Archive for Juli, 2009


Yes! Akhirnya sekarang aku punya email. Demikian teriakku kegirangan, ketika pertama kali aku dibuatkan email oleh salah seorang teman kuliahku dulu. Ketika itu, tahun 1999-an aku masih duduk di bangku kuliah (semester III) di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Itulah pertama kalinya aku berkenalan dengan dunia maya (internet).

Sebagai seorang yang datang dari daerah, saat itu aku masih sangat awam dengan dunia internet. Memang, ketika awal kuliah, sekitar pertengahan tahun 1998-an aku sudah sering mendengar istilah email, chatting, browsing, download dan istilah-istilah lainnya yang berhubungan dengan jagat virtual itu. Tetapi, sungguh, aku masih blank sama sekali dengan aktivitas tersebut. Padahal, menurut penuturan beberapa teman kuliah yang sudah akrab dengan internet, kita bisa mencari sekaligus menemukan apa pun yang kita ingin ketahui melalui internet. Dari materi-materi kuliah, info-info terkini seputar dunia pendidikan, sosial, politik, ekonomi, budaya, bahkan gaya hidup (life style) para selebriti dalam dan luar negeri dapat kita jumpai dengan mudah melalui penelusuran di jagat maya tersebut. Bahkan, dengan berseloroh temanku mengatakan, “lu mau nyari cewek model apa aja ada, dari yang tertutup rapat, sampai yang telanjang bulat semuanya tersedia di internet”. Dari penuturan beberapa orang temanku itulah, yang membuatku semakin penasaran dan ingin tahu caranya berinternet ria. Baca lebih lanjut

Iklan

imagesSetiap hari, kita selalu menemui beragam peristiwa, pelbagai kondisi, bermacam keadaan yang mungkin akan membuat kita senang, sedih, haru, marah, kesal, bahagia dan beragam perasaan lainnya yang berkecamuk dalam diri kita. Kita juga mungkin akan berpikir kenapa semua peristiwa tersebut bisa terjadi? Bagaimana kita menyikapi serangkaian pengalaman hidup tersebut?

Pikiran dan perasaan, senantiasa mengiringi langkah kita dalam menjalani kehidupan ini. Pikiran positif dan negatif. Perasaan senang dan sedih. Semua itu terasa memenuhi seluruh relung jiwa kita, menyesakkan dada kita, menyumbat  alam bawah sadar kita. Semakin lama, pikiran dan perasaan yang telah menumpuk itu akan memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku kita. Ketika timbunan peristiwa yang terjadi setiap hari memenuhi dan menyesakkan otak kita, maka kita sering merasa tertekan, yang akan berujung pada depresi atau stres.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana agar timbunan peristiwa, tumpukan kejadian, serta rentetan pengalaman hidup ini tidak berlama-lama mendekam dalam alam bawah sadar kita, sehingga dapat kita manfaatkan untuk menjadi sebuah potensi yang akan menjadi daya dobrak dalam diri kita?

Salah satu cara yang saya pahami untuk mengurangi tingkat ketertekanan, atau bahkan bisa menjadi sarana relaksasi bagi pikiran dan perasaan kita adalah dengan ‘Menulis’. Ya, menulis membuat kita lebih rileks. Itu yang saya rasakan selama ini. Apapun yang kita alami, baik senang, sedih, haru, marah, kesal, bahagia, benci, cinta, sinis, simpatik, ketika kita tuangkan dalam sebuah tulisan akan membuat kita flow, rileks, santai, lebih enjoy dalam menjalani hidup ini.

Pernyataan ini bukan sebuah isapan jempol belaka. Ini nyata, ril, berdasarkan pengalaman. Bahkan sejumlah penelitian menyebutkan bahwa dengan menulis, menuliskan pengalaman hidup yang kita alami, atau sekedar mengungkapkan apa saja yang ada di benak kita ke dalam sebuah tulisan, akan membuat kita lebih sehat, lebih fresh. Menulis mampu mengendorkan urat syaraf kita yang sedang tegang. Menulis merelaksasikan otot dan otak kita. Menulis membuat kita lebih bisa menerima kenyataan, memahami kehidupan, dan menjadi sarana introspeksi diri yang ampuh.

Singkatnya, menulis dapat menyegarkan pikiran yang sedang kalut, menyemangati diri yang tengah gundah, membangkitkan motivasi yang sedang terpuruk, serta merelaksasikan perasaan yang sedang tidak menentu. Mari menulis untuk menyehatkan diri dan jiwa kita! Salam Menulis!

Merefresh Semangat Nulis

imagesKemarin siang sepulang ngantor, tepatnya pukul 12.30 WIB saya mampir ke Gramedia Book Store Grage Mall Cirebon untuk melihat-lihat buku-buku baru. Seperti biasa, ketika semangat menulis mulai menurun, saya biasanya merefresh, menyegarkan kembali semangat nulis dengan mengunjungi toko buku terbesar di Indonesia tersebut. Tujuannya jelas, membangkitkan kembali spirit serta motivasi menulis.

Setibanya di lokasi, ternyata sedang ada bursa buku murah penerbit Gramedia dengan diskon sampai 70% hingga 80%. Pameran buku tersebut bertempat di lantai bawah Grage Mall. Saya pun langsung berkelililng dari satu rak ke rak lainnya. Setelah puas melihat-lihat, saya pun beranjak dari tempat tersebut, karena memang dari ratusan judul buku yang digelar dan dipajang, yang notabene buku terbitan beberapa tahun yang lalu itu, tidak ada satu pun yang membuat saya tertarik, meskipun harganya cukup miring.

Selanjutnya, saya langsung menuju ke Gramedia Book Store yang berada di lantai 2 Grage Mall. Target pertama saya adalah melihat buku-buku new release, kemudian buku-buku kategori best seller. Ternyata belum ada buku-buku yang eye catching, yang bisa membuat saya terpesona, he..he..

Saya pun meneruskan penelusuran menuju rak demi rak dari kategori sosial, politik, agama, entrepreneurship, sampai self help/self motivation/self development. Di rak yang terakhir inilah mata saya tertuju pada sebuah buku yang lumayan ‘eye catching’. Sebuah buku yang pernah dibahas dalam acara talk show ‘Kick Andy’ beberapa waktu lalu. Judul buku tersebut adalah “Young on Top” (30 Rahasia Sukses di Usia Muda), karya Billy Boen, seorang esmud (eksekutif muda) bergelar Master of Business Administration jebolan State University West Georgia, Amerika Serikat.

Penasaran dengan isi buku tersebut, saya langsung membuka halaman daftar isi. Hal ini biasa saya lakukan ketika melihat sebuah buku yang menarik perhatian. Tujuannya tentu untuk mengetahui garis besar isi keseluruhan buku tersebut. Buku yang terdiri dari empat bagian tersebut, kesemua sub judulnya menggunakan bahasa Inggris. Namun demikian, semua istilah yang digunakan merupakan istilah yang cukup familiar bagi sebagian peminat buku-buku self help/self motivation/self development. Adapun keseluruhan isi buku tersebut tetap menggunakan bahasa Indonesia.

Setelah melihat sekilas isi buku tersebut, tanpa pikir panjang langsung saya ambil untuk kemudian saya bayar di kasir. Akhirnya, tidak sia-sia juga saya jalan-jalan ke Gramedia. Saya pulang dengan membawa buku yang sudah beberapa waktu lalu saya inginkan.

Semoga buku tersebut, disamping membuka cakrawala saya tentang kiat-kiat sukses di usia muda, juga merangsang kembali syaraf-syaraf otak kiri dan kanan saya untuk lebih semangat lagi untuk menulis.

imagesHari ini, Rabu, 8 Juli 2009 adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari ini seluruh warga masyarakat di segala penjuru tanah air akan melangsungkan pesta demokrasi, yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk masa jabatan 2009-2014.

Hari inilah nasib bangsa ini lima tahun yang akan datang ditentukan. Akan lebih baik atau lebih buruk, lebih maju atau lebih mundur, lebih tertata atau lebih semrawut, lebih bermartabat atau justru lebih terpuruk, masyarakat negeri ini yang akan menentukan pilihannya.

Sebagai warga negara yang baik, gunakan hak suara (hak pilih) anda. Jangan pernah golput. Golput tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Pilihan ada pada anda, mau yang Pro-Rakyat kek, mau yang Lebih Cepat Lebih Baik kek, atau mau yang LANJUTKAN! Kek, terserah, sesuai dengan hati nurani anda.

Mari sukseskan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 ini. Selamat MENCONTRENG…..