Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri tentang eksistensi kita? Siapa sebenarnya kita? Untuk apa kita dilahirkan? Hendak ke mana kita selanjutnya?
Kita terkadang lupa hakekat diri kita sendiri. Kita sudah terlalu lama melihat ke luar, tanpa pernah melihat ke dalam (diri). Kita telah dibuai oleh mata (lahiriyah) kita, sementara mata (batin) kita telah lama tertutup.
Memang, semua kenikmatan hidup yang bersifat bendawi, ragawi, dan materi itu menyenangkan, menyilaukan, sekaligus melalaikan. Bahkan, kesenangan sesaat tersebut bisa menjerumuskan, menghancurkan dan menghinakan.
Coba kita lihat diri kita. Mana yang lebih banyak dipenuhi kebutuhannya, jasmani atau ruhani, jiwa atau raga?
Coba kita lihat sekali lagi diri kita. Sudahkah kita menjadi sosok manusia yang berguna bagi sesama? Disaat kita senang, apakah orang lain juga ikut merasakan kesenangan kita? Disaat orang lain sedih, apakah kita juga ikut berempati atas kesedihannya?
Coba sekali lagi kita lihat diri kita. Apakah orang lain merasa senang dengan kehadiran kita, karena selalu berarti bagi mereka? Ataukah justru orang lain merasa terganggu dengan kehadiran kita, karena selalu merugikan mereka?
Mari kita renungkan bersama. Sudahkah kita menyadari eksistensi kemanusiaan kita?

Manchester United (MU) memastikan gelar Juara Liga Primer setelah pada pertandingan versus Arsenal di stadion Old Trafford tadi malam berkesudahan 0-0. Hasil imbang ini cukup mengantarkan MU menjadi kampiun Liga Inggris tahun ini.
Sandiwara macam apa yang tengah dipertontonkan jagat perpolitikan di negeri bernama Indonesia akhir-akhir ini? ‘Isuk dele sore tempe’ (pagi masih kedelai, sore udah jadi tempe), demikian istilah jawa yang paling tepat untuk menggambarkan karakter serta sikap para politisi di negeri ini. Sikap inkonsisten dan mencla mencle ternyata sudah menjadi bagian tradisi dari proses demokrasi di negeri ini.
Sampai saat ini, ada satu obsesi saya yang belum tercapai: Nulis Buku! Padahal hasrat untuk menuangkan gagasan dalam sebuah buku utuh, bukan serpihan-serpihan pemikiran atau kumpulan artikel, telah lama menggelayut dalam benak saya. Keinginan itu semakin memuncak setiap kali saya jalan-jalan ke toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, Kharisma, Salemba atau toko-toko buku lainnya.

Terjawab sudah teka-teki tentang siapa yang akan menantang MU di final Liga Champion pada 27 Mei 2009, di Stadion Olimpico, Roma, nanti. Kemarin, Kamis, 7 Mei 2009 dini hari, partai semifinal leg kedua antara Chelsea Vs Barcelona berakhir dramatis dengan kemenangan Barca 1-1, unggul dalam gol away di kandang Chelsea, setelah sebelumnya pada leg pertama di Noucamp Chelsea berhasil menahan imbang Barca 0-0.
Rabu, 6 Mei 2009, pukul 01.30 WIB dini hari, aku begitu antusias menyaksikan kick off babak semifinal Liga Champion second leg antara Manchester United (MU) Vs Arsenal. Aku yang notabene fans berat MU begitu berharap MU bisa tampil di babak final Liga Champion nanti untuk menghadapi pemenang antara Chelsea Vs Barcelona.

