Archive for September, 2008


Senin sore, 1 September 2008, pukul 17.48 WIB, aku dan istriku berbuka puasa bersama di hari pertama puasa pada bulan Ramadhan tahun ini, sekaligus merayakan 1 Tahun usia pernikahan kami. Buka puasa pertama dan perayaan ulang tahun pernikahan kami yang ke-1 itu bertempat di sebuah Rumah Makan “Sari Buah” di kawasan Masjid Agung Tegal.

Kami betul-betul menikmati acara buka puasa dan perayaan ulang tahun pernikahan kami tersebut. Sambil menikmati hidangan buka puasa, kami bernostalgia mengenang saat-saat paling membahagiakan dalam sejarah kehidupan kami. Kami pun berbagi cerita pengalaman pertama saat perkenalan, janjian ketemuan, yang istilah kerennya sekarang adalah dating, atau ngedate, serta tak lupa juga pengalaman saat prosesi ijab qobul. Cerita itu begitu deras mengalir dari bibir kami masing-masing, yang tak jarang diselingi tawa dan canda ria. Kami merasa saat itu adalah momen istimewa yang tak kan pernah terlupakan.

Kami masing-masing merefleksi diri, mengorek segala hal yang telah kami lalui selama satu tahun terakhir ini menjalani hidup berumah tangga. Kami sepakat untuk senantiasa menjaga hubungan lahir batin yang telah diikat oleh tali perkawinan yang suci ini. Hal-hal positif yang telah berlangsung selama satu tahun terakhir ini akan kami pertahankan, bahkan kalau bisa ditingkatkan. Sedangkan hal-hal negatif, berupa kekurangan diri kami masing-masing, akan kami benahi dan perbaiki.

Tak terasa, waktu satu tahun perjalanan kami membina mahligai rumah tangga ini telah berlalu. Dan, alhamdulillah, saat ini, istriku tengah mengandung buah cinta kami, yang saat ini sudah memasuki bulan keempat (masuk trimester kedua). Kami hanya bisa memanjatkan doa serta berharap, semoga bahtera rumah tangga kami akan senatiasa tegar, meskipun kami tahu bahwa gelombang yang akan menghadang di depan jauh lebih berat dari yang saat ini kami hadapi. Semoga kelak, ketika buah hati kami lahir, semakin mempererat jalinan tali kasih, serta mengokohkan ikatan lahir batin kami berdua. Semoga biduk rumah tangga kami senantiasa dirahmati dan dilindungi Allah SWt. Amiin Ya Rabbal ‘Alamin….

Saat ini kita tengah berada di bulan Ramadhan. Saat ini pula, jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia tengah menjalankan sebuah ritualitas ibadah, yang merupakan salah satu pilar dari rukun Islam yang lima, yakni ibadah puasa.

Setiap kali bulan ramadhan datang menyapa, dan setiap kali ritual ibadah puasa dijalankan, sebuah pertanyaan muncul. Apa sebenarnya pesan moral yang terkandung dalam ibadah puasa tersebut?

Melalui tulisan ini, penulis ingin mengajak kita semua (baca: umat Islam) meluangkan waktu sejenak untuk merenung, merefleksi, sekaligus menggali makna ibadah puasa yang tengah kita jalani. Dengan demikian, ibadah puasa tidak sebatas ritualitas formal semata tanpa makna, tetapi sebuah aktivitas ibadah yang sarat nilai.

Dalam sejumlah kajian disebutkan bahwa ritualitas ibadah puasa mengandung makna filosofis dan memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita. Hemat penulis, ada dua pesan moral yang dapat kita petik dari aktivitas ibadah puasa, yaitu: Baca lebih lanjut