Archive for Maret 3, 2009


Inilah Saatnya, Mengubah Wajah Dunia

Oleh: Didi Junaedi

Sadarkah kita bahwa bumi semakin panas?

Sadarkah kita bahwa alam semakin tidak bersahabat?

Sadarkah kita bahwa manusia semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaannya?

Bangun!

Bangun!

Bangun dari tidur panjang yang melenakanmu wahai manusia!

Bangkit!

Bangkit!

Bangkit dari mimpi-mimpi yang membuaimu wahai anak cucu adam!

Dunia ini sudah banyak berubah

Coba lihat ke luar sana!

Masih adakah senyum manis mentari pagi menyapamu?

Masih tersisakah hembusan semilir angin menyambut hari-harimu?

Masih terdengarkah kicau burung menyejukkan hatimu?

Masih tampakkah sapaan akrab orang-orang di sekelilingmu?

Tidak!

Tidak akan kau jumpai lagi semua itu

Senyuman telah berganti cibiran

Hembusan angin telah berganti terpaan badai

Kicau burung telah berganti nyanyian sumbang

Sapaan akrab telah berganti umpatan dan cacian

Sekali lagi, dunia sudah banyak berubah

Alam yang dulu bersahabat

Kini telah menjadi musuh

Manusia yang dulu santun

Kini telah menjadi sosok yang menakutkan

Bencana di mana – mana

Pertikaian di sana – sini

Bangun!

Bangun wahai manusia!

Bangkit!

Bangkit wahai anak cucu adam!

Ubahlah dunia seperti dulu lagi!

Penuh kedamaian

Bertabur cinta

Berbalut kasih sayang

Tiada hari tanpa senyuman

Tiada hari tanpa kedamaian

Tiada hari tanpa kasih sayang

Inilah saatnya

Ubahlah wajah dunia!

Sekarang juga!

Iklan

hp-smartKemarin siang, sekitar pukul 14.00 WIC (Waktu Indonesia Bagian Cirebon), sepulang dari kantor, aku langsung menuju gallery (gerai) ‘smart’—sebuah produk HP CDMA baru— di Jl. Cipto nomor-nya (aku lupa) Cirebon. Tujuanku hanya satu: Beli HP smart D1200P.

Keinginanku untuk segera memiliki HP tersebut, bermula ketika beberapa hari lalu adik sepupuku yang kuliah S2 TI di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang pulang liburan. Ketika main ke rumahku, dia ngasih tau kalau sekarang ada HP CDMA yang menawarkan layanan sangat menaraik, yakni internetan gratis selama 6 bulan terhitung sejak masa pembelian (setelah diaktifkan) dengan kapasitas sampai 12 GB, atau 2 GB per bulan. Waah..menarik banget. Aku pun langsung ingin tahu lebih jauh tentang HP tersebut. Akhirnya ia menunjukkan HP miliknya, yakni smart D1200P. Saat itu juga langsung aku minta dia installkan programnya ke PCku. Ternyata, komputerku yang hanya Pentium III ’jadul’ bisa buat internetan dengan kecepatan akses yang tidak mengecewakan. Aku pun bergumam dalam hati :” wah..harus segera beli nih.., kapan lagi bisa internetan gratis di rumah.hp-smart22

Nah, kemarin siang itu, pas habis ngambil gaji (maklum jadi ’kuli’ negara, jadi punya duitnya pas tanggal muda aja, he..he..) aku langsung menuju ke gallery ’smart’ depan Carrefour Cirebon untuk mewujudkan impianku tersebut. Setelah ‘ba-bi-bu’ sedikit sebagai basa basi sama staf costumer servicenya, langsung saja aku bilang mau beli HP smart D1200P. Setelah urusan registrasi n setting menyeting program selesai, akupun membayarnya seharga Rp. 333.000,- Karena uangnya Rp. 350.000,- maka dapat kembalian Rp. 17.000,- . Lumayan buat ongkos pulang plus jajan.

Sesampainya di rumah, aku langsung nge’charge’ batre HP tersebut selama 4 jam, sesuai manual di buku petunjuknya. Setelah menunggu cukup lama, aku sudah ga sabar ingin segera mencoba mainan baruku itu. Tapi, malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Begitu aku nyalain komputer, ’pet’ aliran listrik padam, mati lampu. Ternyata, setelah aku lihat di luar ada pemadaman lampu dari PLN di wilayah Brebes dan sekitarnya. Akupun terpaksa menunda rasa penasaranku. Karena malam sudah larut aku langsung tertidur. Keesokan harinya, setelah shalat subuh dan mandi, sebelum berangkat ke kantor, tepat pukul 05.30 WIB (Waktu Indonesia Bagian Brebes), aku nyalain komputer untuk mencoba koneksi ke internet dengan HP baruku.

Hasilnya? Ya Postingan ini. Aku tulis postingan ini tepat pukul 06.00 WIB. Tetapi, lagi-lagi aliran listrik padam. Untung udah aku simpan ke flash disk. Akhirnya postingan ini aku kirim sekarang tepat pukul 10.50 WIC di kantorku.

Alhamdulillah…akhirnya mimpiku yang sudah membayangiku sejak lama, yakni ingin punya internet di rumah terwujud juga. Sekarang aku bisa lebih enjoy lagi ngerjain tugas-tugas kantor, dan tentunya hobi menulisku akan kian tersalurkan tanpa harus wira-wiri ke warnet. Semoga!