Oleh: Insan yang Lemah

 

Bermula dari percikan api cinta yang kecil

Menjelma menjadi kobaran api cinta yang menyala

Siapapun yang merasakannya

Tak akan dapat menguasainya

Tidak juga kita

Insan yang lemah

Ketika terjerat dalam kubangan nafsu

Terlilit belitan gairah yang membara

Raga tak berdaya mengelak

Jiwa tak kuasa menolak

Iman pun runtuh seketika

Hanya bisikan halus penuh janji manis

Bujuk rayu si durjana

Penyesat umat manusia

Yang senantiasa terngiang di benak kita

Kita pun terseret

Dalam kenikmatan semu yang dia janjikan

Kita pun terbuai

Dalam angan yang mengawang

Kita pun terlena

Dalam tipuan yang mematikan

Sampai akhirnya kita sadar…

Menyesal…

Meratapi…

Kekhilafan yang telah kita perbuat

Hanya untaian doa

Yang mampu kita panjatkan

Sebagai bentuk taubat kita kepada-Nya

Sebuah permohonan ampun kepada Yang Maha Pengampun

Selaksa permintaan maaf kepada Yang Maha Pemaaf

Semoga Dia mau membukakan pintu taubat-Nya

Semoga Dia mau mengampuni

Semoga Dia mau memaafkan

Kekhilafan dan kesalahan kita

Hanya itu yang kita pinta dari-Nya

Tiada yang lebih berharga

Selain ampunan-Nya

Tiada yang lebih mulia

Selain maghfirah-Nya

Semoga doa yang kita panjatkan

Mendapat perkenan-Nya

Menemui Ijabah-Nya

Menjumpai Qabul-Nya

Amiiin….

                                                                 Untaian Doa, 8 Agustus 2007