Betapa bahagianya aku dan istriku saat ini. Setelah menunggu selama + 9 bulan sejak pernikahan kami, awal bulan Juli ini istriku positif hamil. Kondisi ini diketahui setelah lewat satu minggu dari masa haid, istriku mencoba untuk melakukan test pack, dan hasilnya ada dua garis yang tampak di alat tes kehamilan tersebut. Terang saja, kenyataan ini menyiratkan rona bahagia di wajah kami. Kami tak henti-hentinya mengucap syukur tak terhingga kehadirat Allah Swt. atas karunia terindah ini.

Dua minggu kemudian, istriku melakukan test pack yang kesekian kalinya, tenyata dua garis yang tampak itu semakin jelas. Ini pertanda kalau istiku memang benar-benar positif hamil. Kamipun menyampaikan kabar kembira ini kepada kedua orang tua kami dan juga keluarga kami lainnya. Mereka juga sangat bahagia dan mendoakan semoga selama proses kehamilan sampai persalinan nanti senantiasa diberi kemudahan oleh Allah Swt. Amin..

Aku yakin, semua pasangan baru ataupun pasangan lama yang belum dikaruniai keturunan, berharap agar segera diberi momongan, buah hati yang akan mengikat pertalian cinta kasih sepasang suami istri menjadi lebih kuat lagi.

Kehadiran buah hati belahan jantung, penerus generasi pelanjut sejarah merupakan sebuah dambaan bagi setiap pasangan suami istri (pasutri). Tetapi, malang tak dapat ditolak, untung tak mudah diraih. Harapan hanya sebuah harapan. On top of everything, Allah adalah penentu segalanya. Barapa banyak pasutri yang sudah menikah bertahun-tahun, tapi tak kunjung diberi momongan. Segala usaha baik melalui jalur medis maupun alternatif, baik yang rasional maupun yang irrasional sudah ditempuh. Ribuan untaian doa sudah dipanjatkan, tetapi kenyataan tidak seperti yang diharapkan. Apa mau dikata? Sekali lagi, semua tergantung kehendak Yang Maha Kuasa, Allah Swt.

Hanya sikap tawakkallah yang paling tepat bagi kita insan yang tak punya qudrat dan iradat ini. Ketika semua ikhtiar dan doa sudah kita jalankan. Hanya Kuasa dan Kehendak-Nya lah yang mampu merubah segalanya.

Aku tidak sedang mengajak pembaca menjadi seorang fatalis, yang hanya pasrah menerima keadaan, tetapi aku mengajak pembaca untuk bersikap objektif. Man proposes God disposes. Manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan.

Untuk itu, saat ini, setelah penantian hampir satu tahun sejak pernikahan kami, hanya untaian rasa syukur yang tak terperikan yang senantiasa kami haturkan dan panjatkan kehadirat-Nya. Kami berharap semoga amanat yang diembankan kepada kami ini dapat kami jaga sebaik-baiknya, agar kelak ketika hari pertanggung jawaban itu datang, kami sudah siap untuk memberikan pertanggung jawaban atas amanat yang sangat berat ini. Semoga.

Iklan