Category: risalah cinta


Oleh: Insan yang Lemah

 

Bermula dari percikan api cinta yang kecil

Menjelma menjadi kobaran api cinta yang menyala

Siapapun yang merasakannya

Tak akan dapat menguasainya

Tidak juga kita

Insan yang lemah

Ketika terjerat dalam kubangan nafsu

Terlilit belitan gairah yang membara

Raga tak berdaya mengelak

Jiwa tak kuasa menolak

Iman pun runtuh seketika

Hanya bisikan halus penuh janji manis

Bujuk rayu si durjana

Penyesat umat manusia

Yang senantiasa terngiang di benak kita

Kita pun terseret

Dalam kenikmatan semu yang dia janjikan

Kita pun terbuai

Dalam angan yang mengawang

Kita pun terlena

Dalam tipuan yang mematikan

Sampai akhirnya kita sadar…

Menyesal…

Meratapi…

Kekhilafan yang telah kita perbuat

Hanya untaian doa

Yang mampu kita panjatkan

Sebagai bentuk taubat kita kepada-Nya

Sebuah permohonan ampun kepada Yang Maha Pengampun

Selaksa permintaan maaf kepada Yang Maha Pemaaf

Semoga Dia mau membukakan pintu taubat-Nya

Semoga Dia mau mengampuni

Semoga Dia mau memaafkan

Kekhilafan dan kesalahan kita

Hanya itu yang kita pinta dari-Nya

Tiada yang lebih berharga

Selain ampunan-Nya

Tiada yang lebih mulia

Selain maghfirah-Nya

Semoga doa yang kita panjatkan

Mendapat perkenan-Nya

Menemui Ijabah-Nya

Menjumpai Qabul-Nya

Amiiin….

                                                                 Untaian Doa, 8 Agustus 2007

Iklan

    Oleh: Yang Merasakan Semaian Cinta dan Sayangmu (Dy2)

 

 

Pagi  yang cerah…

Secerah hatiku saat ini

Secercah harap menyapaku

Dia yang ada di sana

Seakan hadir menemaniku di sini

Ketika pesan-pesan cinta dia kirimkan

Sebagai ungkapan rasa cinta kasih dan sayangnya yang tulus padaku

 

Aku begitu bahagia…

Anganku pun melayang jauh

Membayangkan sejuta pesona yang dia tebarkan

Yang setia menemani hari-hariku kini

Mewarnai hidupku dengan penuh cinta

Yang telah mengapus jejak masa laluku

Mengobati sejumlah goresan luka di hatiku

Menawarkan seberkas sinar

Tuk menerangi hatiku yang hampir redup

Menjadi kembali bercahaya

 

Sayang…

Kau datang dengan membawa seuntai harapan

Akupun menyambutmu dengan penuh cinta

Kau adalah gairah hidupku

Kau mampu membangkitkan aku dari keterpurukan

Di saat asa yang ku damba seolah hilang entah ke mana

Di kala diriku gontai, jiwaku galau, keputusasaan menyeruak

Kau hadir membawa penawarnya

Kau hapus putus asaku dengan secercah harapan

Kau papah diriku yang gontai, kau bangkitkan aku, akupun kembali berdiri tegak

Penuh gairah menatap hidup

Kau hilangkan kegalauanku

Kau semai kedamaian

Kau taburi jiwaku dengan benih-benih cinta dan sayangmu

Kini, aku terus menunggu

Ku berharap semaian benih cinta dan sayang yang kau taburkan ke dalam jiwaku

Akan tumbuh bersemi indah

Sampai akhir hayat kita

Amiiin….

   

Pagi yang cerah, 7 Agustus 2007

Oleh: Yang Menyayangimu…(Didi)

 

 

Sayang…

Malam itu…

Ketika aku menatap wajahmu penuh cinta

Kau pun balas dengan tatapan penuh sayang

Ketika ku genggam erat tanganmu penuh kasih

Kaupun enggan melepaskannya penuh harap

Ketika itu…

Kurasakan getar-getar cinta dan sayang merasuk ke dalam kalbuku

Memenuhi setiap relung jiwaku

Menelusup halus membelai lembut sukmaku

Mangaliri desiran darahku

Menusuk jantungku

Hingga lidahku pun kelu

Tak sepatah kata mampu kuucapkan

Hanya bahasa kalbu yang berbisik lembut menggodaku

 

Sayang…

Aku tahu, kaupun merasakan hal yang sama seperti aku rasakan

Aku dapat melihatnya dari pancaran sinar matamu

Aku dapat merasakan detak jantungmu

Aku dapat menelisik debaran kalbumu

Meskipun kau diam membisu

Tatapanmu seakan berbicara padaku

Mewakili isi hatimu

Yang bergemuruh laksana deburan ombak di laut biru

 

Sayang…

Saat itu…

Kau terdiam…

Ketika kukecup keningmu dengan mesra

Kecupan penuh cinta dan kasih sayang

Sebagai penutup jumpa malam itu

Kau tersentak tak percaya

Kau terdiam beberapa saat

Seraya menghela nafas panjang…

Kau pun tersipu malu…

Wajahmu merona

Senyummu mengembang dari bibir manismu yang indah

Akupun tersenyum malu…

Seolah tak percaya ini nyata…

Akhirnya….

Ku beranjak meninggalkanmu

Dengan membawa sejuta rasa…Kenangan indah di malam itu…

Memory, 5 Agustus 2007

Oleh: Deedee Joen

 

Na’ Sayang…

Pesonamu yang menggelayut manja di lubuk hatiku

Mampu menyihir jiwa dan ragaku

Seakan jiwaku terbelenggu, ragaku pun hanya terpaku

Mengikuti setiap gerak langkahmu

 

Na’ Sayang…

Aku tak bisa melepaskan bayangmu dari hidupku

Walaupun hanya sekejap saja, aku tetap tak mampu

Kau selalu hadir di setiap waktuku

Dalam kesendirian, bayangmu nampak begitu jelas menyapaku

Dalam keramaian, kaupun ‘hadir’ menyertaiku

 

Na’ Sayang…

Ku rindu hadirmu…

Ku kangen candamu, tawamu, manjamu…

Ku tak bisa melupakan semua itu…

Saat kita bersama

Hari-hari terasa begitu indah

 

Na’ Sayang…

Akankah kita selalu bersama?

Mengukir hari penuh cinta

Mewarnai hidup dengan kasih sayang

Merenda masa depan dengan cinta dan kasih sayang

 

Na’ Sayang…

Aku hadir untuk mu

Kau hadir untukku

Hidupmu adalah jiwaku

Hidupku adalah jiwamu

Cinta dan Sayangku ini hanya milikmu

Cinta dan Sayangmu itu hanya milikku

Kita jaga anugerah terindah dari Allah ini

Kita jadikan cinta, kasih, dan sayang ini jalan menuju ridlo-Nya

Semoga…

 

23 Juli 2007

Tiada saat yang paling indah,

Selain saat menyatunya dua hati

dalam balutan cinta dan kasih sayang

Saat ketika dua insan berlawanan jenis

merengkuh bahagia di bawah naungan ridlo-Nya.

 

Anugerah terindah inilah..

yang saat ini aku rasakan

Betapa bahagianya aku

Hatiku kini telah menemukan pautannya

Jiwaku kini telah menemukan pasangannya.

 

Puji syukur tak terhingga…

Aku haturkan padamu Ya Allah…

Engkau telah menyatukan dua insan ciptaan-Mu ini

Dalam bingkai kasih sayang.

Inikah kehendak-Mu yang selama ini aku nantikan?

Semoga…

  

23 Juli 2007

Doa di Pagi hari

Pagi ini aku merasa bahagiaaa bangeeet…mo tau kenapa?

Ya, pagi ini aku baru saja ‘menemui’ cintaku via phone..

Ga tau kenapa, meskipun baru beberapa kali aja ketemu, tapi seperti udah kenal lama gitu dech…

Aku juga ga tau..apakah dia memang benar-benar akan menjadi soulmate ku? Apakah dia adalah jawaban doaku yang ku panjatkan kehadirat-Nya selama ini..? Apakah dia yang akan menemani hari-hariku di masa yang akan datang? Aku ga tau..Hanya Allah yang tau semua yang belum dan akan terjadi di masa yang akan datang.

Aku hanya bisa berharap,

Ya Allah, kalau dia memang jodohku, maka pertemukanlah hati kami atas ridlo-Mu…

Pautkanlah jiwa kami dengan izin-Mu…

Dan jadikanlah kami pasangan hidup yang mendapatkan limpahan barakah-Mu..

Ya Allah, hamba-Mu yang lemah ini tak kuasa menolak kehendak-Mu..

Ya Allah, kalau memang dia adalah kehendak-Mu, yang Kau pilihkan untukku, maka akupun akan menerimanya dengan ikhlas..

Aku berjanji akan menjaga amanat-Mu yang mulia ini..

Aku berusaha untuk tidak mengecewakan-Mu…

Ya Allah, aku berharap ini menjadi nyata…

Ya Allah, semoga Engkau memperkenankan permohonan hamba-Mu yang hina ini…

Oleh: Yang Tengah Mencintai dan Dicintai Karena Allah

(Didi & Nana)

       

                            18 Juli 2007

Subhaanallah….Maha suci Allah yang telah menciptakan hamba-Nya berpasang-pasangan untuk saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain. Inilah salah satu dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti temaktub dalam sejumlah firman-Nya.

Saat ini, aku tengah merasakan salah satu dari tanda-tanda kekuasaan-Nya tersebut. Kini, setelah sebelumnya melalui perjalanan panjang, penantian yang seakan tak berujung, dengan diwarnai khauf wa raja’  (H2C: Harap-harap Cemas), diselimuti kegundahan dan keresahan, dihantui ketidakpastian dan kegalauan, akhirnya, dengan Kemahakuasaan dan kemahamurahan-Nya, Allah Swt menunjukkan kepadaku ‘pasangan jiwa’ku. Sosok yang selama ini ku rindukan kehadirannya untuk mengisi hari-hariku, seseorang yang akan bersama-sama aku merajut dan merenda masa depan, menemaniku dalam suka dan duka, menentramkan suasana batin dan jiwaku ketika ditimpa pelbagai persoalan hidup, menjadi penawar yang menghadirkan solusi bagi segala problematika yang siap menghadang kapan dn di manapun aku berada.

Ketika Allah berkehendak, KUN FAYAKUUN! Jadilah! Maka jadilah. Ini yang seringkali tidak disadari oleh kita selaku hamba-Nya. Kita lebih banyak ber su’udzon  (berburuk sangka) kepada-Nya, daripada ber husnudzon  (berbaik sangka). Padahal, Ia telah menyebutkan dalam salah satu Firman-Nya (baca: Hadis Qudsi), “Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku…” Artinya, ketika kita berburuk sangka kepada-Nya, maka iapun akan melakukan hal yang sama kepada kita. Tetapi sebaliknya, ketika kita berbaik sangka kepada-Nya, maka Ia pun  akan berbaik sangka kepada kita. Demikianlah sunnatullah yang berlaku.

Aku tidak merasa sok suci, tetapi aku berusaha untuk selalu ber-husnudzon kepada-Nya. Mungkin karena kesabaranku selama ini dalam menerima pelbagai kenyataan pahit dalam proses pencarian ‘pasangan jiwa’ku, Allah kemudian membuka tabir yang selama ini tak tersingkap. Ia menunjukkan Kekuasaan-Nya, mempertemukanku dengan ‘belahan jiwa’ku. Aku ber-husnudzon, bahwa inilah sosok yang telah dipersiapkan oleh-Nya untukku. Aku memang hanya hamba-Nya yang lemah, bodoh, tak secuilpun ilmu ku miliki, tanpa izin-Nya. Maka, aku senantiasa berusaha untuk mencari pancaran sinar-Nya guna menerangi jalan hidupku.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi-Nya, Tuhan semesta alam. Kini, aku tengah menikmati sebuah karunia nikmat-Nya yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Aku telah menemukan seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku, mewarnai hari-hariku, menemaniku dalam canda-tawa, ataupun tangis sedu sedan dalam mengarungi bahtera kehidupan menuju dermaga Ridlo-Nya. Ya Allah bimbinglah kami menuju ridlo-Mu, sinarilah kehidupan kami dengan Cahaya kasih-Mu. Pada-Mu jua kami serahkan segalanya…

Musyrifatunnabawiyyah (Nana)

Anugerah Terindah dalam Hidupku

Oleh: Yang Mencintai dan Menyayangimu

Didi Junaedi (Mas Didi)

 

Hamparan bumi di bawah naungan langit dengan hiasan gugusan bintang-bintang dan planet-planet beserta tata suryanya yang begitu menakjubkan, seakan tak mampu melukiskan perasaanku saat ini.

Andaikan lautan seisinya ditumpahkan ke muka bumi pun tak akan mampu mencurahkan segala rasa yang ada di hatiku saat ini. Hanya kebesaran Allah Swt yang mampu menjawab semua ini.

Mungkin, saat ini akulah orang yang paling bahagia di dunia ini. Betapa tidak, setelah melalui perjalanan panjang nan terjal, berliku, dan melelahkan, melewati sejumlah rintangan dan cobaan, yang sesekali menggoyahkan keimananku, mengoyak asa dan cita yang kudamba, bahkan menggoreskan luka di hati yang begitu dalam, akhirnya dengan kemahamurahan dan kemahabesaran Allah Swt  aku dipertemukan dengan ‘belahan jiwa’ku. Seseorang yang selama ini aku cari dalam setiap langkahku, yang selalu aku panjatkan doa kepada-Nya untuk dipertemukan denganku, yang akan mengisi hari-hariku dan menemaniku sepanjang hidupku.

Aku tak kuasa menyembunyikan rasa haruku, bahagia bercampur untaian rasa syukur yang tak terperikan atas karunia nikmat yang begitu besar dari Allah Swt. Hampir-hampir, kalau aku mengikuti perasaanku, aku tak mampu membendung derasnya deraian air mata yang mengalir membasahi pipiku. Aku tak bisa menahan rasa bahagia yang begitu membuncah mengisi setiap relung jiwaku, mendesir  seiring aliran darahku dan mengikuti setiap desah nafasku.

Allah telah mempertemukanku dengan seseorang yang begitu baik, cantik, pengertian, penuh perhatian, tulus dan mau menerimaku apa adanya. Dialah Musyrifatunnabawiyyah (Nana). Dialah Anugerah Terindah dalam Hidupku.

Aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu menjaganya, menjadikannya ‘Ratu’ dalam hidupku yang tak akan mampu tergantikan oleh wanita manapun di dunia ini. Dia telah mampu menghapus jejak langkah masa laluku. Dia telah mengobati sejumlah goresan luka yang pernah tertoreh di lubuk hatiku.

Alangkah bodohnya aku, jika aku melukai hatinya. Aku tak akan pernah tega untuk melakukannya. Demi menjaga amanat Allah yang mulia ini, jangankan raga, nyawapun akan aku pertaruhkan untuk menjaga dan melindunginya. Aku tidak sedang membual atau merangkai rayuan gombal untuk mengelabuinya, tetapi aku sedang berjanji pada diriku sendiri, disaksikan oleh Allah Swt. yang telah mempertemukanku dengannya.

Ya Allah, semoga Anugerah Terindah yang telah Engkau berikan padaku ini mampu aku jaga sampai akhir hayatku. Hanya kekuatan dari-Mu lah yang mampu mewujudkan harapanku ini. Ya Allah, perkenankanlah doa hamba-Mu ini. Amiiin…

                                                                                    

      17 Juli 2007