“Sifat buruk itu menular

Kalau kita tinggal di suatu tempat, dimana kita dengan mudah menjumpai orang-orang yang gemar bersikap kasar, berkata kotor, dan berperilaku tidak terpuji alias berakhlak buruk, maka berhati-hatilah! Karena itu pertanda buruk bagi kita. Apa pasal?

Akhlak yang buruk ibarat virus yang dengan mudah menyebar ke segala penjuru. Jika virus tersebut tidak segera ditangkal, atau tidak ada tindakan preventif untuk mencegahnya, maka tidak menutup kemungkinan kita yang berada di dekat sumber virus tersebut akan segera terjangkit virus atau terkena imbasnya. Dan, ketika virus berupa akhlak buruk tersebut sudah merasuk ke dalam diri kita, akan sulit bagi kita untuk mengeluarkannya.

Orang yang terbiasa berkata kotor, besikap kasar dan berperilaku tidak terpuji, akan terus dan terus melakukannya. Dia akan sulit keluar dari sifat buruknya. Dia menganggap apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang biasa. Tidak ada rasa risih sedikitpun, karena kebiasaannya tersebut seolah sudah mendarah daging. Maka tepatlah sebuah ungkapan yang menyebutkan, ‘first we make our habit, and then our habit makes us’. Mulanya, kita yang menciptakan kebiasaan, selanjutnya kebiasaan yang membentuk (pribadi) kita.

Sifat buruk itu menular. Demikian sebuah kalimat bijak mengingatkan. Orang yang tidak pernah atau jarang berkata kotor, kemudian masuk ke dalam pergaulan dengan mereka yang terbiasa berkata kotor, disadari atau tidak, cepat atau lambat akan terpengaruh oleh sifat buruk mereka. Anak-anak yang hidup di dalam keluarga, atau lingkungan yang kerap mengumbar kata-kata kotor, sikap kasar dan perilaku buruk akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak buruk pula.

Kita tentu sering menjumpai anak-anak atau pun remaja yang dengan entengnya mengucapkan kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan. Ucapan kasar dan kotor seakan menjadi ‘menu’ harian mereka. Dan, mereka tanpa risih sedikitpun melakukannya. Kenapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena mereka terbiasa melakukannya. Ya, sesuatu yang biasa dilakukan akan dianggap wajar oleh si pelaku. Meskipun menurut orang lain, hal itu tidak pantas atau tidak sepatutnya dilakukan.

Mereka tampaknya sudak tertular virus, dan sulit untuk mengobatinya. Sekali lagi, sifat buruk itu menular, maka berhati-hatilah!