Tag Archive: ide


Siang itu, ketika aku buka account FBku, baru beberapa menit melihat update status teman-teman, terlihat kolom chatku menyala dengan ditandai angka satu dalam balutan bagckround warna merah menyala.  Ternyata, adik sepupuku yang mengirim pesan tersebut. Begitu ku buka, hanya sebuah pesan pendek, “saatnya update postingan mas…”. Aku pun segera tahu maksud pesan singkat tersebut. Ya, aku baru ingat, kalau sudah lebih dari seminggu ini aku ngga update postinganku di blog ini. Aku pun segera membalasnya degan kalimat singkat pula, “lagi mati ide…”. Sesaat kemudian, kolom chatku menyala lagi, sebuah kalimat singkat terbaca, “kalo gitu nulis tentang ‘mati ide’ aja mas…”. Tanpa pikir panjang, aku segera menjawab, “ya udah, coba nanti tak download dulu file-file di memoriku…”.

Dari chit-chat yang hanya beberapa menit tersebut, aku langsung tergugah untuk segera memecah gumpalan ide yang sudah lebih dari seminggu tidur pulas di otakku ini, untuk segera aku tuangkan ke dalam rangkaian kata.

Tanpa ba bi bu, aku langsung membuka account blogku di WP.  Segera setelah berhasil log in,  aku masuk ke ruang new post. Dengan segenap daya, aku buka file-file yang tersimpan dalam memoryku selama seminggu terkahir ini. Alih-alih menemukan ide segar untuk segera ditulis, justru aku semakin ‘stuck’,  tidak tahu harus mulai dari mana.

Aku langsung teringat saran adik sepupuku, “kalo gitu tulis aja tentang ‘mati ide’ mas. Yup, when there is a will there is a way,  ketika ada keinginan (kuat) pasti ada jalan. Aku pun segera mengajak jari jemariku untuk menari-nari di atas tuts keyboard.  Aktivitas merangkai kata pun segera berjalan, dari mulai slow motion sampai kemudian high speed.

Aku mulai sadar, tampaknya  setiap kali ada sumbatan dalam memoryku ini, aku perlu segera mencari impulse (pendorong)-nya, agar sumbatan itu segera lepas dan aku bisa bebas menuangkan ide-ide segarku agar tidak keburu basi.

Impulse itu bisa berupa bacaan, diskusi, atau sekedar chit-chat lewat FB atau YM, atau bisa juga obrolan ringan bersama tetangga, teman kantor, atau siapa saja. Ya, kini aku sudah menemukan sebuah trik baru untuk menyiasati kebuntuan gagasan, mati ide, atau sumbatan pemikiran dan (mungkin) perasaan. Segera mencari impulse dan segera menuangkannya dalam tulisan.

Benar apa yang dikatakan James Pennebaker, seorang ahli psikologi yang menyatakan bahwa dengan menuliskan ungkapan perasaan dan pikiran ke dalam sebuah tulisan, akan membuat kita lebih rileks dan fresh. Hidup terasa lebih ringan, masalah yang melingkupi hidup sedikit berkurang.

Dia menyarankan agar kita terbiasa menuliskan apa pun yang ada di benak kita sebelum tidur, dan juga ketika baru bangun tidur. Dengan cara seperti ini, menurutnya beban yang diderita seseorang akan sedikit demi sedikit berkurang.

Memang benar, aku pun mengamini pendapat Pennebaker tersebut, karena aku sudah sering mengalaminya sendiri.  Ketika pikiran dan perasaan, dalam kondisi apapun, senang atau sedih, suka atau duka, kita ungkapkan ke dalam rangkaian kata yang kemudian menjadi sebuah tulisan, akan terasa berbeda, lebih hidup dan lebih bermakna. Apalagi ketika tulisan tersebut kita simpan, kemudian suatu saat, setelah sekian lama kita buka dan baca kembali, tidak jarang memory kita akan mengajak kita menerawang ke masa lalu, mungkin kita akan terharu, atau malah tertawa sendiri membacanya. Tidak percaya? Silakan buktikan sendiri!

Tak terasa, dari sekedar chit chat yang beberapa menit dengan sepupuku, bisa menjadi rangkaian-rangkaian kalimat yang membentuk sebuah tulisan, yang kalau tidak segera aku sudahi, bisa sampai malem aku menatap layar laptopku ini. Bisa kepanasan si ‘lepi’ karena dipaksa bekerja seharian untuk ‘memuaskan hasrat’ menulisku…

Okey deh…segini aja dulu postinganku kali ini, sekedar menuang ide, sekedar melepas sumbatan…he..he.. 🙂

Iklan

Qick Writing

Sesuai judulnya, tulisan ini dibuat secara cepat, mendadak, tanpa persiapan, dan tidak terikat dengan tema tertentu. Kenapa hal ini saya lakukan? Jujur sejujur-jujurnya, saya lagi ga tahu mau nulis apa?

Para pakar penulisan mengatkan bahwa semakin banyak membaca, maka semakin banyak pula ide yang bisa dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Saya tidak menyangkal tesis tersebut. Tetapi, kenyataannya semakin banyak membaca, saya justru semakin bingung mau nulis apa dan mulai dari mana?

Ya udahlah, dari pada bingung mau nulis apa, mending saya cerita tentang aktivitas saya selama hampir 2 minggu ini bergaul dengan buku.

Alhamdulillah selama hampir dua minggu ini bergaul dengan buku, saya sudah menyelesaikan beberapa buah judul buku:

1. Setengah Isi Setengah Kosong, karya Parlindungan Marpaung. Buku ini  bagus banget, menginspirasiku untuk menjalani hidup lebih enjoy. Berusaha lebih empati kepada orang lain.

2. Mengapa Terkadang Saya Merasa Allah Tidak Adil?, karya Muhammad Muhyidin.  Sebuah karya yang menggugah kesadaran saya untuk lebih bisa menilai diri sendiri.

3. The Road to Allah, karya Jalaluddin Rahmat. Dalam buku ini diuraikan secara apik tahapan-tahapan menuju perjumpaan dengan Allah.

4. Pelatihan Shalat Khusyu, karya Abu Sangkan. Sebuah jawaban atas pertanyaan sebagian besar di antara kita yang menjalankan sholat hanya sebatas menunaikan kewajiban, tanpa mengindahkan substansi terdalam dari ibadah tersebut. Penulis menuntun kita untuk mencapai tahapan khusyu dalam shalat.

5. From Zero to Hero, karya Sholihin Abu Izzuddin. Buku berisi motivasi dan inspirasi yang dikemas dengan nuansa Islami, diperkaya dengan sitiran ayat-ayat al-Quran dan periwayatan yang bersumber dari hadis Nabi.

Itulah sekilas cerita pergaulan saya dengan sejumlah buku 2 minggu terakhir ini. Masih ada beberapa buku lain yang menunggu untuk dijamah.

Bacaan-bacaan tersebut menginspirasi saya untuk menulis sejumlah artikel atau semacam refleksi agar pemahaman bisa lebih dalam. Tentunya, tidak sekarang saya mewujudkan keinginan tersebut. Butu waktu untuk memetakannya menjadi sebuah tulisan yang menarik untuk dibaca dan dikaji.

Saya jadi semakin yakin dengan tesis para pakar penulisan tasi, yakni “Semakin banyak membaca,  semakin membuat kita kaya ide dan gagasan untuk dituangkan menjadi sebuah tulisan, atau bahkan buku”.