“Kalau kerja itu yang ikhlas, niatkan untuk ibadah, jangan mengharapkan imbalan”, demikian nasihat seorang teman ketika saya menyampaikan keluhan tentang tidak adanya penghargaan yang layak setelah menyelesaikan sebuah tugas.

Saya sama sekali tidak bisa membantah kalau sebuah tugas, pekerjaan, atau aktivitas apapun harus diniati ibadah. Saya sepakat 100% akan statemen tersebut. Yang saya persoalkan adalah penghargaan atas profesionalitas, kerja profesional yang tentu ada aturan mainnya. Soal ikhlas, itu urusan hati. Tidak ada ukuran dan memang sulit untuk mengukur kadar keikhlasan seseorang. Karena ikhlas adalah perkara hati. Sebuah ungkapan menyebutkan bahwa dalamnya laut masih bisa diukur, tetapi dalamnya hati siapa yang tahu?Only God knows….

Saya, dan mungkin juga anda yang sedang membaca tulisan ini tentu ingin menjalankan tugas, atau pekerjaan yang diembankan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Nah, salah satu syarat agar kita bisa bekerja dengan baik adalah adanya kejelasan jobdesk serta konsekuensi atas pekerjaan tersebut. Dengan adanya kejelasan uraian kerja serta tanggungjawab, diiringi kejelasan dan kepastian konsekuensi atas pekerjaan tersebut, tentu seseorang akan menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik.

Dalam kondisi seperti ini, seseorang akan lebih nyaman dalam bekerja. Dia tidak akan khawatir lagi apakah tugas yang sudah susah payah dia kerjakan akan mendapat penghargaan yang layak atau tidak. Inilah, yang saya sebut dengan kerja profesional. Lantas, apakah kerja profesional itu mengesampingkan faktor ikhlas? Tentu tidak. Kerja profesional harus diiringi dengan kerja ikhlas. Ruh ikhlas harus selalu tertanam dalam setiap aktivitas kita.

Bagi saya, keikhlasan tidak muncul tiba-tiba, apalagi terpaksa. Keikhlasan muncul dari dalam hati yang tenang. Perasaan tenang atas tugas dan pekerjaan yang diembankan kepada kita, karena adanya ‘aturan main’ yang jelas, pada gilirannya akan membuat kita mengerjakannya sepenuh hati. Bukankah kerja dengan sepenuh hati mencerminkan ketulusan seseorang dalam pekerjaannya? Anda boleh setuju atau tidak dengan pendapat saya. That’s my view of sincerity…..So, kerjalah dengan ikhlas dan profesional!