Archive for September, 2009


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

018725132

Kepada seluruh pengunjung setia Blog “Secercah Harap”, di hari yang fitri ini saya ingin mengucapkan:

تقبّل الله منّا ومنكم من العائدين والفائزين والمقبولين كلّ عام ونحن بخير

“Taqabbalallahu Minna wa Minkum Minal ‘Aidin wal Faizin wal Maqbulin, Kullu ‘Amin wa Nahnu bi Khairin”

” Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1430 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin”

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

Ttd,

Pengelola Blog “Secercah Harap”

(Didi Junaedi, M.A.)


Iklan

Islamic Calendar

28Tak terasa, kemarin, tepatnya Selasa, 1 September 2009, genap dua tahun sudah usia pernikahan kami. Sebuah rentang waktu yang masih seumur jagung, memang, tetapi sudah banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan dalam hal membina rumah tangga.

Sejak masih sama-sama melajang, sebelum akhirnya kami memutuskan menikah, kami sudah sepakat untuk berusaha menerima kondisi satu sama lain. Baik-buruk, manis-pahit, suka-duka yang kelak kami lalui dalam menjalani hidup bersama akan kami jalani dengan ikhlas. Komitmen untuk saling mengerti dan memahami, disertai saling keterbukaan dalam komunikasi menjadi kesepakatan kami berdua. Inilah, yang menurut kami kunci keharmonisan dalam membina rumah tangga.

4406_1140873236425_1065256124_30428690_1834637_n

Dua tahun sudah berlalu, kehidupan kami berdua semakin lengkap dengan hadirnya buah hati tercinta. Livia Maulida Rahmadina (Simbol/lambang Perdamaian yang lahir di bulan Maulud sebagai Rahmat bagi Didi dan Nana (kedua orang tuanya) , dialah permata hati kami, belahan jiwa kami. Lahir pada Ahad pagi, Pukul 03.00 WiB, 8 Maret 2009. Kehadirannya betul-betul membawa nuansa kebahagiaan tersendiri bagi kehidupan rumah tangga kami. Hari-hari kami terasa lebih indah. Kehidupan kami pun lebih bergairah. Aku, yang kini selain menjadi seorang suami, telah berperan sebagai ayah bagi anak kami seakan mendapat semangat baru dalam bekerja, untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarga. Istriku, yang ketika sebelum hadirnya si kecil Via sering merasa jenuh sepulangnya dari kantor, kini semua perasaan cape, lelah, jenuh segera terobati begitu ia sampai di rumah. Karena, menurutnya, melihat wajah si kecil ‘Dede Via’, sudah cukup menghilangkan segala penatnya.

Saya pun merasakan hal yang sama. Ketika bertumpuk pekerjaan kantor membuatku stres, maka satu-satunya obat penawar tersebut adalah putri kecilku. Ya, si cantik Via dapat menjadi penawar paling mujarab atas segala lelah dan letihku. Allah telah memberikan anugerah terindah dalam hidupku. Syukur kehadirat-Mu senantiasa kami panjatkan Ya Allah…

Kini, setelah dua tahun usia pernikahan kami, kami hanya bisa berharap dan memohon kepada Allah SWT, semoga bahtera rumah tangga kami, biduk rumah tangga kami yang masih terus berlayur mengarungi samudera cinta-Nya menuju dermaga Ridlo-Nya, senantiasa mendapatkan rahmat dan keberkahan-Nya. Semoga cita-cita membentuk sebuah keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah di bawah naungan ridlo-Nya benar-benar terwujud. Amiiin…

IMG0204A

Buat Istriku Tercinta : Musyrifatun Nabawiyah (Nana), Terimakasih atas kebersamaan dalam membina rumah tangga selama ini, semoga cinta suci dan kasih murni kita, yang terjalin di dalam ikatan suci pernikahan dapat kita jaga sampai ajal memishkan kita…Amiin…Ya Rabbal ‘Alamin…