika lulus kuliah.

Salah satu cara efektif untuk menjawab persoalan tersebut adalah dengan menanamkan semangat atau jiwa wirausaha sedini mungkin. Entrepreneurship skill (kemampuan berwirausaha) akan sangat membantu mereka untuk mengatasi masalah laten berupa sulitnya mencari lapangan kerja, kelak ketika mereka lulus kuliah nanti.

Kalau kita cermati, banyak sekali peluang wirausaha yang bisa dijalankan, bahkan ketika mereka masih berstatus mahasiswa sekalipun. Mengawali wirausaha bisa bermula dari hobi, skill (keterampilan), atau bahkan sesuatu yang baru sama sekali.

Seorang mahasiswa yang memiliki hobi di dunia tulis menulis, misalnya, bisa mengembangkan hobi serta bakatnya tersebut untuk dijadikan ladang penghasilannya kelak. Mereka bisa mulai mengirimkan tulisan-tulisannya ke sejumlah media cetak, baik berupa artikel opini, pengalaman perjalanan, kiat serta tips-tips tertentu, atau tulisan-tulisan lain seperti puisi, cerpen dan sebagainya. Tentu, ketika tulisan tersebut dimuat, mereka akan mendapatkan honor yang lumayan. Lebih lanjut, ketika mereka sudah terlatih menulis, mereka bisa menulis buku sesuai dengan bidang keahlian atau minatnya. Mereka akan mendapat royalti dari buku yang ditulisnya itu.

Adapun mereka yang punya skill di bidang lain, seperti kemampuan berbahasa asing, misalnya, bisa membuka lembaga kursus. Mereka yang lihai dalam pengetikan, bisa membuka usaha jasa pengetikan (rental komputer). Mereka yang menyenangi dunia kuliner, bisa membuka usaha katering. Mereka yang senang dengan dunia showbiz, bisa membuka event organizer untuk acara-acara tertentu, seperti konser musik, launching produk, pesta pernikahan (wedding party) dan lain sebagainya, dan masih banyak lagi peluang-peluang usaha yang bisa dijalankan oleh para sarjana, atau mahasiswa sekalipun.

Intinya, para mahasiswa dan para sarjana harus menyadari potensi dirinya, menggali kemampuannya, serta mengetahui minat dan bakatnya. Kemampuan menggali potensi diri akan menciptakan sosok mahasiswa atau sarjana yang kreatif dan inovatif. Mereka akan selalu menciptakan peluang, meraih kesempatan dan menghasilkan kreativitas.

Dengan demikian diharapkan, mereka tidak tergantung untuk mencari pekerjaan setelah lulus kuliah nanti. Mereka bisa dengan bangga menunjukkan bahwa disaat orang lain mencari pekerjaan, mereka justru menciptakan pekerjaan, bahkan membuka lowongan kerja bagi orang lain. Semoga!