Archive for April, 2009


Lulus Kuliah, Mau ke Mana?

unmplSuatu ketika, diakhir perkuliahan penulis mengajukan sebuah pertanyaan kepada para mahasiswa tingkat akhir. Pertanyaannya singkat saja: Setelah lulus kuliah nanti, kalian mau ke mana? Dan jawaban spontan yang mereka lontarkan adalah: Mencari pekerjaan.

Menyimak jawaban spontan yang dilontarkan para calon sarjana tersebut, seusai perkuliahan penulis merenung. Kalau jawaban serempak yang mereka lontarkan adalah mencari pekerjaan, artinya terbuka peluang besar bagi mereka untuk menjadi pengangguran. Apa pasal? Kita semua mafhum bahwa di tengah kondisi ekonomi bangsa yang tidak menentu ini, peluang untuk mendapatkan pekerjaan sangatlah kecil. Sejumlah perusahaan bahkan melakukan perampingan karyawan. Tidak sedikit pula yang gulung tikar alias bangkrut.images4

Di sisi lain, untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pun tidak mudah. Rasio kebutuhan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang ada. Kalau sudah demikian kenyataannya, lantas mau ke mana mereka semua? Baca lebih lanjut

Iklan

Mendadak Facebook

images3

Seminggu terakhir ini, aku mulai ‘keranjingan’ fesbuk. Padahal, daftarnya sudah beberapa bulan yang lalu. Ngga tau kenapa, ketika aku iseng buka accountku, aku jadi pengin liat-liat n nyari temen-temen lamaku. Begitu pencarianku membuahkan hasil, aku langsung nge-add mereka untuk gabung ke akunku. Memang sih, baru beberapa aja yang mulai confirm, tapi paling ngga, aku jadi bisa nyambung tali silaturahmi lagi sama sohib-sohib lamaku.10652561244267949723301

Sebetulnya aku termasuk orang yang telat ‘keranjingan’ jejaring sosial yang satu ini. karena aku lebih enjoy ngisi blogku ketimbang berfesbuk ria. Tapi, setelah aku denger komentar temen-temen yang udah pada keranjingan fesbuk duluan. Aku jadi penasaran ingin mulai bergaul dengan jejaring sosial yang lagi mewabah ini.

friendster_nav_logoSebelumnya aku juga sempat bikin akun di friendster, tetapi ibarat sebuah rumah, friendster layaknya rumah yang udah lama ngga berpenghuni, karena ga pernah diurus. Paling sesekali aku mampir, itupun cuma liat-liat aja, ga sampe lama udah gitu langsung ditinggalin. Kasihan banget yah..he..he..

Tampaknya, untuk jejaring yang satu  ini (facebook, maksudnya–pen) akan mengalami perlakuan yang berbeda. Karena yang satu ini lebih atraktif, interaktif dan efektif.. (maksude opo…). Atau karena aku punya penyakit ‘demenyar’ (bhs. jawa) alias demenne ne isih anyar (sukanya kalo masih baru), he..he..

Nah, kalo ada yang lebih baru gimana? Ya, itu urusan nanti…bukankah kita biasanya seneng sama segala sesuatu yang baru…? Istri baru, rumah baru, mobil baru, kerjaan baru, pokoknya segala yang baru deh… Kalo udah lama, apa diganti atau ditinggalin begitu aja…Ya itu terserah kita? Tanyakan pada hati nurani kita! (Bukan kampanye partai lho…lagian partainya juga ga lolos electoral treshold koq…)

Ya udah dulu yah, koq jadi ngelantur kesana kemari sih…Pokoknya, intinya, maksudnya, substansinya, aku lagi demam and keranjingan Facebook…Udah titik!

Minggu yang Indah…

Minggu pagi ini terasa begitu menyenangkan, karena aku sudah kembali ke rumah, bisa istirahat penuh, malas2an, setelah lima hari lamanya ‘ngekos’ di ‘luar kota’ karena menjadi Pengawas Satuan Pendidikan UN 2009.

Kegiatanku hari ini praktis hanya menemani putri kecilku, ngumpul bareng keluarga, n surfing, berselancar di dunia maya alias ‘ngenet’. Aku bisa sepuasnya ‘ngenet’ lagi dengan fasilitas gratis internetan dari hp smartku yang aku beli sebulan lalu.

Aku bener-bener ingin menikmati hari ini sepenuhnya untuk rehat, sebelum besok mulai aktivitas kembali ngantor seperti biasa. Aku ingin besok jiwa dan ragaku fresh, memulai hari penuh semangat dan optimisme.. Semoga!

Suka Duka Ngawas UN 2009

images1Sudah tiga hari ini aku jadi Pengawas  Satuan Pendidikan UN 2009 di SMA N 1 Paguyangan Brebes. Sudah tiga hari pula aku meninggalkan keluarga tercinta, istri serta putri kecilku yang baru berusia 45 hari.

Berat memang, jauh dari orang-orang terkasih, apalagi aku baru punya momongan. Tetapi, demi menjalankan amanat, tugas negara yang sangat penting, demi masa depan bangsa ini, aku rela kehilangan kebersamaanku dengan keluarga selama lima hari ini.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) kali ini sedikit berbeda. Dari standar kelulusan siswa hingga pelaksanaan di lapangan. Saat ini, siswa yang ingin lulus UN harus memenuhi standar kelulusan, yakni meraih nilai minimal 5,5 untuk setiap pelajaran. Sementara pelaksanaan di tempat ujian, khususnya pengawasan pun mulai ditingkatkan.

Ketika UN 2008 lalu, aku juga menjadi salah satu anggota Tim Pemantau Independen (TPI). Kewenangan TPI ketika itu tidak seluas kewenangan yang dimilikan Pengawas Satuan Pendidikan kali ini. Kalau dulu, anggota TPI tidak diperkenakan menegur atau masuk ruangan ujian, sekarang Pengawas Satuan Pendidikan berhak menindak langsung pelaku kecurangan dan juga diperkenankan masuk ruang ujian jika dipandang perlu.

Setelah menjalani tugas sebagai pengawas selama beberapa hari ini, aku ingin berbagi cerita suka dukaku menjalani tugas ini.

Sukanya, aku bisa bertemu dengan orang-orang baru, berbagi pengalaman, sharing informasi serta masih banyak lagi nilai positif yang aku dapatkan selama menjalani tugas ngawas beberapa hari ini.

Belum lagi, suasana di daerah Paguyangan, yang berada di kawasan selatan dari Kabupaten Brebes  dan berbatasan dengan Kabupaten Banyumas ini cukup sejuk. Maklum, daerah pegunungan. Hawa sejuk dan udara yang begitu sepoi-sepoi ini menambah semangatku untuk menjalankan tugas negara ini. Hawa dingin dan udara sejuk ini merupakan hal yang mustahil aku jumpai di daerah tempat tinggalku, yang nota bene di kawasan Pantura.images

Dukanya, ya jauh dari orang -rang tercinta dan terkasih, yakni istri, anak dan orang tua.

Namun, betapapun ada duka dalam tugas ini, sukanya jauh melebihi dukanya. Aku yakin, suatu saat nanti, kenyataan yang aku alami sekarang ini akan menjadi cerita nostalgia yang indah kelak di kemudian hari…Semoga…

The Best Blog in The World

Setelah sebelumnya diberitakan oleh The Brebes Post, kali ini, pada hari dan tanggal yang sama, giliran World Newspaper, Koran terbesar kedua di dunia setelah The Brebes Post memberitakan hal yang sama. Silahkan simak baik-baik reportasenya…

newspaper1

Setelah membaca postingan ini, kalau anda menjumpai tata bahasa serta gramatikal yang acak-acakan, mohon dimaklumi, karena reporternya masih magang, belum lulus kursus bahasa inggris…,he..he..

Inilah Blog Terbaik Se-Jagat pilihan komunitas blogger di seantero jagat raya ini. Disebut-sebut juga sebagai Blog Terbaik Abad ini. Silahkan menikmati kutipan reportasenya langsung dari The Brebes Post, Koran terbesar di dunia dengan oplah melebihi jumlah penduduk bumi ini….(he..he..)

newspaper

Setelah membaca postingan ini, jangan sekali-kali anda absen berkunjung ke blog ini, karena anda akan menjadi orang paling rugi sedunia. Karena telah ketinggalan informasi kelas wahid, isnen, salasa, arba’ah dst…

Pesan saya, teruslah memberi komentar-komentar terbaik yang anda miliki, bagi 10 kementator terbaik akan mendapat uang saku gratis dari Yayasan Ayah Bunda (bagi yang belum kerja…., he.he..Maksudnya dari ortu masing-masing) dan juga voucher bermalam gratis (di…Rumahnya masing-masing juga…, ha..ha..)

Buat semuanya yang bersilaturahmi ke blog ini, trimakasih atas amal baiknya, semoga kunjungan anda, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja mendapat pahala dari sisi Allah Swt., karena banyak sekali ilmu yang anda dapatkan di sini, semoga. Amiiin…

un32Selama lima hari ke depan, sejak Senin besok hingga Jumat, 20-24 April 2009, mereka yang nota bene masih menjadi anggota putih abu abu alias anak-anak SMA/MA (MADRASAH ALIYAH) akan menjalani masa-masa yang paling menentukan dalam sejarah perjalanan hidupnya, saat-saat dimana degup jantung berdetak lebih kencang dari biasanya, saat-saat ketika adrenalin pada titik puncaknya…un2

Ya, mereka akan menjalani Ujian Nasional (UN) 2009. Saat itulah penentuan masa depannya, akankah perjalanan mereka selama 3 tahun terakhir di bangku sekolah akan berakhir dengan happy ending, ataukah justru akan berujung dengan kekecewaan dan penuh penyesalan….? Mereka sendirilah yang akan menentukan nasibnya…(Atas ijin Allah tentunya…)

Saya sendiri akan terlibat langsung dalam ‘hajat nasional’ di bidang pendidikan ini. Saya menjadi salah satu Pengawas Satuan Pendidikan UN 2009 di Kabupaten Brebes. Di bawah koordinasi Universitas Negeri Semarang (UNNES), saya diberi amanat untuk menjadi Pengawas Satuan Pendidikan di SMA N 1 PAGUYANGAN BREBES.un

Jujur, ketika rapat koordinasi di Dinas Pendidikan Brebes Selasa, 14 April 2009 lalu, saya berharap ditempatkan di wilayah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Seperti pengalaman tahun kemarin, ketika saya menjadi salah satu anggota Tim Pemantau Independen (TPI) UN 2008, saya ditempatkan di salah satu Madrasah Aliyah di wilayah Kabupaten Brebes yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya, hanya memakan waktu 20 menit perjalanan. Sehingga bisa pulang pergi.

Tetapi, malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Tahun ini saya mendapat tempat ngawas UN di daerah Selatan dari Kabupaten Brebes, berbatasan dengan Kabupaten Banyumas, yaitu di Daerah Paguyangan, 94 Km! dari tempat tinggal saya. Adapun jarak tempuh dengan menggunakan sepeda motor + 2 jam perjalanan!

Demi menjalankan tugas negara, demi kelancaran pelaksanaan UN tahun ini, demi masa depan bangsa saya pun menerima amanat ini dengan sepenuh hati. Insya Allah, dengan dilandasi semangat ibadah, mudah-mudahan tugas yang saya emban ini dapat saya laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Kepada seluruh tunas-tunas bangsa yang saat ini duduk di bangku kelas III SMA/MA Saya ucapkan “SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL 2009, SEMOGA SUKSES SELALU MENGIRINGI LANGKAH KALIAN”. SELAMAT BERJUANG!!!

Francis Fukuyama (1995) dalam bukunya berjudul “Trust: The Social and The Creation of Prosperity” menegaskan, untuk menciptakan kehidupan ekonomi dan politik yang kokoh dan tahan lama, maka sebuah bangsa tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, tetapi juga pada sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Salah satu unsur pokok dari SDM ini adalah kuatnya sikap saling percaya dan bisa dipercaya. Baca lebih lanjut

capresSaat ini, ingar-bingar kampanye partai politik kontestan pemilu telah usai. Pemilu legislatif untuk memilih anggota dewan baik di tingkat kabupaten/kota, propinsi, maupun pusat, serta menentukan calon DPD juga sudah kita lewati— terlepas pro-kontra hasil pemilu legislatif yang hingga saat ini belum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Mempertanyakan kembali komitmen politik para politisi, sebelum mereka benar-benar duduk di kursi dewan, merupakan tanggung jawab moral kita bersama. Sejumlah pertanyaan patut kita ajukan kepada mereka. Akankah mereka tulus memperjuangkan nasib rakyat, menjaga amanat yang telah diembankan kepada mereka sesuai janji-janji manis yang mereka ucapkan selama masa kampanye? Ataukah, alih-alih menepati janji memperjuangkan aspirasi rakyat, mereka justru sibuk dengan kepentingan mereka masing-masing? Baca lebih lanjut

Saatnya Menentukan Pilihan

contreng1Kemarin siang, Kamis, 9 April 2009, pukul 10.30 WIB, aku bersama keluargaku mendatangi TPS di RTku untuk memberikan suara dalam pemilu legislatif.

Saat aku datang ke TPS, sudah ada beberapa orang yang sedang antri menunggu giliran dipanggil panitia pemungutan suara.

Setelah menyerahkan kartu undangan ke panitia, aku pun menunggu beberapa saat. Saat menunggu itu, aku sempat berpikir, siapa kira-kira yang akan ku pilih dalam pemilu legislatif ini untuk mengisi kursi di DPR RI, DPR Provinsi, DPR Kabupaten dan juga DPD.

Aku tersentak dari lamunanku ketika aku mendengar namaku dipanggil. Sambil melangkah mantap menuju meja panitia yang akan memberikan kartu suara, akupun mengucap “Bismillahirrahmanirrahim”, semoga pilihanku nanti akan membawa angin perubahan di negeri ini.contreng2

Akupun menuju ke bilik suara setelah menerima surat suara sebanyak 4 lembar, yakni untuk DPR-RI, DPR Provinsi, DPR Kabupaten, dan DPD. Lembar demi lembar kartu suara aku buka. Ada beberapa nama yang memang aku kenal dalam daftar caleg baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten. Akupun memilih nama-nama tersebut. Ketika tiba giliran memilih anggota DPD, jujur aku tidak mengenal seorang pun dari mereka. Maka atas dasar ini aku mengosongkan alias tidak memilih anggota DPD.

Setelah selesai, akupun melipat kembai kertas suara yang lumayan lebar itu. Aku sempat kesulitan juga melipatnya. Tetapi kemudian tidak berlangsung lama, aku berhasil melipat keempat surat suara tersebut untuk dimasukkan ke dalam kotak suara sesuai dengan urutannya. Selanjutnya akupun diminta untuk mencelupkan jari ke dalam tinta, sebagai bukti bahwa aku sudah melakukan pencontrengan.

Alhamdulillah…Akhirnya aku telah menyalurkan aspirasiku, aku telah menggunakan hakku untuk memilih calon wakil-wakil rakyat periode 2009-2014 nanti. Semoga pilihanku ini memberikan warna baru yang akan menjadikan negeri ini lebih sejahtera, adil, makmur, dan menjadi bangsa yang mencintai dan dicintai rakyatnya untuk Indonesia yang lebih maju. Amin…