Refleksi 2 Tahun Usia Pernikahan Kami…
Tak terasa, kemarin, tepatnya Selasa, 1 September 2009, genap dua tahun sudah usia pernikahan kami. Sebuah rentang waktu yang masih seumur jagung, memang, tetapi sudah banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan dalam hal membina rumah tangga.
Sejak masih sama-sama melajang, sebelum akhirnya kami memutuskan menikah, kami sudah sepakat untuk berusaha menerima kondisi satu sama lain. Baik-buruk, manis-pahit, suka-duka yang kelak kami lalui dalam menjalani hidup bersama akan kami jalani dengan ikhlas. Komitmen untuk saling mengerti dan memahami, disertai saling keterbukaan dalam komunikasi menjadi kesepakatan kami berdua. Inilah, yang menurut kami kunci keharmonisan dalam membina rumah tangga.

Dua tahun sudah berlalu, kehidupan kami berdua semakin lengkap dengan hadirnya buah hati tercinta. Livia Maulida Rahmadina (Simbol/lambang Perdamaian yang lahir di bulan Maulud sebagai Rahmat bagi Didi dan Nana (kedua orang tuanya) , dialah permata hati kami, belahan jiwa kami. Lahir pada Ahad pagi, Pukul 03.00 WiB, 8 Maret 2009. Kehadirannya betul-betul membawa nuansa kebahagiaan tersendiri bagi kehidupan rumah tangga kami. Hari-hari kami terasa lebih indah. Kehidupan kami pun lebih bergairah. Aku, yang kini selain menjadi seorang suami, telah berperan sebagai ayah bagi anak kami seakan mendapat semangat baru dalam bekerja, untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarga. Istriku, yang ketika sebelum hadirnya si kecil Via sering merasa jenuh sepulangnya dari kantor, kini semua perasaan cape, lelah, jenuh segera terobati begitu ia sampai di rumah. Karena, menurutnya, melihat wajah si kecil ‘Dede Via’, sudah cukup menghilangkan segala penatnya.
Saya pun merasakan hal yang sama. Ketika bertumpuk pekerjaan kantor membuatku stres, maka satu-satunya obat penawar tersebut adalah putri kecilku. Ya, si cantik Via dapat menjadi penawar paling mujarab atas segala lelah dan letihku. Allah telah memberikan anugerah terindah dalam hidupku. Syukur kehadirat-Mu senantiasa kami panjatkan Ya Allah…
Kini, setelah dua tahun usia pernikahan kami, kami hanya bisa berharap dan memohon kepada Allah SWT, semoga bahtera rumah tangga kami, biduk rumah tangga kami yang masih terus berlayur mengarungi samudera cinta-Nya menuju dermaga Ridlo-Nya, senantiasa mendapatkan rahmat dan keberkahan-Nya. Semoga cita-cita membentuk sebuah keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah di bawah naungan ridlo-Nya benar-benar terwujud. Amiiin…

Buat Istriku Tercinta : Musyrifatun Nabawiyah (Nana), Terimakasih atas kebersamaan dalam membina rumah tangga selama ini, semoga cinta suci dan kasih murni kita, yang terjalin di dalam ikatan suci pernikahan dapat kita jaga sampai ajal memishkan kita…Amiin…Ya Rabbal ‘Alamin…
September 8, 2009 pada 3:27 pm
makasih sayang ku mudah-mudahan cinta dan sayang kita tetap abadi sampai ajal yang memisahkan kita Amiiiiiiiiin ya…..robal Alamin.
pah na ga minta apa-apa dihari ulang tahun pernikahan kita.na hanya minta papah sekarang tambah perhatiannya ma na,na butuh orang yang peduli ma na,yang perhatian ma na.apalagi sekarang dah ada buah hati kita yang lucu dan cantik.
pah na sayang pa2h,na pengin kita sekarang saling terbuka dan pengertian.
Salam sayang wat suamiku yang tersayang,mudah2an tahun demi tahun dapat kita lalui dengan kesabaran dan penuh cinta Amiiiiiiiin.
September 8, 2009 pada 3:39 pm
Makasih juga sayangku…cintaku…mas juga selalu berdoa semoga kita bisa menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah…dan semoga buah hati kita bisa menjadi anak yang sholihah…Amiiin…