Archive for Februari, 2009


buku-harta-karun2

Mindset Seorang Penulis Kaya Raya

Oleh: Didi Junaedi*

Judul : Peta Harta Karun Menjadi Penulis Kaya Raya

Penulis : Toha Nasrudin, S.Ag. (Abu Al-Ghifari)

Penerbit : Mujahid Press, Bandung

Tebal : 196 halaman

Cetakan : Pertama, Januari 2009

Harga : Rp. 49.000

Menjadi kaya raya dengan menulis? Apa bisa? Mungkin itu pertanyaan pertama yang muncul di benak anda begitu membaca judul buku ini. Sah-sah saja anda bertanya demikian. Karena, sejauh ini profesi sebagai penulis belum dianggap sebuah profesi yang menjanjikan. Menulis, bagi sebagian besar orang, belum masuk kategori ‘ladang uang’ yang menggiurkan seperti profesi lainnya, semisal pengacara, dokter, konsultan, dan sejumlah profesi bergengsi lainnya.

Namun, melalui buku ini sang penulis Toha Nasrudin, S.Ag.—yang dikenal dengan nama pena Abu Al-Ghifari— berhasil mematahkan anggapan bahwa menulis tidak bisa membuat seseorang menjadi kaya raya. Apa pasal? Dalam uraiannya, Toha Nasrudin mengungkapkan pengalamannya menjadi seorang penulis, yang terbukti bisa kaya raya. Baca lebih lanjut

buku-la-tahzan-for-parentsKiat Mendidik Anak Ala Islam

Oleh: Didi Junaedi

Judul : La Tahzan for Parents

Penulis : KH. Dindin Solahudin

Penerbit : Mizania, Bandung

Tebal : 240 halaman

Cetakan : I, Desember 2008

Ketika kita dititipi anak, maka pada hakekatnya Allah menganggap kita memiliki kapasitas yang memadai untuk memainkan peranan dan fungsi sebagai orang tua. Maka, nikmatilah kepercayaan dan kehormatan tersebut dan bertekadlah untuk melaksanakannya sepenuh hati. Jangan pernah merasa terbebani dengan kehadiran anak di tengah-tengah kita. Justru, dia merupakan ladang amal yang luar biasa bagi orang tua.

Inilah sekelumit pandangan yang dikemukakan oleh KH. Dindin Solahudin, Penulis buku berjudul La Tahzan for Parents ini. Dalam buku setebal 240 halaman ini, lebih lanjut ia menegaskan bahwa peran sebagai orang tua menuntut bekal ilmu yang memadai. Terlalu besar tugas menjadi orang tua itu untuk ditunaikan tanpa ilmu dan hanya sampingan. (hal. 19)

Dalam keterangannya, penulis menguraikan beberapa bekal ilmu yang perlu dipersiapkan orang tua dalam proses mendidik anaknya. Sehingga, kelak ketika mereka dewasa, sang anak akan melangkah mantap menghadapi hidup ini dengan penuh optimisme dan keyakinan dengan didasari akidah yang kokoh. Baca lebih lanjut

Alhamdulillah…Tulisanku nongol lagi di Koran.

Kemarin siang, sehabis sholat Jumat aku coba menghubungi sejumlah media cetak yang aku kirimi tulisan, baik artikel opini maupun resensi buku. Salah satu yang aku hubungi adalah Koran KONTAN. Begitu telepon terhubung, akupun memperkenalkan diri dan menyatakan maksudku untuk konfirmasi artikel yang telah kukirim dua hari yang lalu.

Tak dinyana, setelah sekretaris redaksi menanyakan judul tulisan yang aku kirim, dia langsung mengatakan bahwa tulisan tersebut dimuat pada hari itu. Aku serasa tak percaya. Karena baru dua hari yang lalu, tepatnya hari Rabu, 11 Februari 2009 aku mengirim tulisan berjudul “Menciptakan Calon Sarjana Berjiwa Mandiri”.

Selanjutnya aku diminta memberikan alamat lengkap beserta nomor rekening untuk transfer honor, yang janjinya akan dikirm awal maret, karena nunggu giliran dengan penulis-penulis lain. sebaliknya, karena aku belum melihat langsung tulisan tersebut, dan karena koran dimaksud agak susah nyarinya, aku minta sekretaris redaksi untuk mengirim koran edisi Jumat, 13 Februari 2009 yang memuat tulisanku itu ke alamatku sebagai arsip.

Karena tidak sabar ingin lihat tulisanku itu, maka aku segera menuju warnet terdekat untuk melihat website koran KONTAN. Sesampainya di warnet, aku langsung mengetikkan alamat website koran dimaksud. Setelah dibuka halaman demi halaman, sampailah pada halaman OPINI. Dan ternyata benar, tulisanku memang dimuat dengan judul sedikit dirubah menjadi Calon Sarjana Berjiwa Mandiri”. Format digital dari tulisanku itupun aku simpan ke flash disk untuk selanjutnya aku save di PCku di rumah. Sungguh senang n bahagia banget aku saat itu…Semoga tulisan-tulisanku yang lain segera menyusul nongol di sejumlah media cetak lainnya….Amiin..

Beberapa waktu belakangan ini, aku ngerasa semangat menulisku menurun. Itulah sebabnya kenapa aku agak telat meng-update isi blogku ini. Seolah-olah, hanya sekedar menggerakkan jemariku di atas tuts keyboard saja enggan. Ngga tahu kenapa?

Karena tidak ingin berlama-lama dalam kondisi tersebut, akupun segera mencari tahu penyebab kenapa aku jadi kehilangan semangat nulis seperti ini. Setelah dipikir-pikir ternyata aku membiarkan rasa malas bersemayam dalam tubuhku. Jadi, setiap ada keinginan untuk menulis, tertahan, tertahan dan tertahan terus oleh rasa malas tersebut.

Akhirnya, akupun memutuskan untuk mengisi ulang semangat menulisku dengan membaca buku-buku seputar dunia tulis menulis. Aku berharap setelah di’charge’ dengan buku-buku tersebut, gairah menulisku menyala kembali.

Maka, aku sempatkan untuk mengunjungi toko buku Gramedia di Grage Mall Cirebon sepulang dari kantor. Setelah mondar mandir dan riwa-riwi ke sana kemari, langkahku terhenti di sebuah rak yang berisi tentang buku-buku komunikasi dan jurnalistik. Aku terpaku melihat sebuah buku dengan judul yang cukup menggugah rasa ingin tahuku, “Peta Harta Karun; Menjadi Penulis Kaya Raya”. buku-harta-karun

Sejenak aku mengingat-ingat judul buku tersebut seperti pernah aku baca sebelumnya, tapi di mana ya…?Ting…aku baru ingat kalau judul buku tersebut adalah judul E-book (electronic book) yang pernah aku baca di salah satu situs di Internet. Ya, itu memang judul e-book yang ditulis oleh Toha Nasrudin, S.Ag. alias Abu Al-Ghifari. Dia adalah penulis buku-buku dengan tema remaja dan rumah tangga dalam pandangan Islam. Dia juga owner dari beberapa penerbitan buku, antara lain Mujahid Press dan Rosalba.

Sejurus kemudian, akupun langsung membolak-balik buku tesebut dari mulai daftar isi sampai uraian bab per bab secara sekilas. Tanpa ba bi bu akupun langsung mengambilnya. Eit, tungu dulu. Ternyata masih ada satu buku lagi yang cukup membuatku enggan beranjak dari rak tersebut, yakni sebuah buku dengan judul “Siapa Bilang Menjadi Penulis Itu Susah dan Nggak Bisa Kaya” karya Ariyanto MB. buku-kaya-anyarSetelah melihat daftar isi dan beberapa halaman, akupun mengambilnya untuk aku bawa ke kasir. Jadi, 2 buah buku tentang menulis sudah di tangan. Akupun pulang dengan rasa penasaran untuk segera melahap dua buku tersebut.

Kurang dari satu minggu aku merampung dua buah buku tersebut. Semangat menulisku pun kembali berkobar. Jari-jemariku mulai menari-nari di atas tuts keyboard dengan lincahnya. Dan hasilnya, beberapa tulisan aku selesaikan baik artikel opini maupun resensi buku. Dan, alhamdulillah dalam minggu ini salah satu tulisanku berjudul “Calon Sarjana Berjiwa Mandiri” dimuat di Harian KONTAN, edisi Jumat, 13 Februari 2009 kemarin. Mengenai dimuatnya artikel tersebut akan aku ceritakan di postingan berikutnya. See u…

NT5243148Bulan ini, Februari 2009 dan awal Maret 2009 nanti adalah bulan-bulan yang paling mendebarkan bagiku. Apa pasal? Karena menurut perkiraan dokter, pada akhir februari ini, atau awal maret nanti, istriku yang saat ini tengah hamil anak pertama dengan usia kandungan delapan bulan lebih 2 minggu akan menjalani proses persalinan.

Perasaan campur aduk tengah menggelayuti benakku dan juga istriku saat ini. Betapa tidak, inilah pengalaman pertama kami sebagai calon ayah dan calon ibu baru. Rasa senang, bahagia, cemas dan khawatir melebur menjadi satu menyambut hadirnya anggota keluarga baru, buah cinta kasih kami berdua, yang tentunya akan semakin memberi warna kehidupan kami.

Inilah anugerah Allah SWT yang selama ini kami nantikan sejak pernikahan kami pada September 2007 yang lalu. Inilah jawaban doa kami yang selama ini kami panjatkan kehadirat-Nya. Inilah amanat yang akan diberikan kepada kami, yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Inilah ladang amal kami untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Inilah cara Allah mengajarkan kepada kami bagaimana beratnya menjadi orang tua. Ini pula metode Allah menyadarkan kami bagaimana cara berbakti kepada kedua orang tua.

Betapa bersyukurnya kami kepada Allah SWT yang telah mempercayakan kepada kami sebuah amanat yang tidak semua hamba Allah diberi. Berapa banyak pasangan suami istri yang sudah puluhan tahun menikah, tetapi tidak kunjung diberi keturunan. Berapa banyak pasangan suami istri yang sudah melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan momongan, tetapi tak kunjung memperoleh hasil. Inilah rahasia Allah yang hanya Dia yang tau.

Pada prinsipnya, semua keputusan, qadha dan qadar Allah selalu mengandung hikmah jika digali lebih dalam. Hanya ada dua kunci yang mampu menyingkap keputusan Allah tersebut, yakni syukur dan sabar.

Syukur selayaknya kita panjatkan tak hentin-hentinya kehadirat Allah ketika karunia nikmat itu datang kepada kita. Dan sabar sudah sepatutnya menjadi jalan kita ketika karunia itu tak kunjunga datang. Dengan selalu berhusnudhdhan kepada Allah, niscaya anugerah Allah akan senantiasa menaungi kehidupan kita.

Saat ini, di masa-masa penantian kehadiran sang buah hati, kami tak henti-hentinya berdoa, memohon kepada Allah SWT semoga proses persalinan nanti berjalan lancar dan normal. Semoga sang ibu maupun bayinya selamat, lahir sempurna jasmani dan ruhani, serta semoga kelak menjadi anak yang sholeh ataupun sholihah. Amiiin…Ya Rabbal ‘Alamiiin…