contreng1Kemarin siang, Kamis, 9 April 2009, pukul 10.30 WIB, aku bersama keluargaku mendatangi TPS di RTku untuk memberikan suara dalam pemilu legislatif.

Saat aku datang ke TPS, sudah ada beberapa orang yang sedang antri menunggu giliran dipanggil panitia pemungutan suara.

Setelah menyerahkan kartu undangan ke panitia, aku pun menunggu beberapa saat. Saat menunggu itu, aku sempat berpikir, siapa kira-kira yang akan ku pilih dalam pemilu legislatif ini untuk mengisi kursi di DPR RI, DPR Provinsi, DPR Kabupaten dan juga DPD.

Aku tersentak dari lamunanku ketika aku mendengar namaku dipanggil. Sambil melangkah mantap menuju meja panitia yang akan memberikan kartu suara, akupun mengucap “Bismillahirrahmanirrahim”, semoga pilihanku nanti akan membawa angin perubahan di negeri ini.contreng2

Akupun menuju ke bilik suara setelah menerima surat suara sebanyak 4 lembar, yakni untuk DPR-RI, DPR Provinsi, DPR Kabupaten, dan DPD. Lembar demi lembar kartu suara aku buka. Ada beberapa nama yang memang aku kenal dalam daftar caleg baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten. Akupun memilih nama-nama tersebut. Ketika tiba giliran memilih anggota DPD, jujur aku tidak mengenal seorang pun dari mereka. Maka atas dasar ini aku mengosongkan alias tidak memilih anggota DPD.

Setelah selesai, akupun melipat kembai kertas suara yang lumayan lebar itu. Aku sempat kesulitan juga melipatnya. Tetapi kemudian tidak berlangsung lama, aku berhasil melipat keempat surat suara tersebut untuk dimasukkan ke dalam kotak suara sesuai dengan urutannya. Selanjutnya akupun diminta untuk mencelupkan jari ke dalam tinta, sebagai bukti bahwa aku sudah melakukan pencontrengan.

Alhamdulillah…Akhirnya aku telah menyalurkan aspirasiku, aku telah menggunakan hakku untuk memilih calon wakil-wakil rakyat periode 2009-2014 nanti. Semoga pilihanku ini memberikan warna baru yang akan menjadikan negeri ini lebih sejahtera, adil, makmur, dan menjadi bangsa yang mencintai dan dicintai rakyatnya untuk Indonesia yang lebih maju. Amin…