Archive for Mei, 2009


whoPernahkah kita bertanya pada diri sendiri tentang eksistensi kita? Siapa sebenarnya kita? Untuk apa kita dilahirkan? Hendak ke mana kita selanjutnya?

Kita terkadang lupa hakekat diri kita sendiri. Kita sudah terlalu lama melihat ke luar, tanpa pernah melihat ke dalam (diri). Kita telah dibuai oleh mata (lahiriyah) kita, sementara mata (batin) kita telah lama tertutup.

Memang, semua kenikmatan hidup yang bersifat bendawi, ragawi, dan materi itu menyenangkan, menyilaukan, sekaligus melalaikan. Bahkan, kesenangan sesaat tersebut bisa menjerumuskan, menghancurkan dan menghinakan.

Coba kita lihat diri kita. Mana yang lebih banyak  dipenuhi kebutuhannya, jasmani atau ruhani, jiwa atau raga?

Coba kita lihat sekali lagi diri kita. Sudahkah kita menjadi sosok manusia yang berguna bagi sesama? Disaat kita senang, apakah orang lain juga ikut merasakan kesenangan kita? Disaat orang lain sedih, apakah kita juga ikut berempati atas kesedihannya?

Coba sekali lagi kita lihat diri kita. Apakah orang lain merasa senang dengan kehadiran kita, karena selalu berarti bagi mereka? Ataukah justru orang lain merasa terganggu dengan kehadiran kita, karena selalu merugikan mereka?

Mari kita renungkan bersama. Sudahkah kita menyadari eksistensi kemanusiaan kita?

Rabu dini hari nanti, akan menjadi penentuan, siapa jawara liga Champion tahun ini. Apakah “The Red Devils” Manchester United, ataukah The “Azulgrana” Barcelona?

Sebagai Fans Berat MU, aku berharap MU bisa memupus ambisi Barca dengan sekor kemenangan ga usah muluk-muluk 2-0 saja cukup. Gmn Menurut sampeyan? Ada komentar?

Qick Writing

Sesuai judulnya, tulisan ini dibuat secara cepat, mendadak, tanpa persiapan, dan tidak terikat dengan tema tertentu. Kenapa hal ini saya lakukan? Jujur sejujur-jujurnya, saya lagi ga tahu mau nulis apa?

Para pakar penulisan mengatkan bahwa semakin banyak membaca, maka semakin banyak pula ide yang bisa dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Saya tidak menyangkal tesis tersebut. Tetapi, kenyataannya semakin banyak membaca, saya justru semakin bingung mau nulis apa dan mulai dari mana?

Ya udahlah, dari pada bingung mau nulis apa, mending saya cerita tentang aktivitas saya selama hampir 2 minggu ini bergaul dengan buku.

Alhamdulillah selama hampir dua minggu ini bergaul dengan buku, saya sudah menyelesaikan beberapa buah judul buku:

1. Setengah Isi Setengah Kosong, karya Parlindungan Marpaung. Buku ini  bagus banget, menginspirasiku untuk menjalani hidup lebih enjoy. Berusaha lebih empati kepada orang lain.

2. Mengapa Terkadang Saya Merasa Allah Tidak Adil?, karya Muhammad Muhyidin.  Sebuah karya yang menggugah kesadaran saya untuk lebih bisa menilai diri sendiri.

3. The Road to Allah, karya Jalaluddin Rahmat. Dalam buku ini diuraikan secara apik tahapan-tahapan menuju perjumpaan dengan Allah.

4. Pelatihan Shalat Khusyu, karya Abu Sangkan. Sebuah jawaban atas pertanyaan sebagian besar di antara kita yang menjalankan sholat hanya sebatas menunaikan kewajiban, tanpa mengindahkan substansi terdalam dari ibadah tersebut. Penulis menuntun kita untuk mencapai tahapan khusyu dalam shalat.

5. From Zero to Hero, karya Sholihin Abu Izzuddin. Buku berisi motivasi dan inspirasi yang dikemas dengan nuansa Islami, diperkaya dengan sitiran ayat-ayat al-Quran dan periwayatan yang bersumber dari hadis Nabi.

Itulah sekilas cerita pergaulan saya dengan sejumlah buku 2 minggu terakhir ini. Masih ada beberapa buku lain yang menunggu untuk dijamah.

Bacaan-bacaan tersebut menginspirasi saya untuk menulis sejumlah artikel atau semacam refleksi agar pemahaman bisa lebih dalam. Tentunya, tidak sekarang saya mewujudkan keinginan tersebut. Butu waktu untuk memetakannya menjadi sebuah tulisan yang menarik untuk dibaca dan dikaji.

Saya jadi semakin yakin dengan tesis para pakar penulisan tasi, yakni “Semakin banyak membaca,  semakin membuat kita kaya ide dan gagasan untuk dituangkan menjadi sebuah tulisan, atau bahkan buku”.

Piala-dennis-isiManchester United (MU) memastikan gelar Juara Liga Primer setelah pada pertandingan versus Arsenal di stadion Old Trafford tadi malam berkesudahan 0-0. Hasil imbang ini cukup mengantarkan MU menjadi kampiun Liga Inggris tahun ini.

Dengan perolehan 87 poin, selisih 7 poin dari rival terdekatnya, Liverpool yang masih menyisakan dua pertandingan, capaian MU ini musthail terkejar oleh Liverpool. Dengan demikian, keinginan fans MU untuk mengadakan pesta di kandang sendiri tercapai. MU berpesta di The Theater of Dream Old Trafford.

Ini merupakan gelar juara Liga Primer yang ke-18 bagi MU. Torehan ini menyamai perolehan Liverpool dalam merengkuh Trophy liga domestik di dataran Inggris ini.

Sebagai catatan, dengan menjadi juara liga primer tahun ini, berarti MU mencetak hat-trick (2007-2009) yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada 1999-2001 juga MU mencapai hal yang sama.

Sebagai fans berat MU, saya ucapkan selamat kepada Cristiano Ronaldo dkk. Congratulation!!!

imagesSandiwara macam apa yang tengah dipertontonkan jagat perpolitikan di negeri bernama Indonesia akhir-akhir ini? ‘Isuk dele sore tempe’ (pagi masih kedelai, sore udah jadi tempe), demikian istilah jawa yang paling tepat untuk menggambarkan karakter serta sikap para politisi di negeri ini. Sikap inkonsisten dan mencla mencle ternyata sudah menjadi bagian tradisi dari proses demokrasi di negeri ini.

Salah satu yang paling menjadi sorotan publik adalah sepak terjang para politisi dari PKS, salah satu partai Islam yang katanya memiliki kader-kader ‘bersih’ dan tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu kekuasaan.

Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain. Setelah sebelumnya mengkritik habis-habisan, karena merasa dikecewakan oleh SBY, yang akhirnya memilih Boediono sebagai  pendampingnya dalam pilpres mendatang, padahal jauh hari sebelumnya PKS menawarkan Hidayat Nur Wahid sebagai cawapres pasangan SBY, akhirnya PKS kembali merapat ke kubu SBY, yakni menjadi mitra koalisi Partai Demokrat.

Hal ini ditegaskan dengan kehadiran Presiden PKS, Tifatul Sembiring, pada acara deklarasi SBY-Berbudi kemarin malam di Aula Sabuga, ITB Bandung. PKS, tampaknya tidak ingin lepas begitu saja dari ranah kekuasaan. Padahal, sebagaimana dilansir sejumlah media, kritikan-kritikan pedas karena kekecewaan dan rasa sakit hati kader-kader PKS atas sikap SBY yang seolah ingin jalan sendiri menyiratkan bahwa PKS sudah tidak sejalan dengan Partai Demokrat.

Bahkan, penulis menyaksikan sendiri ketika tayangan Suara Anda di Metro TV beberapa hari lalu menghadirkan wakil sekjen PKS, Fahri Hamzah, yang disandingkan dengan Saiful Mujani, Direktur LSI, tampak jelas kekecewaan PKS atas sikap SBY. Bahkan beberapa kali Fahri Hamzah terlihat begitu emosional menanggapi pernyataan Saiful Mujani, yang menyebutkan bahwa Boediono adalah alternatif yang tepat sebagai cawapres pendanmping SBY. Dialog yang semula biasa saja berubah menjadi panas, bahkan akhirnya tidak dilanjutkan, karena perdebatan antara Fahri Hamzah dan Saeful Mujani sudah mengarah pada sentimen kelompok.

Dari kenyataan di atas, jelas bahwa PKS yang awalnya begitu kecewa, bahkan mengancam untuk menarik dukungan kepada SBY, ternyata dalam hitungan hari sudah kembali bermesraan dengan SBY dan Partai Demokratnya.

PKS..oh PKS…sebenarnya apa yang kau cari???

Obsesi: Nulis Buku

buku1Sampai saat ini, ada satu obsesi saya yang belum tercapai: Nulis Buku! Padahal hasrat untuk menuangkan gagasan dalam sebuah buku utuh, bukan serpihan-serpihan pemikiran atau kumpulan artikel, telah lama menggelayut dalam benak saya. Keinginan itu semakin memuncak setiap kali saya jalan-jalan ke toko buku, seperti Gramedia, Gunung Agung, Kharisma, Salemba atau toko-toko buku lainnya.

Ketika saya menyusuri rak demi rak buku di sejumlah toko tersebut, hasrat saya untuk menulis buku semakin menggelora. Apalagi ketika saya melihat judul-judul buku yang begitu variatif, dari yang sangat sederhana (maksudnya tidak begitu menarik) sampai yang eye catching (memesona). Seolah saya disadarkan bahwa begitu banyak tema yang bisa ditulis, begitu luas pokok bahasan yang bisa dikaji untuk kemudian dijadikan sebuah buku. Tetapi, lagi-lagi sebuah alasan klasik menjadi tembok penghalang untuk memenuhi obsesi tersebut: Sulit mencari waktu luang! Dan, ditambah lagi satu alasan yang selalu muncul dalam diri: Malas untuk memulai! Baca lebih lanjut

Inilah foto anakku : Livia Maulida Rahmadina yang nampang di Cover majalah MY BABY…wuiih senengnya….

Swear…! Gue ngga nyangka banget kalo ternyata ada artis kaliber dunia, ngefans ama gue. Gue hamper shock ketika kemarin gue dapet email langsung dari die…Mau tau siapa artis dunia yang ngefans ama gua. Loe liat sendiri ini kiriman foto dari die:

PhotoFunia-12ae

imagesTerjawab sudah teka-teki tentang siapa yang akan menantang MU di final Liga Champion pada 27 Mei 2009, di Stadion Olimpico, Roma, nanti. Kemarin, Kamis, 7 Mei 2009 dini hari, partai semifinal leg kedua antara Chelsea Vs Barcelona berakhir dramatis dengan kemenangan Barca 1-1, unggul dalam gol away di kandang Chelsea, setelah sebelumnya pada leg pertama di Noucamp Chelsea berhasil menahan imbang Barca 0-0.

Sejumlah pengamat sepakbola menyebut bahwa final liga Champion pada 27 Mei nanti adalah final ideal. Barcelona yang tengah berada dalam kondisi terbaiknya akan menantang MU yang juga dalam kondisi percaya diri tinggi.

Pertemuan dua klub papan atas eropa ini akan menjadi tontonan menarik bagi penikmat sepakbola di seluruh penjuru dunia. Banyak pengamat memprediksi kemungkinan dua klub tersebut untuk memenangi pertandingan sama besar alias fifty-fifty (50-50).

Manurut saya, yang akan memenangkan pertandingan nanti adalah tim dengan mental juara. Baik MU maupun Barca, jika memegang teguh mental juara, disertai semangat juang tinggi, serta meminimalisir kesalahan sekecil mungkin, maka dialah yang akan menjadi juara. Selamat menanti pertandingan yang sarat gengsi dan memacu adrenalin para suporter masing-masing. Kita tunggu 27 Mei mendatang, siapa yang berhak menjadi juara sejati, siapa yang masih harus banyak belajar lagi?

trophyRabu, 6 Mei 2009, pukul 01.30 WIB dini hari, aku begitu antusias menyaksikan kick off babak semifinal Liga Champion second leg antara Manchester United (MU) Vs Arsenal. Aku yang notabene fans berat MU begitu berharap MU bisa tampil di babak final Liga Champion nanti untuk menghadapi pemenang antara Chelsea Vs Barcelona.

Sejak menit-menit awal pertandingan, aku sudah yakin bahwa MU akan bisa tampil lebih ofensif untuk mencuri gol di Emirates Stadium. Dengan berbekal kemenangan 1-0 pada first leg di Old Trafford, skuad MU yang dikomandoi oleh Rio Ferdinand tampil penuh percaya diri. Hal ini wajar, karena, hanya dengan menahan imbang saja, MU sudah bisa melenggang ke final. Apalagi, jika MU bisa mencuri gol lebih dulu, tentu lebih berat bagi Arsenal untuk memenangi pertandingan, karena selisih agregat gol mengharuskan Arsenal memasukkan bola ke gawang Van Der Sar lebih banyak. Taruhlah Arsenal memimpin 2-1, maka agregat 2-2. Akan tetapi MU lebih unggul produktivitas gol di kandang lawan, otomatis MU yang akan lolos ke final. Kalau Arsenal ingin lolos ke final, maka dia harus menjaringkan satu gol lagi ke gawang MU. Dengan posisi demikian, maka tak pelak posisi MU di atas angin.

cr7

Harapanku ternyata berbuah manis, ketika pada menit ke-8 (kalau nggak salah), umpan menyusur dari Cristiano Ronaldo disambut oleh Park Ji Sung dari sisi kiri pertahanan Arsenal, setelah sebelumnya lolos dari kawalan Gibs yang jatuh terpeleset. Maka dengan mudah, Park Ji sung memasukkan bola ke gawang Almunia. Goool…!!! Kedudukan pun berubah menjadi 0-1 untuk MU. Selang beberapa menit kemudian, melalui tendangan bebas terukur, Cristiano Ronaldo mampu membuat pendukung The Gunners terdiam, setelah bola begitu deras dan tak terjangkau merobek gawang Almunia untuk ke dua kalinya.

mu

Semakin beratlah perjuangan pasukan Arsene Wenger untuk mengejar ketertinggalan. Kedudukan 0-2 untuk MU bertahan sampai peluit akhir babak pertama dibunyikan.

ars

Kick off babak ke dua pun dimulai, Arsenal tampil lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Sementara MU lebih banyak bertahan, untuk kemudian mencuri kesempatan untuk melakukan counter attack. Strategi yang diterapkan pasukan Sir Alex Ferguson ternyata jitu. Terbukti sekitar 20 menit babak kedua berjalan, atau sekitar menit 65an… (kalau ngga salah lagi…, he..he..) serangan balik yang dibangun Anderson-Rooney-Ronaldo membuahkan gol ke-3 untuk MU. Pupus sudah harapan punggawa Arsenal untuk bisa lolos ke final liga Champion musim ini.

Pada 15 menit terakhir pertandingan babak kedua, terjadi bencana bagi MU, yakni dengan dikartu merahnya Daren Fletcher karena melakukan pelanggaran terhadap Robin Van Persie di kotak pinalti. Mu pun mendapat hukuman tendangan penalti. Van Persie sukses melakukan eksekusi. Dengan demikian kedudukan berubah menjadi 1-3. Hasil ini tidak berubah hingga akhir pertandingan. Dan, Mu pun lolos dengan sukses menuju partai final Liga Champion musim ini. Aku berharap, siapapun musuhnya di partai final nanti, semoga MU bisa mempertahankan gelarnya sebagai juara bertahan. Semoga!