Archive for Agustus, 2009


Marhaban Ya Ramadhan…

ramzan-kareem-wallpapers-2

Tak terasa, saat ini kita sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan. Hari ini, merupakan hari pertama bagi kita umat Islam menjalankan ibadah puasa pada tahun 1430 H ini.

Ibadah puasa, sebagaimana disebut dalam beberapa literatur keagamaan (Islam), merupakan sebuah ibadah yang memiliki nilai (prestige) tersendiri dibanding ibadah-ibadah lainnya. Seperti disebut dalam salah satu hadis qudsi yang menyatakan, “Puasa itu untuk-Ku (Allah), dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya”.

Hadis qudsi di atas menegaskan tentang keistimewaan ibadah puasa dibanding ibadah-ibadah lainnya. Karena, pahala (nilai) ibadah puasa tidak dijelaskan secara gamblang, berbeda dengan ibadah lainnya, seperti shalat, zakat ataupun haji. Nilai ibadah puasa hanya Allah saja yang tahu.

Ibadah puasa juga merupakan satu-satunya ibadah yang membutuhkan tingkat kejujuran yang tinggi. Karena hanya dia (si pelaku) yang menjalani ibadah puasa, dan Allah saja yang tahu tentang ibadah puasa yang dijalankannya. Tanpa ketaqwaan dan kejujuran yang tinggi, seseorang akan dapat dengan mudah mengelabui orang lain atas ibadah yang dilakukannya.

Ibadah puasa mengajarkan tentang hubungan vertikal (hablun minallah), berupa kepatuhan menjauhi segala larangan yang dapat membatalkan puasa, atau menghilangkan nilai ibadah puasa, serta hubungan horisontal (hablun minannas), berupa sikap empati terhadap sesama manusia, yang hidup dalam kekurangan. Kesediaan seseorang untuk ikut merasakan lapar dan dahaga, mengajarkan sebuah kesadaran akan pentingnya solidaritas sosial terhadap sesama.

Dengan demikian, ibadah puasa merupakan sarana vertikal-horisontal seseorang dalam mencapai derajat taqwa guna merengkuh ridlo-Nya.

Semoga awal ramadhan ini, menjadi awal yang baik bagi kita semua. Sehingga di penghujung bulan ini, memasuki bulan syawwal nanti, kita kembali menjadi jiwa-jiwa yang suci laksana bayi yang baru lahir. Amin…

Iklan

imagesHari ini, Senin, 17 Agustus 2009, tepat 64 tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya, 64 tahun yang lalu Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, setelah sebelumnya berada di bawah cengkeraman kuku-kuku tajam penjajah.

Peristiwa bersejarah ini merupakan momen terpenting dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Kemerdekaan adalah dambaan setiap manusia, masyarakat ataupun bangsa. Kemerdekaan berarti lepasnya segala bentuk belenggu, tekanan, kekangan, serta penjajahan dalam bentuk apapun. Kemerdekaan berarti independensi yang diakui, eksistensi yang dimaklumi, serta kebebasan yang diindahkan. Sedangkan penjajahan berarti kemerdekaan yang dirampas, eksistensi yang diabaikan, serta kebebasan yang dibelenggu.

Inilah nikmat yang sesungguhnya. Nikmat kemerdekaan merupakan hak asasi setiap manusia, masyarakat ataupun bangsa. Merdeka, menjadikan manusia lebih dinamis, kreatif, progresif dan produktif. Kemerdekaan menjadikan suatu bangsa mampu menunjukkan eksistensinya di mata dunia. Kemerdekaan, dengan demikian merupakan kunci kemajuan suatu individu, masyarakat ataupun bangsa. Baca lebih lanjut

images1Alhamdulillah…Itulah ucapan yang tak henti-hentinya keluar dari bibirku. Rasa syukur tak terhingga aku panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena dengan kemurahan-Nya, serta atas rizki-Nya, aku bisa mewujudkan impianku untuk mempunyai sebuah Notebook (Laptop).

Keinginan yang telah lama terpendam dalam benakku, yang senantiasa memunculkan sebuah tanya, Kapan yah aku bisa memiliki sebuah laptop?

Sekali lagi, alhamdulillah…sekarang aku sudah menemukan jawaban atas pertanyaan di atas. Tepatnya, Sabtu sore, 15 Agustus 2009, aku bersama istriku mendatangi sebuah toko komputer di daerah Tegal, Vista Computer namanya. Sebetulnya, itu kunjunganku kedua kalinya ke toko tersebut, karena beberapa hari sebelumnya aku sudah melakukan transaksi dengan pemilik toko. Setelah MELIHAT, MENIMBANG, MEMUTUSKAN, akhirnya akupun  MENETAPKAN pilihan. Dan…pilihan itu jatuh pada LAPTOP ACER ASPIRE 4736Z dengan harga 6 Juta rupiah pas, tidak kurang tidak lebih. Karena pada saat itu kebetulan barang tinggal satu dan sudah dibeli oleh seseorang, maka akupun diminta untuk memesannya, jika memang tertarik dengan laptop tersebut. Sebagai tanda jadi, aku harus membayar DP sebesar 300 rb rupiah. Pemilik toko menjanjikan kalau barang akan datang hari sabtu. Nah, kunjungan kedua kalinya ke toko tersebut, dengan ditemani istri pada hari Sabtu itu merupakan perjanjian dengan pemilik toko untuk pengambilan barang.images2

Setelah melunasi kekurangan pembayaran akupun langsung membawa pulang Laptop baruku itu. Kini, hidupku terasa lebih berwarna setelah kehadiran sahabat baruku, yang akan selalu setia menemani kemanapun aku pergi. Ya, dialah LAPTOP ACER ASPIRE 4736Z.

Investasi Akhirat

Kehidupan modern dewasa ini menjadikan manusia larut dalam budaya meterialisme. Pemujaan terhadap nafsu kebendaan kian hari kian terlihat jelas. Hari demi hari, setiap orang berlomba-lomba untuk menggapai kesuksesan, yang tidak lain dimaknai sebagai harta berlimpah, jabatan prestisius, rumah megah, mobil mewah, serta investasi baik dalam bentuk deposito, properti atau pun lainnya.

Mereka terbuai dengan kesuksesan duniawi yang bersifat sementara. Sedangkan kesuksesan hakiki nan abadi, yakni kesuksesan dan kebahagiaan ukhrawi mereka lupakan. Investasi duniawi dengan menumpuk kekayaan mereka tempuh dengan berbagai cara. Bahkan, tidak jarang menghalalkan segala cara. Sementara investasi ukhrawi dengan memperbanyak amal shalih mereka lupakan.

Padahal, Allah Swt menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu. “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (Q.S. Al-Hadid: 20).

Dalam ayat lain Allah Swt juga menerangkan bahwa kehidupan akhirat itu lebih baik daripada kehidupan dunia. “Dan sesungguhnya akhir (akhirat) itu lebih baik daripada permulaan (dunia)” (Q.S. Adh-Dhuha: 4).

Allah Swt memerintahkan umat-Nya untuk mempersiapkan bekal (investasi) sebanyak-banyaknya untuk kehidupan, baik di dunia ini, lebih-lebih di akhirat kelak. Hal ini terekam jelas dalam firman-Nya, “Dan berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”. (Q.S. Al-Baqoroh: 197).

Dari beberapa keterangan ayat di atas, jelaslah bahwa investasi yang akan langgeng serta membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi kita adalah investasi akhirat, yakni taqwa.

Rasulullah Saw bersabda, “barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, cita-citanya akhirat maka dia mendapatkan tiga perkara : Pertama, Allah menjadikan kecukupan dihatinya; kedua, Allah mengumpulkan urusannya; dan ketiga, dunia datang kepada dia dalam keadaan dunia itu hina (dunia datang sendiri kepada kita tanpa perlu kita kejar). Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, cita-citanya dunia, maka dia mendapatkan tiga perkara : Pertama, Allah menjadikan kemelaratan ada didepan mata; kedua, Allah mencerai-beraikan urusannya; dan ketiga, dunia tidak datang kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja” (HR. At Tirmidzi )