Menjadi Local Enumerator (LE) Dana BOS (Bag. 1)
Sudah seminggu ini saya menjalani aktivitas sebagai Local Enumerator (LE) Dana BOS di sejumlah Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Brebes. Sebuah aktivitas yang cukup menyita waktu tetapi cukup menyenangkan, sebagai sarana refreshing di tengah kesibukan utama sebagai seorang dosen.
Sebelum bercerita lebih lanjut tentang ‘tugas baru’ ini, mungkin ada di antara teman-teman blogger yang masih belum familiar dengan istilah Enumerator ataupun Local Enumerator. Bagi yang sudah paham, anggap saja ini sebagai sharing atau berbagi informasi saja. Secara sederhana Enumerator bisa diartikan sebagai ‘pencari data’, dalam istilah lain sering disebut surveyor. Adapun Local Enumerator adalah petugas lokal (suatu wilayah atau daerah) tertentu yang bertugas mencari data tentang ‘sesuatu’.
Okey, biar lebih jelas, saya ingin sedikit flash back tentang ihwal tugas baru saya ini. Mulanya, suatu malam saya didatangi seseorang, yang kebetulan teman tetangga saya. Ia mengatakan maksud kedatangannya adalah meminta kesediaan saya untuk menjadi salah satu anggota tim pemantau dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Brebes. Saya, yang ketika itu masih belum ‘ngeh’ tentang tugas dan cara kerja pemantau tersebut, langsung mengajukan beberapa pertanyaan. Mengapa saya yang dipilih?Trus apa tugasnya nanti? Pertanyaan pertama dijawab dengan mengatakan bahwa yang dicari adalah beberapa orang guru atau dosen yang tidak mengajar di SD/MI atau SMP/MTs. Okey, sampai di sini saya paham. Saya memang murni hanya mengajar di perguruan tinggi dan tidak mengajar di sekolah dasar ataupun menengah. Pertanyaan kedua dijawab dengan singkat, ‘belum tahu’.
Selanjutnya, ia meminta nama lengkap saya beserta no hp, sebagai data awal untuk dikirim ke Jakarta. Sebagai informasi, kegiatan tersebut nanti akan didanai oleh Bank Dunia, sebuah lembaga yang nota bene mengucurkan dana BOS untuk kepentingan pendidikan di Indonesia.
Selang beberapa hari, tepatnya 2 hari setelah pertemuan tak terduga di malam tersebut, saya mendapat telepon dari Jakarta yang menginformasikan bahwa nama saya masuk dalam nominator enumerator untuk monitoring dana BOS di Kabupaten Brebes. Saya diminta hadir untuk proses interview di Hotel Bahari Inn Tegal, pada Selasa, 3 Nopember 2009, Pukul 13.00 WIB dengan membawa curriculum vitae (CV).
Tepat pada hari yang ditentukan, saya pun hadir di tempat acara 15 menit sebelum acara dimulai. Tepat pukul 13.00 WIB, kami para peserta interview berjumlah 12 orang memasuki ruangan. Setelah mengisi daftar hadir, kami diminta meninggalkan ruangan, untuk menunggu giliran interview. Satu persatu peserta dipanggil. Ketika tiba giliran saya, dengan penuh percaya diri saya menghadapi dua orang panitia dari pusat (Jakarta). Sekitar 10 menit saya menjalani proses interview. Sebelum meninggalkan ruangan, panitia pusat mengatakan bahwa nanti malam keputusan atau hasil interview akan langsung disampaikan via phone. Mereka juga menginformasikan bahwa hanya 6 orang saja yang akan dipilih, dari 12 orang peserta interview. Saya pun pulang dengan penuh harap semoga nanti malam mendapat berita baik berupa lolos seleksi.
Tepat pukul 20.00 WIB, hp saya berdering. Dengan harap-harap cemas, saya angkat hp tersebut. Dari seberang, terdengar suara seorang perempuan muda yang tidak saya kenal. Ternyata, dia adalah salah seorang anggota panitia pusat yang tadi sore menginterview saya. Dengan nada bertanya dia mengatakan, “Ini dengan Pak Didi junaedi?” “Iya betul, saya sendiri”, jawab saya. “Selamat ya Pak, Bapak sekarang bergabung bersama tim kami, Bapak lolos seleksi”, demikian ucapnya. “Alhamdulillah”, batin saya berucap. “Besok pagi, pukul 09.00 WIB, Bapak dimohon hadir untuk mengikuti pelatihan sehari tentang enumerator dana BOS, bertempat di Hotel Bahari Inn, Tegal”, tegasnya. “Baik bu,” jawab saya. “Oke Pak, kalau begitu sampai ketemu besok pagi di tempat acara”, pungkasnya. Telepon pun ditutup.
Rabu, 4 Nopember 2009, pukul 8.15 WIB, saya sudah siap berangkat menuju tempat acara. Tiba di lokasi pelatihan pukul 8.45 WIB, 15 menit sebelum acara pelatihan dimulai. Tidak seperti saat interview yang dilaksanakan on time. Acara pelatihan ini sempat molor ½ jam, karena menunggu beberapa peserta yang belum datang. Acara baru benar-benar diumulai pukul 9.35 WIB.
Pukul 12.00 WIB, seluruh peserta dan pemateri pelatihan beristirahat. Sembari menikmati hidangan makan siang di resto Hotel Bahari Inn Tegal, kita saling berbincang tentang gambaran pelaksanaan tugas sebagai enumerator ini nanti di lapangan. Selesai makan siang, kita melaksanakan sholat zuhur di kamar salah seorang pemateri.
Pukul 13.15 WIB acara pelatihan dilanjutkan sampai sore hari pukul 16.30 WIB. Selanjutnya, masing-masing dari kami dibekali sejumlah materi pelatihan dan rincian tugas yang akan kami laksankan di lapangan nanti. Acara pelatihan pun ditutup tepat pukul 16.45 WIB. Kami pun kembali ke rumah masing-masing.
Jumat, 6 Nopember 2009, pukul 07.30 WIB, salah seorang tim enumerator pusat menghubungi saya via phone, menanyakan apakah saya bersedia mendampingi kunjungan ke sekolah-sekolah. Maka saya jawab bersedia. Pagi itu, mereka menunggu di depan jalan raya dekat tempat tinggal saya. Hanya dalam hitungan menit, saya pun sudah bersamanya untuk memulai tugas sebagai LE. Meskipun surat tugas dari Dinas Pendidikan belum ada di tangan, karena masih dalam proses, tetapi karena didampingi tim dari pusat, saya pun berani memulai tugas baru sebagai LE.