Obsesi: Nulis Buku
Sampai saat ini, ada satu obsesi saya yang belum tercapai: Nulis Buku! Padahal hasrat untuk menuangkan gagasan dalam sebuah buku utuh, bukan serpihan-serpihan pemikiran atau kumpulan artikel, telah lama menggelayut dalam benak saya. Keinginan itu semakin memuncak setiap kali saya jalan-jalan ke toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, Kharisma, Salemba atau toko-toko buku lainnya.
Ketika saya menyusuri rak demi rak buku di sejumlah toko tersebut, hasrat saya untuk menulis buku semakin menggelora. Apalagi ketika saya melihat judul-judul buku yang begitu variatif, dari yang sangat sederhana (maksudnya tidak begitu menarik) sampai yang eye catching (memesona). Seolah saya disadarkan bahwa begitu banyak tema yang bisa ditulis, begitu luas pokok bahasan yang bisa dikaji untuk kemudian dijadikan sebuah buku. Tetapi, lagi-lagi sebuah alasan klasik menjadi tembok penghalang untuk memenuhi obsesi tersebut: Sulit mencari waktu luang! Dan, ditambah lagi satu alasan yang selalu muncul dalam diri: Malas untuk memulai!
Memang, kalau sekedar untuk menulis artikel saya bisa untuk mewujudkannya. Karena untuk sebuah artikel, paling dibutuhkan waktu antara 1-2 jam. Setelah itu tinggal diedit sana-sini, jadilah artikel dan siap dikirim ke media cetak, baik koran atau majalah. Untuk yang satu ini, alhamdulillah beberapa artikel saya telah diterbitkan (baca:dimuat) sejumlah media cetak (koran, majalah, jurnal) maupun elektronik (internet).
Tetapi untuk menulis sebuah buku, tentu dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, ditambah ketekunan, kesabaran dan konsistensi. Ini, yang masih menjadi kendala dalam upaya saya mewujudkan obsesi : Nulis Buku.
Kadang ada keinginan untuk membuat semacam bunga rampai pemikiran dari artikel-artikel yang telah dimuat sejumlah media massa tersebut. Tetapi, saya kurang tertarik untuk melakukannya. Serpihan-serpihan artikel dengan beragam tema tersebut masih kurang ‘menggigit’ untuk dijadikan sebuah buku. Yang ingin saya wujudkan adalah menulis sebuah buku utuh dengan tema tertentu, sehingga bahasannya menjadi dalam dan berisi.
Sejauh pengamatan saya, dalam ranah non-fiksi, tema-tema keagamaan, how to dan pengembangan diri (inspirasi, motivasi) masih menjadi idola di kalangan masyarakat pembaca. Sementara dalam dunia fiksi, novel bertema agama, cinta, dan teenlit, belakangan juga yang mengandung unsur komedi, humor masih merajai dunia penerbitan di Indonesia.
Dari dua ranah garapan di atas, nampaknya saya ingin memulai, sesuai dengan spesialisasi dan latar belakang keilmuan saya, yakni agama, menyusun sebuah buku bertema keagamaan dengan menyertakan unsur-unsur pengembangan jiwa berupa inspirasi dan motivasi. Untuk obsesi saya ini, saya perlu menyusun sebuah langkah, mengatur sebuah strategi agar keinginan ini benar-benar terwujud. Tentunya, hal ini butuh waktu.
Kalaupun saya ingin segera mewujudkan keinginan saya menulis buku saat ini, dengan tidak melihat kondisi riil minat baca masyarakat, bisa saja saya mengajukan naskah buku ke penerbit. Naskah yang saya maksud adalah sebuah hasil penelitian untuk Tesis saya ketika studi di Program Pascasarjana UIN Jakarta, yakni berkaitan dengan Tafsir Al-Qur’an.
Saya sudah menghubungi penerbit untuk maksud saya yang satu ini. Dan pihak penerbit meminta saya untuk mengirimkan naskah buku tersebut untuk dipelajari. Makanya, sekarang saya sedang mengutak-atik Tesis saya untuk dikirim ke penerbit dimaksud. Semoga saja penerbit bersangkutan mau menerbitkan naskah buku saya ini.
Tetapi, satu hal yang pasti, saya masih ingin menulis, menulis, dan menulis buku utuh yang merupakan refleksi dari pemahaman saya selama ini dengan tema keagamaan (spiritual). Buku yang akan merefleksikan pemahaman saya tentang kehidupan, keberagamaan, sosial, dan segala yang saya jumpai dalam perjalanan hidup ini. Semoga obsesi ini bisa segera terwujud.
Saya sangat mengharap sharing pengalaman para pembaca blog ini, para blogger, para penulis, para praktisi perbukuan dan penerbitan untuk memberikan masukan, ide-ide segar yang mungkin bisa memunculkan sebuah konsep untuk dituangkan menjadi buku yang mencerahkan dan mencerdaskan. Sehingga khazanah perbukuan di Indonesia semakin semarak. Saya tunggu sharing pengalamannya…..
Mei 13, 2009 pada 12:00 am
Semoga cepat tercapai
Mei 13, 2009 pada 1:17 am
amiiin….
Mei 15, 2009 pada 4:26 am
Buku agama sedang layu di pasar buku Indonesia Akhir-akhir ini. Saya mempunyai data-data valid tentang ini. Mending Anda menulis novel..ya novel. Novel apapun, novel sejarah, novel bergenre thriller, misteri, suspense. Atau mungkin novel plesetan/humor tentang realitas politik di republik ini. Sekali lagi pikirkan lagi untuk nulis buku bertema keagamaan…
Sekadar info, Andar sedang aku push untuk nulis novel (semacam memoar hidup dia) dari kecil samapai studi S2 di Perancis. Kemarin sudah saya baca 2 bab yang ia kirim. Saya yakin Anda juga bisa untuk nulis novel….
Semoga segera terlaksana dan tercapai.
Juni 4, 2009 pada 2:22 pm
“Menulis karya yang layak diterbit, mencari orang yang dapat dipercayai untuk menerbitkannya, dan mendapatkan orang yang waras untuk membacanya merupakan tiga kesukaran utama sebagai penulis.”
- CHARLES CALEB COLTON