Investasi Akhirat

Posted in hikmah dengan kaitan (tags) , on Agustus 7, 2009 by didijunaedihz

Kehidupan modern dewasa ini menjadikan manusia larut dalam budaya meterialisme. Pemujaan terhadap nafsu kebendaan kian hari kian terlihat jelas. Hari demi hari, setiap orang berlomba-lomba untuk menggapai kesuksesan, yang tidak lain dimaknai sebagai harta berlimpah, jabatan prestisius, rumah megah, mobil mewah, serta investasi baik dalam bentuk deposito, properti atau pun lainnya.

Mereka terbuai dengan kesuksesan duniawi yang bersifat sementara. Sedangkan kesuksesan hakiki nan abadi, yakni kesuksesan dan kebahagiaan ukhrawi mereka lupakan. Investasi duniawi dengan menumpuk kekayaan mereka tempuh dengan berbagai cara. Bahkan, tidak jarang menghalalkan segala cara. Sementara investasi ukhrawi dengan memperbanyak amal shalih mereka lupakan.

Padahal, Allah Swt menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu. “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Q.S. Al-Hadid: 20).

Dalam ayat lain Allah Swt juga menerangkan bahwa kehidupan akhirat itu lebih baik daripada kehidupan dunia. “Dan sesungguhnya akhir (akhirat) itu lebih baik daripada permulaan (dunia)” (Q.S. Adh-Dhuha: 4).

Allah Swt memerintahkan umat-Nya untuk mempersiapkan bekal (investasi) sebanyak-banyaknya untuk kehidupan, baik di dunia ini, lebih-lebih di akhirat kelak. Hal ini terekam jelas dalam firman-Nya, “Dan berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”. (Q.S. Al-Baqoroh: 197).

Dari beberapa keterangan ayat di atas, jelaslah bahwa investasi yang akan langgeng serta membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi kita adalah investasi akhirat, yakni taqwa.

Rasulullah Saw bersabda, “barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, cita-citanya akhirat maka dia mendapatkan tiga perkara : Pertama, Allah menjadikan kecukupan dihatinya; kedua, Allah mengumpulkan urusannya; dan ketiga, dunia datang kepada dia dalam keadaan dunia itu hina (dunia datang sendiri kepada kita tanpa perlu kita kejar). Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, cita-citanya dunia, maka dia mendapatkan tiga perkara : Pertama, Allah menjadikan kemelaratan ada didepan mata; kedua, Allah mencerai-beraikan urusannya; dan ketiga, dunia tidak datang kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja” (HR. At Tirmidzi )

Pengalaman Pertama Online, Begitu Menggoda

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) on Juli 23, 2009 by didijunaedihz

Yes! Akhirnya sekarang aku punya email. Demikian teriakku kegirangan, ketika pertama kali aku dibuatkan email oleh salah seorang teman kuliahku dulu. Ketika itu, tahun 1999-an aku masih duduk di bangku kuliah (semester III) di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Itulah pertama kalinya aku berkenalan dengan dunia maya (internet).

Sebagai seorang yang datang dari daerah, saat itu aku masih sangat awam dengan dunia internet. Memang, ketika awal kuliah, sekitar pertengahan tahun 1998-an aku sudah sering mendengar istilah email, chatting, browsing, download dan istilah-istilah lainnya yang berhubungan dengan jagat virtual itu. Tetapi, sungguh, aku masih blank sama sekali dengan aktivitas tersebut. Padahal, menurut penuturan beberapa teman kuliah yang sudah akrab dengan internet, kita bisa mencari sekaligus menemukan apa pun yang kita ingin ketahui melalui internet. Dari materi-materi kuliah, info-info terkini seputar dunia pendidikan, sosial, politik, ekonomi, budaya, bahkan gaya hidup (life style) para selebriti dalam dan luar negeri dapat kita jumpai dengan mudah melalui penelusuran di jagat maya tersebut. Bahkan, dengan berseloroh temanku mengatakan, “lu mau nyari cewek model apa aja ada, dari yang tertutup rapat, sampai yang telanjang bulat semuanya tersedia di internet”. Dari penuturan beberapa orang temanku itulah, yang membuatku semakin penasaran dan ingin tahu caranya berinternet ria. Baca selebihnya »

Menulis, Merelaksasi Pikiran dan Perasaan

Posted in nulis yuk dengan kaitan (tags) , , , , on Juli 16, 2009 by didijunaedihz

imagesSetiap hari, kita selalu menemui beragam peristiwa, pelbagai kondisi, bermacam keadaan yang mungkin akan membuat kita senang, sedih, haru, marah, kesal, bahagia dan beragam perasaan lainnya yang berkecamuk dalam diri kita. Kita juga mungkin akan berpikir kenapa semua peristiwa tersebut bisa terjadi? Bagaimana kita menyikapi serangkaian pengalaman hidup tersebut?

Pikiran dan perasaan, senantiasa mengiringi langkah kita dalam menjalani kehidupan ini. Pikiran positif dan negatif. Perasaan senang dan sedih. Semua itu terasa memenuhi seluruh relung jiwa kita, menyesakkan dada kita, menyumbat  alam bawah sadar kita. Semakin lama, pikiran dan perasaan yang telah menumpuk itu akan memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku kita. Ketika timbunan peristiwa yang terjadi setiap hari memenuhi dan menyesakkan otak kita, maka kita sering merasa tertekan, yang akan berujung pada depresi atau stres.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana agar timbunan peristiwa, tumpukan kejadian, serta rentetan pengalaman hidup ini tidak berlama-lama mendekam dalam alam bawah sadar kita, sehingga dapat kita manfaatkan untuk menjadi sebuah potensi yang akan menjadi daya dobrak dalam diri kita?

Salah satu cara yang saya pahami untuk mengurangi tingkat ketertekanan, atau bahkan bisa menjadi sarana relaksasi bagi pikiran dan perasaan kita adalah dengan ‘Menulis’. Ya, menulis membuat kita lebih rileks. Itu yang saya rasakan selama ini. Apapun yang kita alami, baik senang, sedih, haru, marah, kesal, bahagia, benci, cinta, sinis, simpatik, ketika kita tuangkan dalam sebuah tulisan akan membuat kita flow, rileks, santai, lebih enjoy dalam menjalani hidup ini.

Pernyataan ini bukan sebuah isapan jempol belaka. Ini nyata, ril, berdasarkan pengalaman. Bahkan sejumlah penelitian menyebutkan bahwa dengan menulis, menuliskan pengalaman hidup yang kita alami, atau sekedar mengungkapkan apa saja yang ada di benak kita ke dalam sebuah tulisan, akan membuat kita lebih sehat, lebih fresh. Menulis mampu mengendorkan urat syaraf kita yang sedang tegang. Menulis merelaksasikan otot dan otak kita. Menulis membuat kita lebih bisa menerima kenyataan, memahami kehidupan, dan menjadi sarana introspeksi diri yang ampuh.

Singkatnya, menulis dapat menyegarkan pikiran yang sedang kalut, menyemangati diri yang tengah gundah, membangkitkan motivasi yang sedang terpuruk, serta merelaksasikan perasaan yang sedang tidak menentu. Mari menulis untuk menyehatkan diri dan jiwa kita! Salam Menulis!

Merefresh Semangat Nulis

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , on Juli 14, 2009 by didijunaedihz

imagesKemarin siang sepulang ngantor, tepatnya pukul 12.30 WIB saya mampir ke Gramedia Book Store Grage Mall Cirebon untuk melihat-lihat buku-buku baru. Seperti biasa, ketika semangat menulis mulai menurun, saya biasanya merefresh, menyegarkan kembali semangat nulis dengan mengunjungi toko buku terbesar di Indonesia tersebut. Tujuannya jelas, membangkitkan kembali spirit serta motivasi menulis.

Setibanya di lokasi, ternyata sedang ada bursa buku murah penerbit Gramedia dengan diskon sampai 70% hingga 80%. Pameran buku tersebut bertempat di lantai bawah Grage Mall. Saya pun langsung berkelililng dari satu rak ke rak lainnya. Setelah puas melihat-lihat, saya pun beranjak dari tempat tersebut, karena memang dari ratusan judul buku yang digelar dan dipajang, yang notabene buku terbitan beberapa tahun yang lalu itu, tidak ada satu pun yang membuat saya tertarik, meskipun harganya cukup miring.

Selanjutnya, saya langsung menuju ke Gramedia Book Store yang berada di lantai 2 Grage Mall. Target pertama saya adalah melihat buku-buku new release, kemudian buku-buku kategori best seller. Ternyata belum ada buku-buku yang eye catching, yang bisa membuat saya terpesona, he..he..

Saya pun meneruskan penelusuran menuju rak demi rak dari kategori sosial, politik, agama, entrepreneurship, sampai self help/self motivation/self development. Di rak yang terakhir inilah mata saya tertuju pada sebuah buku yang lumayan ‘eye catching’. Sebuah buku yang pernah dibahas dalam acara talk show ‘Kick Andy’ beberapa waktu lalu. Judul buku tersebut adalah “Young on Top” (30 Rahasia Sukses di Usia Muda), karya Billy Boen, seorang esmud (eksekutif muda) bergelar Master of Business Administration jebolan State University West Georgia, Amerika Serikat.

Penasaran dengan isi buku tersebut, saya langsung membuka halaman daftar isi. Hal ini biasa saya lakukan ketika melihat sebuah buku yang menarik perhatian. Tujuannya tentu untuk mengetahui garis besar isi keseluruhan buku tersebut. Buku yang terdiri dari empat bagian tersebut, kesemua sub judulnya menggunakan bahasa Inggris. Namun demikian, semua istilah yang digunakan merupakan istilah yang cukup familiar bagi sebagian peminat buku-buku self help/self motivation/self development. Adapun keseluruhan isi buku tersebut tetap menggunakan bahasa Indonesia.

Setelah melihat sekilas isi buku tersebut, tanpa pikir panjang langsung saya ambil untuk kemudian saya bayar di kasir. Akhirnya, tidak sia-sia juga saya jalan-jalan ke Gramedia. Saya pulang dengan membawa buku yang sudah beberapa waktu lalu saya inginkan.

Semoga buku tersebut, disamping membuka cakrawala saya tentang kiat-kiat sukses di usia muda, juga merangsang kembali syaraf-syaraf otak kiri dan kanan saya untuk lebih semangat lagi untuk menulis.

Saatnya Menentukan Nasib Bangsa

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , on Juli 8, 2009 by didijunaedihz

imagesHari ini, Rabu, 8 Juli 2009 adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari ini seluruh warga masyarakat di segala penjuru tanah air akan melangsungkan pesta demokrasi, yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk masa jabatan 2009-2014.

Hari inilah nasib bangsa ini lima tahun yang akan datang ditentukan. Akan lebih baik atau lebih buruk, lebih maju atau lebih mundur, lebih tertata atau lebih semrawut, lebih bermartabat atau justru lebih terpuruk, masyarakat negeri ini yang akan menentukan pilihannya.

Sebagai warga negara yang baik, gunakan hak suara (hak pilih) anda. Jangan pernah golput. Golput tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Pilihan ada pada anda, mau yang Pro-Rakyat kek, mau yang Lebih Cepat Lebih Baik kek, atau mau yang LANJUTKAN! Kek, terserah, sesuai dengan hati nurani anda.

Mari sukseskan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 ini. Selamat MENCONTRENG…..

Menulis Untuk Keabadian

Posted in nulis yuk dengan kaitan (tags) , , on Juni 29, 2009 by didijunaedihz

imagesPerkenankan saya mengawali tulisan ini dengan sebuah pertanyaan: Untuk apa kita menulis?

Jawaban yang muncul atas pertanyaan tersebut tentu beragam. Ada seseorang yang menulis sekedar untuk ‘curhat’, yakni mencurahkan isi hatinya. Ada pula yang menulis untuk menjajakan ide serta gagasannya. Pun ada yang menulis untuk ‘rehat’ sejenak dari segala rutinitas kesehariannya. Di sisi lain, belakangan banyak orang menulis, entah artikel, buku, novel atau apapun jenisnya untuk mencari popularitas.

Hemat saya, apapun motivasi seseorang dalam menulis, satu hal yang pasti bahwa menulis akan membawa kita pada keabadian. Menulis, pada hakekatnya menunjukkan eksistensi seseorang. Menulis juga menegaskan kualitas seseorang. Menulis membuka mata orang lain (pembaca) untuk menyelami alam pikiran kita. Menulis menata serpihan-serpihan pengalaman hidup untuk kita susun menjadi sebuah bangunan pemikiran yang utuh. Menulis menghimpun yang terserak, menyatukan yang terpisah dan mengingat yang terlupakan dari kepingan-kepingan pengetahuan yang tersimpan rapih dalam alam bawah sadar kita.

Dalam sebuah ungkapan bijak dinyatakan, Verba volant Scripta manent, ucapan akan hilang, tulisan akan abadi. Sebaik apapun ucapan akan begitu mudah hilang ditelan waktu. Seburuk apapun tulisan akan abadi sepanjang masa. Secemerlang apapun ide kita, jika hanya diungkapkan dalam bahasa lisan, tidak akan bertahan lama. Tetapi gagasan sederhana yang tertuang apik dalam sebuah tulisan akan menjadi catatan sejarah yang abadi.

Usia seseorang boleh seumur jagung. Tetapi karya seseorang akan berumur panjang. Seorang penulis akan terus disebut namanya melalui karya-karyanya, meskipun jasadnya sudah berkalang tanah. Karyanya akan mengabadikan namanya.

Untuk itu, menulislah untuk keabadian!

Ketika Prabowo ke Kampungku

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , on Juni 22, 2009 by didijunaedihz

Minggu, 21 Juni 2009, merupakan hari yang istimewa bagi sebagian besar warga Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, khususnya kaum nelayan. Tanah kelahiranku tersebut, kemarin kedatangan salah seorang cawapres yang akan bertarung dalam Pilpres 8 Juli 2009 mendatang. Ya, dialah Prabowo Subianto. Cawapres pasangan Megawati Soekarnoputri itu kemarin siang, sekitar pukul 10.00 WIB mengunjungi kampung nelayan di sekitar wilayah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Kluwut. Kedatangannya tidak dalam rangkaian Kampanye Pilpres, tetapi bersilaturahmi dengan warga nelayan di wilayah Pantura.

pra1

Kedatangan Prabowo disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh masyarakat Desa Kluwut dan sekitarnya. Karena berbarengan dengan diadakannya pesta laut (sedekah laut—ritual tahunan yang diadakan kaum nelayan), maka Prabowopun  didaulat untuk memimpin prosesi pelarungan kepala kerbau ke tengah laut, sebagai sesaji untuk dewa laut, menurut kepercayaan kaum nelayan setempat. Saat itu juga, Prabowo ditahbiskan sebagai Bapak Nelayan Pantura, yang meliputi wilayah Brebes, Tegal dan Pemalang.

Setelah kurang lebih satu jam di lokasi acara, dengan agenda prosesi pelarungan kepala kerbau ke laut, memberikan kata sambutan, dan sedikit wawancara dengan kaum nelayan dan tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat, Prabowo dan rombongan pun meninggalkan Desa Kluwut.

Aku sendiri tidak berada di tempat tersebut ketika acara berlangsung. Aku sedang menghadiri acara Bedah Buku bertajuk “Memilih Alat Kontrasepsi yang Alami dan Halal”, yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, salah satu ortom Muhammadiyah bagi remaja putri Muhammadiyah. Acara tersebut bertempat di Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Mujahidin Kluwut, tidak jauh dari acara pesta laut berlangsung.

Ada ataupun tidak ada acara yang berbarengan dengan acara pesta laut, aku enggan menghadiri acara pesta laut atau dikenal dengan sebutan sedekah laut itu. Alasanku jelas, ritual yang sarat dan kental dengan nuansa kemusyrikan tersebut merupakan salah satu agenda yang selama ini aku coba untuk menghilangkannya. Aku selalu menyosialisasikan dalam berbagai forum majelis taklim, pengajian ataupun acara-acara keagamaan lainnya, bahwa ritual yang selama ini dilakukan kaum nelayan setiap tahun itu akan mengikis akidah serta keyakinan kita sebagai seorang muslim dan mukmin. Apalagi masyarakat desa Kluwut dikenal sangat agamis. Tetapi, entah kenapa untuk masalah yang satu itu, baik pemerintah setempat ataupun para juru dakwah belum sanggup untuk menghilangkannya.

Menginstall Semangat

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , , , , , on Juni 15, 2009 by didijunaedihz

Setelah beberapa hari absen dari dunia blogging, rasa kangen menjalar ke seluruh tubuh untuk kembali menjumpai para blogger, bolg walker serta para pengunjung setia di blogku ini.

Sekedar berbagi cerita. Beberapa hari belakangan ini aku disibukkan dengan tugas baruku sebagai anggota Tim Penyusun Panduan Penulisan Skripsi di Sekolah Tinggi Agma Islam Negeri (STAIN) Cirebon, tepatnya di Jurusan Syariah. Selama seminggu ini, kami anggota Tim yang berjumlah 6 orang diberi tugas untuk menyusun draft Panduan Penulisan Skripsi untuk jurusan syariah. Alhamdulillah, setelah melakukan diskusi maraton selama beberapa hari, akhirnya draft tersebut selesai juga. Saat ini sudah memasuki tahap editing dan lay out, untuk kemudian dicetak menjadi sebuah buku panduan penulisan skripsi untuk mahasiswa jurusan syariah di STAIN Cirebon.

Menurut schedule time yang telah kami sepakati, sosialisasi buku Panduan Penulisan Skripsi akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juni 2009 yang akan datang melalui program Workshop.

Sembari mempersiapkan acara workshop tersebut, untuk menginstall semangat agar hari H pelaksanaan workshop betul-betul bisa tampil maksimal, tadi siang, sekitar pukul 11.30 WIC (waktu Indonesia Cirebon) aku menuju ke Grage Mall Cirebon. Apa lagi yang dituju kalau bukan Toko Buku Gramedia. Ya, salah satu caraku untuk menginstall semangat adalah dengan menyambangi toko buku. Dari situ aku selalu merasa diinstall lagi semangat hidupku. Dengan demikian, aku bisa lebih merasa enjoy menjalani hari-hariku ke depan.

Aku tiba di Grage Mall sekitar pukul 11.40 WIC. Aku merasa ada sesuatu yang aneh di perutku. Oh, ternyata cacing-cacing di perutku sudah mulai konser dengan iringan musik orchestranya. Aku pun harus memahami kondisi ini. Akhirnya aku menuju warung Nasi Jamblang (makanan khas Cirebon), yakni nasi yang dibungkus dengan daun jati lengkap dengan sambal dan lauk-pauknya.

Selesai menyantap makan siang, aku segera menuju musholla di area parkir Grage Mall, karena waktu menunjukkan pukul 12.00 WIC. Usai shalat, aku segera melangkahkan kakiku ke Gramedia Book Store.

Seperti  biasa, aku selalu melihat tumpukan buku New Arrival dan Best Seller terlebih dahulu sebelum menuju ke rak-rak buku lainnya. Beberapa saat kemudian aku berhenti di salah satu rak buku yang tengah memajang sebuah buku baru berjudul The Power of Kepepet, karya Jaya Setiabudi. Awalnya, aku tertarik dengan covernya yang bergambar seorang laki-laki muda sedang berlari membawa sebuah buku karena hendak diterkam seekor harimau.kepepet

Untuk mengobati rasa penasaranku, langsung aja aku ambil sebuah buku yang sudah tidak bersegel. Setelah aku baca-baca sekilas, ternyata bagus juga isinya. Langsung aja aku ambil.

super leaderBeberapa langkah dari rak yang memajang buku tersebut, aku menjumpai sebuah buku yang sudah sejak beberapa waktu lalu ingin aku beli. Buku tersebut berjudul “Super Leader Super Manager”, karya Syafii Antonio. Buku tersebut menyingkap kisah sukses kehidupan seorang teladan sepanjang zaman, yakni Muhammad SAW. Akupun langsung mengambil buku tersebut tanpa ba-bi-bu.

Dua buah buku telah aku dapatkan. Waktu menunjukkan pukul 13.15 WIC. Aku segera menuju kasir untuk membayar dua buah buku tersebut.

Sejurus kemudian aku sudah berada di lantai bawah Grage Mall. Aku yang sedang terkena flu, dan sedari tadi berada diruang ber-AC, ingin segera menghangatkan badan. Akupun segera menuju ke Dunkin’ Donuts untuk memesan kopi susu dan dua buah donat. Sambil ditemani kopi susu dan donat, aku segera mengeluarkan sebatang rokok Dji Sam Soe dari dalam tas, serta dua buah buku yang baru kubeli tadi. Diiringi hisapan rokok yang mantap dan sruputan kopi yang maknyus, aku mulai membuka segel dua buah buku tersebut dan membaca beberapa bagian.kopidunkin

Setengah jam aku berada di ruang Dunkin’ Donuts yang nyaman tersebut. Tepat pukul 14.00 WIC aku meninggalkan tempat itu untuk segera menuju rumahku alias pulang. Sepanjang perjalanan aku merasa sudah ada semangat baru yang installed ke dalam diriku. Semoga semangat yang telah terinstall ini akan lebih memudahkanku untuk menjalani hari-hariku selanjutnya…Amiin…

Satu Tahap Terlewati

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , on Juni 6, 2009 by didijunaedihz

imagesAlhamdulillah….setelah beberapa hari ini ngga beredar di dunia maya lewat blog, akhirnya aku bisa posting lagi tulisanku untuk menjumpai para fans yang udah lama ga sabar nunggu berita-berita terbaru dariku (ciyeee…sok terkenal, he…he..). Tak terhitung banyaknya sms serta email yang masuk ke inboxku, begitu juga dering telepon yang ga berhenti-berhenti menyakan perihal keadaanku, kenapa sudah beberapa hari ini ngga riwa-riwi di jagat maya…(he..he..maunya….)

Dengan segala kerendahan hati, pada apostingan perdana di bulan Juni ini aku hanya ingin sedikit bercerita tentang aktivitasku selama beberapa hari terakhir ini, sehingga ngga sempet mengupdate postingan di blog.

Aku baru saja menyelesaikan sebuah naskah buku dengan tema seputar “Orientasi Tekstual dan Kontekstual dalam Penafsiran Al-Qur’an”. Buku tersebut merupakan hasil penelitian serta kajianku untuk Tesis di Program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tempatku menimba ilmu dulu.

Keinginan untuk menyusunnya menjadi sebuah buku, sebetulnya sudah sejak lama tersirat dibenakku. Namun, baru saat ini bisa aku wujudkan. Saat ini naskah buku tersebut, dengan pelbagai revisi di sana-sini telah selesai aku kerjakan. Naskah tersebut sudah rapih dengan bentuk jilid soft cover untuk kemudian akan aku kirimkan ke salah satu penerbit yang sudah aku hubungi sebelumnya.

Aku hanya berharap, semoga naskah buku tersebut bisa diterima pihak penerbit untuk kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku. Saat ini, paling tidak satu tahap telah terlewati. Mudah-mudahan tahap-tahap berikutnya dapat berjalan mulus sesuai rencana. Amiin…

Who am I? (Sebuah Renungan)

Posted in sekedar curhat dengan kaitan (tags) , , , on Mei 30, 2009 by didijunaedihz

whoPernahkah kita bertanya pada diri sendiri tentang eksistensi kita? Siapa sebenarnya kita? Untuk apa kita dilahirkan? Hendak ke mana kita selanjutnya?

Kita terkadang lupa hakekat diri kita sendiri. Kita sudah terlalu lama melihat ke luar, tanpa pernah melihat ke dalam (diri). Kita telah dibuai oleh mata (lahiriyah) kita, sementara mata (batin) kita telah lama tertutup.

Memang, semua kenikmatan hidup yang bersifat bendawi, ragawi, dan materi itu menyenangkan, menyilaukan, sekaligus melalaikan. Bahkan, kesenangan sesaat tersebut bisa menjerumuskan, menghancurkan dan menghinakan.

Coba kita lihat diri kita. Mana yang lebih banyak  dipenuhi kebutuhannya, jasmani atau ruhani, jiwa atau raga?

Coba kita lihat sekali lagi diri kita. Sudahkah kita menjadi sosok manusia yang berguna bagi sesama? Disaat kita senang, apakah orang lain juga ikut merasakan kesenangan kita? Disaat orang lain sedih, apakah kita juga ikut berempati atas kesedihannya?

Coba sekali lagi kita lihat diri kita. Apakah orang lain merasa senang dengan kehadiran kita, karena selalu berarti bagi mereka? Ataukah justru orang lain merasa terganggu dengan kehadiran kita, karena selalu merugikan mereka?

Mari kita renungkan bersama. Sudahkah kita menyadari eksistensi kemanusiaan kita?