Archive for Juli, 2007


Oleh: Deedee Joen

 

Na’ Sayang…

Pesonamu yang menggelayut manja di lubuk hatiku

Mampu menyihir jiwa dan ragaku

Seakan jiwaku terbelenggu, ragaku pun hanya terpaku

Mengikuti setiap gerak langkahmu

 

Na’ Sayang…

Aku tak bisa melepaskan bayangmu dari hidupku

Walaupun hanya sekejap saja, aku tetap tak mampu

Kau selalu hadir di setiap waktuku

Dalam kesendirian, bayangmu nampak begitu jelas menyapaku

Dalam keramaian, kaupun ‘hadir’ menyertaiku

 

Na’ Sayang…

Ku rindu hadirmu…

Ku kangen candamu, tawamu, manjamu…

Ku tak bisa melupakan semua itu…

Saat kita bersama

Hari-hari terasa begitu indah

 

Na’ Sayang…

Akankah kita selalu bersama?

Mengukir hari penuh cinta

Mewarnai hidup dengan kasih sayang

Merenda masa depan dengan cinta dan kasih sayang

 

Na’ Sayang…

Aku hadir untuk mu

Kau hadir untukku

Hidupmu adalah jiwaku

Hidupku adalah jiwamu

Cinta dan Sayangku ini hanya milikmu

Cinta dan Sayangmu itu hanya milikku

Kita jaga anugerah terindah dari Allah ini

Kita jadikan cinta, kasih, dan sayang ini jalan menuju ridlo-Nya

Semoga…

 

23 Juli 2007

Tiada saat yang paling indah,

Selain saat menyatunya dua hati

dalam balutan cinta dan kasih sayang

Saat ketika dua insan berlawanan jenis

merengkuh bahagia di bawah naungan ridlo-Nya.

 

Anugerah terindah inilah..

yang saat ini aku rasakan

Betapa bahagianya aku

Hatiku kini telah menemukan pautannya

Jiwaku kini telah menemukan pasangannya.

 

Puji syukur tak terhingga…

Aku haturkan padamu Ya Allah…

Engkau telah menyatukan dua insan ciptaan-Mu ini

Dalam bingkai kasih sayang.

Inikah kehendak-Mu yang selama ini aku nantikan?

Semoga…

  

23 Juli 2007

Alhamdulillah….akhirnya usahaku ngga sia-sia..

Senin, 16 Juli 2007 Pkl. 17.25 WIB, Panitia Sayembara Cerita Lucu/Gokil menghubungiku via ponsel menginformasikan bahwa ceritaku berjudul “Shampoo Dikira Minyak Rambut”, diputuskan Dewan Juri sebagai salah satu dari 20 cerita terbaik dan akan dibukukan..

Aku hampir-hampir ga percaya, aku ga nyangka kalo ceritaku dinilai cukup gokil oleh Dewan Juri..

Anyway, ak Thanks God..ak bersyukur ternyata aku bisa juga bikin cerita lucu/gokil. Padahal, ini adalah pengalaman pertama kalinya aku bikin tulisan yang nyantai abeesss.. Aku memang sering bikin tulisan, tapi hampir semuanya itu artikel (opini, kolom dsb), yang nota bene rada-rada ilmiah n serius…Tetapi, mungkin karena kebiasaanku nulis itulah yang menjadikan cerita yang ku tulis cukup mengalir meskipun menggunakan bahasa ‘gaul’…

Yah…ternyata memang setiap ada kemauan di situ ada jalan…

Sekarang Aku tinggal nunggu bukunya terbit n yang ga kalah penting juga nunggu honor yang 250 ribunya ditransfer ke rekeningku…he..he…

Gue punya cerita gokil and konyol abis nih. Pokoknya setiap gue inget kejadian itu, bawaannya pengen ngakak mulu, abis ga nahan sih..Ya..sebetulnya yang ngalamin kejadian ini bukan gue, tapi temen gue. Tapi, tetep aja kalo diinget-inget lagi, perut ini rasanya kaya dikocok kocok gitu deh…Penasaran ya..mo tau ceritanya? Oke deh, kalo gitu lo pantengin terus ye…

Gini nih ceritanya… Baca lebih lanjut

Doa di Pagi hari

Pagi ini aku merasa bahagiaaa bangeeet…mo tau kenapa?

Ya, pagi ini aku baru saja ‘menemui’ cintaku via phone..

Ga tau kenapa, meskipun baru beberapa kali aja ketemu, tapi seperti udah kenal lama gitu dech…

Aku juga ga tau..apakah dia memang benar-benar akan menjadi soulmate ku? Apakah dia adalah jawaban doaku yang ku panjatkan kehadirat-Nya selama ini..? Apakah dia yang akan menemani hari-hariku di masa yang akan datang? Aku ga tau..Hanya Allah yang tau semua yang belum dan akan terjadi di masa yang akan datang.

Aku hanya bisa berharap,

Ya Allah, kalau dia memang jodohku, maka pertemukanlah hati kami atas ridlo-Mu…

Pautkanlah jiwa kami dengan izin-Mu…

Dan jadikanlah kami pasangan hidup yang mendapatkan limpahan barakah-Mu..

Ya Allah, hamba-Mu yang lemah ini tak kuasa menolak kehendak-Mu..

Ya Allah, kalau memang dia adalah kehendak-Mu, yang Kau pilihkan untukku, maka akupun akan menerimanya dengan ikhlas..

Aku berjanji akan menjaga amanat-Mu yang mulia ini..

Aku berusaha untuk tidak mengecewakan-Mu…

Ya Allah, aku berharap ini menjadi nyata…

Ya Allah, semoga Engkau memperkenankan permohonan hamba-Mu yang hina ini…

Oleh: Yang Tengah Mencintai dan Dicintai Karena Allah

(Didi & Nana)

       

                            18 Juli 2007

Subhaanallah….Maha suci Allah yang telah menciptakan hamba-Nya berpasang-pasangan untuk saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain. Inilah salah satu dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti temaktub dalam sejumlah firman-Nya.

Saat ini, aku tengah merasakan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan-Nya tersebut. Kini, setelah sebelumnya melalui perjalanan panjang, penantian yang seakan tak berujung, dengan diwarnai khauf wa raja’  (H2C: Harap-harap Cemas), diselimuti kegundahan dan keresahan, dihantui ketidakpastian dan kegalauan, akhirnya, dengan Kemahakuasaan dan kemahamurahan-Nya, Allah Swt menunjukkan kepadaku ‘pasangan jiwa’ku. Sosok yang selama ini ku rindukan kehadirannya untuk mengisi hari-hariku, seseorang yang akan bersama-sama aku merajut dan merenda masa depan, menemaniku dalam suka dan duka, menentramkan suasana batin dan jiwaku ketika ditimpa pelbagai persoalan hidup, menjadi penawar yang menghadirkan solusi bagi segala problematika yang siap menghadang kapan dn di manapun aku berada.

Ketika Allah berkehendak, KUN FAYAKUUN! Jadilah! Maka jadilah. Ini yang seringkali tidak disadari oleh kita selaku hamba-Nya. Kita lebih banyak ber su’udzon  (berburuk sangka) kepada-Nya, daripada ber husnudzon  (berbaik sangka). Padahal, Ia telah menyebutkan dalam salah satu Firman-Nya (baca: Hadis Qudsi), “Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku…” Artinya, ketika kita berburuk sangka kepada-Nya, maka iapun akan melakukan hal yang sama kepada kita. Tetapi sebaliknya, ketika kita berbaik sangka kepada-Nya, maka Ia pun  akan berbaik sangka kepada kita. Demikianlah sunnatullah yang berlaku.

Aku tidak merasa sok suci, tetapi aku berusaha untuk selalu ber-husnudzon kepada-Nya. Mungkin karena kesabaranku selama ini dalam menerima pelbagai kenyataan pahit dalam proses pencarian ‘pasangan jiwa’ku, Allah kemudian membuka tabir yang selama ini tak tersingkap. Ia menunjukkan Kekuasaan-Nya, mempertemukanku dengan ‘belahan jiwa’ku. Aku ber-husnudzon, bahwa inilah sosok yang telah dipersiapkan oleh-Nya untukku. Aku memang hanya hamba-Nya yang lemah, bodoh, tak secuilpun ilmu ku miliki, tanpa izin-Nya. Maka, aku senantiasa berusaha untuk mencari pancaran sinar-Nya guna menerangi jalan hidupku.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi-Nya, Tuhan semesta alam. Kini, aku tengah menikmati sebuah karunia nikmat-Nya yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Aku telah menemukan seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku, mewarnai hari-hariku, menemaniku dalam canda-tawa, ataupun tangis sedu sedan dalam mengarungi bahtera kehidupan menuju dermaga Ridlo-Nya. Ya Allah bimbinglah kami menuju ridlo-Mu, sinarilah kehidupan kami dengan Cahaya kasih-Mu. Pada-Mu jua kami serahkan segalanya…

Musyrifatunnabawiyyah (Nana)

Anugerah Terindah dalam Hidupku

Oleh: Yang Mencintai dan Menyayangimu

Didi Junaedi (Mas Didi)

 

Hamparan bumi di bawah naungan langit dengan hiasan gugusan bintang-bintang dan planet-planet beserta tata suryanya yang begitu menakjubkan, seakan tak mampu melukiskan perasaanku saat ini.

Andaikan lautan seisinya ditumpahkan ke muka bumi pun tak akan mampu mencurahkan segala rasa yang ada di hatiku saat ini. Hanya kebesaran Allah Swt yang mampu menjawab semua ini.

Mungkin, saat ini akulah orang yang paling bahagia di dunia ini. Betapa tidak, setelah melalui perjalanan panjang nan terjal, berliku, dan melelahkan, melewati sejumlah rintangan dan cobaan, yang sesekali menggoyahkan keimananku, mengoyak asa dan cita yang kudamba, bahkan menggoreskan luka di hati yang begitu dalam, akhirnya dengan kemahamurahan dan kemahabesaran Allah Swt  aku dipertemukan dengan ‘belahan jiwa’ku. Seseorang yang selama ini aku cari dalam setiap langkahku, yang selalu aku panjatkan doa kepada-Nya untuk dipertemukan denganku, yang akan mengisi hari-hariku dan menemaniku sepanjang hidupku.

Aku tak kuasa menyembunyikan rasa haruku, bahagia bercampur untaian rasa syukur yang tak terperikan atas karunia nikmat yang begitu besar dari Allah Swt. Hampir-hampir, kalau aku mengikuti perasaanku, aku tak mampu membendung derasnya deraian air mata yang mengalir membasahi pipiku. Aku tak bisa menahan rasa bahagia yang begitu membuncah mengisi setiap relung jiwaku, mendesir  seiring aliran darahku dan mengikuti setiap desah nafasku.

Allah telah mempertemukanku dengan seseorang yang begitu baik, cantik, pengertian, penuh perhatian, tulus dan mau menerimaku apa adanya. Dialah Musyrifatunnabawiyyah (Nana). Dialah Anugerah Terindah dalam Hidupku.

Aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu menjaganya, menjadikannya ‘Ratu’ dalam hidupku yang tak akan mampu tergantikan oleh wanita manapun di dunia ini. Dia telah mampu menghapus jejak langkah masa laluku. Dia telah mengobati sejumlah goresan luka yang pernah tertoreh di lubuk hatiku.

Alangkah bodohnya aku, jika aku melukai hatinya. Aku tak akan pernah tega untuk melakukannya. Demi menjaga amanat Allah yang mulia ini, jangankan raga, nyawapun akan aku pertaruhkan untuk menjaga dan melindunginya. Aku tidak sedang membual atau merangkai rayuan gombal untuk mengelabuinya, tetapi aku sedang berjanji pada diriku sendiri, disaksikan oleh Allah Swt. yang telah mempertemukanku dengannya.

Ya Allah, semoga Anugerah Terindah yang telah Engkau berikan padaku ini mampu aku jaga sampai akhir hayatku. Hanya kekuatan dari-Mu lah yang mampu mewujudkan harapanku ini. Ya Allah, perkenankanlah doa hamba-Mu ini. Amiiin…

                                                                                    

      17 Juli 2007

Sabar

dinihikaye.jpgSabar, sebuah kata yang mudah diungkapkan, tetapi seringkali sulit untuk dilakukan. Padahal, sabar adalah kunci kesuksesan, jalan kedamaian, serta pintu kebahagiaan. begitu pentingnya sikap sabar, sampai-sampai sejumlah ayat dalam al-qur’an menyebutnya sebagai jalan keluar, solusi atas segala persoalan. “dan meminta tolonglah kalian dengan sabar dan sholat”, demikian bunyi salah satu ayat dalam al-Qur’an. Dalam ayat lain, Allah swt menyebutkan bahwa “sesungguhnya manusia sungguh dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran”. Allah sangat mencintai orang-orang yang sabar. Kesabaran adalah sebuah proses pendakian menuju puncak kesuksesan, ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian.

Kadang, kondisi memang menyudutkan kita. Seakan tidak ada ruang untuk sekedar memberi kata ‘maaf’ kepada seseorang yang telah menyakiti hati kita. Ditambah lagi provokasi orang-orang disekeliling kita yang seakan menuangkan ‘bensin’ di tengah kobaran api. Tapi, kalau kita berpikir lebih jernih, apakah itu akan menyelesaikan masalah? Saya kira, justru akan menambah masalah. Suasana hati yang panas tidak akan pernah bisa menjadi dingin, kalau kita tetap berada dilingkungan yang ‘berhawa panas’. Maka, ketika kita tengah berada dalam situasi yang ‘panas’, menghindarlah! cari tempat yang teduh, penuh kedamaian, yakni rumah Allah. Padamkan ‘bara’ dalam hati kita dengan wudlu, tenangkan hati dan pikiran kita, kita kembalikan semua persoalan kita kepada yang Maha Pemberi solusi, yakni Allah SWT. Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, yakinlah!

Kesabaran menunjukkan tingkat kecerdasan dan kedewasaan seseorang. Mungkin ada yang tidak setuju dengan pendapat saya. sah-sah saja, itu hak mereka. Tapi yang jelas, kecerdasan di sini adalah berkaitan erat dengan emosi dan spiritual. Orang yang cerdas emosi dan spiritualnya tentu akan mengedepankan nilai-nilai moral. Kesabaran, sebagai salah satu nilai moral merupakan bukti konkret bagi kecerdasan emosi dan spiritual seseorang. orang boleh tinggi kadar intelektualitasnya, tetapi ketika kesabaran sudah dinafikan, maka ia telah terjatuh pada tindakan bodoh secara emosi maupun spiritual.

Kesabaran adalah sebuah tindakan bijak, proses melatih diri, memenej sikap, mengatur ritme kehidupan, kapan bertindak dan kapan diam. Ketika hidup berjalan sesuai ritme, maka ketenangan dan kedamaian yang akan kita dapatkan. Sebalimnya, hidup tanpa ritme, ibarat berjalan tanpa arah. Kesabaran adalah cara kita mengatur ritme hidup, melatih diri menentukan arah yang hendak kita tuju. Hanya dengan kesabaran, hidup lebih tertata, teratur dan terarah. Maka, jangan pernah berhenti berlatih mengatur ritme hidup. So, bersabarlah, maka kesempurnaan hidup akan kita raih. Bagaimana dengan anda?